Nama Sapri Disorot, Alat Berat Diduga untuk PETI Melenggang Menuju Tabir Barat

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Keberadaan sejumlah alat berat jenis excavator yang berada di Simpang Mentawa menuju Tabir Barat menuai sorotan dan dipersoalkan oleh warga. Pasalnya, alat berat tersebut diduga akan digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) yang dinilai meresahkan serta merusak infrastruktur jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini di lapangan, beberapa unit excavator terpantau baru saja diturunkan dari kendaraan trado dan stand by di ruas Jalan Aur Duri menuju Desa Muara Jernih, Kecamatan Tabir Ulu. Keberadaan alat berat tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta menyebabkan kerusakan pada Jalan Kabupaten yang menjadi akses utama menuju sejumlah desa di Kecamatan Tabir Ulu dan Kecamatan Tabir Barat.

Salah seorang warga setempat, Amin, kepada media ini mengungkapkan kekesalannya atas masuknya alat-alat berat ke wilayah tersebut. Ia menilai aktivitas keluar-masuk alat berat untuk kepentingan tambang emas ilegal sudah berlangsung lama dan berdampak serius terhadap kondisi jalan.

“Sudah ratusan alat berat yang masuk lewat wilayah ini menuju Tabir Ulu dan Tabir Barat. Jalan rusak parah, hancur, tapi tidak ada perhatian untuk perbaikan. Anak-anak sekolah jadi kesulitan melintas karena jalannya rusak berat,” ujar Amin.

Menurutnya, hampir setiap hari alat berat keluar masuk untuk aktivitas tambang emas ilegal tanpa memikirkan dampak terhadap masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum.

“Ini sangat dipertanyakan, ke mana aparat penegak hukum. Mereka ini terang-terangan keluar masuk membawa alat berat untuk tambang emas ilegal,” tambahnya.

BACA JUGA :  Wamendagri Bima Dorong Pemda Pertimbangkan Potensi Industri Musik sebagai Peningkat PAD

Pantauan media ini di lokasi pada Kamis, 8 Januari 2025, terlihat dua unit alat berat excavator tengah stand by dan diduga menunggu giliran untuk di-rolling menuju wilayah Kecamatan Tabir Ulu dan Kecamatan Tabir Barat.

Salah satu narasumber di lokasi menyebutkan bahwa alat berat tersebut rencananya akan dibawa ke Desa Muara Jernih, Kecamatan Tabir Ulu, dan selanjutnya menuju Desa Kibul, Kecamatan Tabir Barat. Narasumber itu juga menyebut nama Sapri, warga Desa Muara Jernih, sebagai pihak yang diduga mengelola alat berat tersebut.

“Alat itu mau dibawa ke Tabir Ulu, Desa Muara Jernih, yang kelola Sapri. Setelah itu nanti di-rolling lagi ke Desa Kibul, Tabir Barat,” katanya.

IMG 20260109 WA0020 Nama Sapri Disorot, Alat Berat Diduga untuk PETI Melenggang Menuju Tabir Barat Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Di lokasi stand by, media ini juga mendapati sejumlah perlengkapan pendukung yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas. Keberadaan alat berat tersebut yang melintas secara terbuka memicu tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat jalur yang dilewati diduga melewati depan Mapolsek Tabir Ulu.

Situasi ini membuat publik mempertanyakan bagaimana dua unit alat berat tersebut dapat melenggang bebas masuk ke wilayah yang diduga menjadi lokasi PETI tanpa hambatan. Nama Sapri pun kini menjadi sorotan publik, sementara masyarakat menduga adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan sehingga aktivitas tersebut terkesan aman dan bebas.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak aparat penegak hukum terkait belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota
Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar
Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup
Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:24

Sat Resnarkoba Polres Bitung Ungkap Peredaran Obat Keras Trihexyphenidyl di Pusat Kota

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:48

Status Irwan Saputra Dipertanyakan dalam Sidang Korupsi KUR BNI Kampar

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:49

Kedok “Duda” Berujung Penipuan: Saksi Kunci Bongkar Siasat Licin Terlapor di Polresta Samarinda

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:57

Mahasiswa FH Unila Asal Tanggamus Raih Juara Nasional Lomba Dakwaan Hukum Tindak Pidana Lingkungan Hidup

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:16

Prabowo Siap ‘Mengejutkan’ Mafia Tambang dan Pengusaha Ilegal

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Berita Terbaru

Fhoto saat kegiatan peringatan 1 abad hari lahir Nahdalatul Ulama Tanggamus

Berita Utama

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Jan 2026 - 20:20