Minyak Subsidi di Halsel Jadi Sorotan Publik, Dugaan Adanya Oknum Pejabat Disperindag Yang Bermain

- Publisher

Senin, 29 September 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautama.id | Halmahera Selatan – Dugaan praktik penyalahgunaan distribusi minyak tanah bersubsidi mencuat di Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Sejumlah warga melaporkan adanya pangkalan di Desa Indari yang diduga menjual minyak tanah di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 6.000 per liter.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sebagian minyak tanah dari pangkalan tersebut dipasok ke Desa Nondang dengan harga mencapai Rp 8.000 per liter. Warga menilai hal ini telah merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada BBM subsidi.

“Minyak dari Indari dijual ke kami bahkan sampai Rp 8.000 per liter. Padahal jelas HET-nya cuma Rp 6.000. Itu minyak sisa dari pangkalan Indari, dibawa ke sini (Nondang) dengan bodi besar warna kuning,” ungkap salah satu warga, Senin (29/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, beberapa sumber menyebutkan pangkalan tersebut dikaitkan dengan salah seorang pejabat di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Halsel. Untuk menghindari sorotan publik, pengelolaannya diduga dipercayakan kepada pihak keluarga.

BACA JUGA :  Buruh Tambang Keluhkan Hari Libur Nasional Dihilangkan, Tetap Masuk Kerja Namun Dibayar Hari Biasa

Tidak hanya itu, beberapa pemilik pangkalan di sekitar Kota Labuha juga mengaku mendapat beban tambahan berupa setoran kepada pihak tertentu agar tetap bisa beroperasi.

“Kami juga dibebankan untuk menyetor minyak setiap kali operasi,” tutur salah satu pemilik pangkalan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Terkait belum memberikan tanggapan resmi atas informasi dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi tersebut.

BACA JUGA :  Kesultanan Sambaliung dan Organisasi Sabang Merah Borneo DPD Berau Pesisir, Mosi tidak percaya dan kecaman keras terhadap PT Tridaya Hutan Lestari (PT THL).

Masyarakat berharap, pemerintah daerah, khususnya Bupati Bassam Kasuba dan Wakil Bupati Halsel, segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan pangkalan-pangkalan nakal agar distribusi minyak tanah bersubsidi kembali tepat sasaran.

BACA JUGA :  Waspada Hantavirus! Puluhan Kasus Ditemukan di RI, Tiga Korban Jiwa Berjatuhan

 

Penulis : Rafsanjani M.utu

Editor : Admin Suarautama.id

Sumber Berita: Pantauan

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80
Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba
Berita ini 177 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:30 WIB

Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:43 WIB

Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB