Barongsai dan dodol China Dua Ikon Imlek mengenal Sejarah Imlek di Dunia dan Indonesia

Jumat, 24 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suara Utama, Imlek adalah tahun baru yang dimulai pada hari pertama dan bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa. Bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia, hari raya Imlek tentu memiliki sejarah dan asal-usulnya tersendiri. Pada awalnya, sejarah Imlek ini mulai terjadi sejak zaman Dnasti Shang.
Ingin tahu bagaimana sejarah Imlek bagi masyarakat Tionghoa selengkapnya? Pada kesempatan kali ini, DepositoBPR by Komunal menjelaskan asal-usul Imlek di dunia maupun di Indonesia.
Mengenal Sejarah Imlek  Tahun baru Imlek sebentar lagi akan tiba. Berbagai dekorasi khas Imlek sudah mulai bertebaran untuk menyambut hari raya ini. Karena itu, tak sedikit orang yang penasaran, sebetulnya, bagaimana asal-muasal Imlek ini? Pada dasarnya, peringatan tahun baru Imlek sangat sarat dengan berbagai tradisi Tionghoa yang sudah berlangsung sejak zaman dahulu dan terus dilestarikan sampai saat ini. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraian lengkap mengenai sejarah Imlek di dunia serta di Indonesia.
1. Sejarah Imlek di Dunia
Sebetulnya, belum diketahui secara pasti bagaimana permulaan hari raya Imlek atau juga dikenal dengan Sin Cia ini. Namun, beberapa orang percaya bahwa Imlek mulai terjadi sejak zaman Dinasti Shang pada 1600–1046 sebelum masehi (SM) atau sekitar 3500 tahun yang lalu.Pada zaman Dinasti Shang, masyarakat Tionghoa kerap mengadakan upacara pengorbanan sebagai bentuk penghormatan terhadap dewa dan leluhur. Upacara pengorbanan ini selalu dilakukan setiap awal dan akhir tahun.
Selain itu, upacara tersebut juga menjadi ritual untuk menyembah alam sebagai bentuk pemberkatan dari hasil panen pada pergantian tahun.
Sejarah Imlek pada zaman Dinasti Shang pun turut diwarnai dengan legenda mengenai serangan monster yang bernama Nian. Nian digambarkan sebagai makhluk buas menyerupai singa, bertanduk runcing, bergigi taring, dan hidup di dasar laut. Monster ini akan muncul ke pesisir setiap malam tahun baru dalam penanggalan China untuk memangsa hasil bumi, hewan ternak, dan bahkan manusia.
Untuk mencegah serangan Nian yang bisa menghancurkan harta benda hingga mengancam nyawa, warga rela menghidangkan makanan di setiap pintu rumah. Menurut nasihat para leluhur, Nian takut dengan hal-hal yang berwarna merah dan suara keras. Karena itu, warga mulai memasang gulungan kertas dan lentera merah di setiap pintu rumah, serta menyalakan petasan untuk mengusir dan mencegah Nian masuk ke pemukiman.
2. Sejarah Imlek di Indonesia
Di Indonesia, hari raya Imlek tentu memiliki sejarahnya tersendiri. Secara umum, perayaan Imlek di Indonesia berawal dari kedatangan orang-orang Tionghoa ke Asia Tenggara untuk berdagang. Selain memengaruhi sektor komoditas dan ekonomi di Indonesia, kedatangan mereka juga membawa berbagai tradisi khas Tionghoa ke tanah air, termasuk perayaan Imlek.
Pada zaman pemerintahan Soekarno, masyarakat Tionghoa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan identitas dan merayakan budaya mereka. Namun, memasuki kepemimpinan Soeharto, upacara keagamaan dan tradisi Tionghoa hanya diizinkan dalam lingkungan keluarga dan ruangan tertutup. Memasuki era pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), perayaan Imlek kembali diizinkan untuk dilaksanakan secara terbuka.
Kemudian, pada tahun 2003, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002 dan meresmikan Imlek sebagai salah satu hari libur nasional. Sejak itu, perayaan Imlek di Indonesia terus dirayakan pada setiap tahun.
Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa dengan khasnya dua ikon perayaan Imlek yang berasal dari Tiongkok. Perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15. Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti “malam pergantian tahun”. Wikipedia
Tanggal: Rabu, 29 Januari 2025vDirayakan oleh: Orang Tionghoa dan komunitas Sinofon, Jenis: Budaya; Religi; (Kepercayaan tradisional Tionghoa, Buddha, Konghucu, Daois, Nama lain: Tahun Baru Tionghoa, Tahun Baru Cina,Perayaan: Barongsai Terkait dengan: Cap Go Meh (perayaan yang mengakhiri perayaan Tahun Baru Imlek). dikutip dari Sumber DepositoBPR by Komunal.
Berdasarkan SKB tersebut, Tahun Baru Imlek 2025 jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025. Tahun Baru Imlek tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional.                                                                                                                              Berdasarkan pengamatan penulis, dalam perayaan Imlek di Indonesia tahun tahun sebelumnya, selalu ditunggu tunggu baik oleh keturunan Tiongkok maupun Masyarakat Indonesia, karena acaranya atraksi barongsai meriah sehingga menghibur yang menyaksikan acara tersebut.
Pada kesempatan ini selamat Hari Imlek 2025!!

BACA JUGA :  Super Camp 2025 Siap Digelar di Bandung, Ajang Silaturahmi Nasional AR Learning Center dan Suara Utama

Penulis : Tonny Rivani

Editor : Tonny Rivani

Sumber Berita : Kutipan DepositoBPR by Komunal

Berita Terkait

Predator Koruptor Sebut Tidak Ada Audensi, Gubernur Jatim di Periksa Sebagai Saksi Korupsi Dana Hibah
Desa Kapuk Darurat PETI: Sarnubi Alias Yadi Disinyalir Terlibat, Alam Terancam Bencana
Pemuda Katolik Komcab Dogiyai Desak Pemprov Papua Tengah Segera Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Mee & Kamoro
Aksi Damai, Kantor Gubernur Jatim Bergetar, Suara Wapres LIRA Lantang dan Menggelegar 
Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 10 Merangin Disorot, Pekerjaan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Jembatan Gantung Rp.200 Juta Muara Pangi Mangkrak, Inspektorat Diminta Periksa Kades Arpis
Motor Guru PAUD Hilang, Oknum Mengaku dari Disdikdaya Kab. Probolinggo Terindikasi Dugaan Intimidasi Korban
Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 09:05

Predator Koruptor Sebut Tidak Ada Audensi, Gubernur Jatim di Periksa Sebagai Saksi Korupsi Dana Hibah

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:11

Desa Kapuk Darurat PETI: Sarnubi Alias Yadi Disinyalir Terlibat, Alam Terancam Bencana

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:29

Pemuda Katolik Komcab Dogiyai Desak Pemprov Papua Tengah Segera Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Mee & Kamoro

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:31

Aksi Damai, Kantor Gubernur Jatim Bergetar, Suara Wapres LIRA Lantang dan Menggelegar 

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:31

Rehabilitasi Ruang Kelas SMAN 10 Merangin Disorot, Pekerjaan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 09:33

Motor Guru PAUD Hilang, Oknum Mengaku dari Disdikdaya Kab. Probolinggo Terindikasi Dugaan Intimidasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:39

Kolaborasi Kebaikan Ramadhan 1447 H: Mushida Bersama MT Az-Zahrah dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:26

PETI Excavator Diduga Milik Harahap Menggila di Desa Tambang Emas, Publik Pertanyakan Ketegasan Aparat

Berita Terbaru