Mengenal Profesi Refraksi Optimetris

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Profesi refraksi optimetris adalah salah satu bidang yang memegang peranan penting dalam dunia kesehatan mata. Seorang refraksi optometris adalah tenaga kesehatan yang memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis dan meresepkan kacamata serta lensa kontak untuk memperbaiki masalah penglihatan. Mereka berfungsi sebagai jembatan antara pasien dan dokter mata, melakukan pemeriksaan awal sebelum merujuk kepada spesialis jika diperlukan.

Salah satu tugas utama dari refraksi optometris adalah melakukan pemeriksaan refraksi, yang merupakan serangkaian tes untuk menentukan ketajaman visual serta kebutuhan koreksi penglihatan pasien. Melalui penggunaan alat-alat khusus, seperti phoropter dan retinoskop, mereka dapat mengukur seberapa baik seseorang dapat melihat pada jarak tertentu dan mengidentifikasi adanya kelainan refraksi, seperti miopi, hiperopia, dan astigmatisme.

Selain pemeriksaan, refraksi optometris juga bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada pasien tentang kesehatan mata. Mereka menjelaskan cara merawat kacamata atau lensa kontak, serta pentingnya pemeriksaan mata secara rutin. Dalam beberapa kasus, mereka juga dapat memberikan saran tentang gaya hidup yang dapat membantu menjaga kesehatan mata, seperti nutrisi yang baik dan perlindungan terhadap sinar UV.

jumlah lulusan refraksi optometris masih belum sebanding dengan kebutuhan akan tenaga kesehatan mata di lapangan. Data menunjukkan bahwa jumlah penderita masalah penglihatan di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan gaya hidup modern. Hal ini menciptakan permintaan yang tinggi akan tenaga profesional di bidang ini.

Data RWhatsApp Image 2025 09 03 at 08.04.34 Mengenal Profesi Refraksi Optimetris Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

elevansi Optometri

Menurut data terbaru, jumlah penduduk dunia saat ini mencapai 8,2 miliar, dengan 2,2 miliar di antaranya mengalami gangguan penglihatan. Diperkirakan, pada tahun 2050, jumlah penderita miopi akan mencapai 5 miliaran orang. Di Indonesia, jumlah optometris saat ini sekitar 9.000 orang, yang masih jauh dari cukup mengingat ada 26.600.000 orang yang membutuhkan bantuan dalam hal kesehatan mata. Penambahan jumlah optometris di Indonesia adalah 721 orang, sementara target yang ditetapkan adalah mencapai 15.000 optometris pada tahun 2040.

BACA JUGA :  Kemenag TTS Sukses Gelar Event Implementasi Berbasis Lokasi Kampung Moderasi Beragama di Kota Soe

Prospek Profesi

Prospek profesi refraksi optimetris di Indonesia cukup cerah. Dengan semakin banyaknya kesadaran akan pentingnya kesehatan mata, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, kebutuhan akan refraksi optometris diharapkan akan terus meningkat. Selain itu, dengan perkembangan teknologi dalam pemeriksaan mata dan alat bantu visual, profesi ini akan tetap relevan.

Refraksi optometris juga dapat menjelajahi berbagai jalur karir, seperti berpraktik secara mandiri, bekerja di klinik kesehatan mata, atau bergabung dengan institusi pendidikan untuk mengajar. Banyak lulusan yang juga dapat terlibat dalam penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan mata, yang semakin membuka peluang untuk berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.

Dengan peranannya yang vital dalam menjaga kesehatan mata, profesi refraksi optimetris tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan. Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan memberikan pemahaman tentang kesehatan mata, mereka membantu masyarakat untuk menikmati kualitas penglihatan yang lebih baik, yang pada gilirannya berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis :

Aris Munandar, S.Pd.I., M.M

Mahasiswa Akademi Refraksi Optisi & Optometri GAPOPIN

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru