Mahasiswa Papua Tengah Gelar Mimbar Bebas, 18 Tuntutan Disuarakan

- Publisher

Sabtu, 21 Februari 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA,Nabire- Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi damai mimbar bebas di Pasar Karang Tumaritis, Nabire, Papua Tengah, Jumat (20/2) pagi. Aksi dimulai pukul 08.00 WIT dan berlangsung tertib hingga selesai.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan tema “Cabut PSN, Tolak Militerisme dan Investasi di Tanah Papua.” Para peserta menyampaikan orasi secara bergantian, membentangkan spanduk, serta membacakan pernyataan sikap terkait situasi cabut PSN, Tolak Militerisme dan investasi di tanah Papua.

Koordinator lapangan aksi mimbar bebas, Marius Petege, dalam orasinya menyampaikan keprihatinan terhadap dampak peningkatan operasi keamanan dan ekspansi investasi yang dinilai memengaruhi kehidupan masyarakat adat Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petege menyebut sejumlah wilayah seperti Yahukimo, Intan Jaya, Nduga, Pegunungan Bintang, Maybrat, dan Boven Digul sebagai daerah yang terdampak situasi masih terjadi konflik.

BACA JUGA :  Investigasi Terindikasi Melanggar SOP, Rombongan SPI PDAM Serta Terduga Datangi Rumah Korban dan Kabiro Media Online Desa Tegalwatu 

Selain itu, massa aksi juga menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua, termasuk program pengembangan pangan dan energi di Merauke yang dicanangkan pada masa pemerintahan Joko Widodo.

Mereka menilai sejumlah proyek tersebut perlu dievaluasi karena dianggap berpotensi berdampak pada lingkungan dan hak masyarakat adat Papua.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menyampaikan 18 tuntutan, di antaranya

  1. Hentikan pendropan militer dan tindakan represif terhadap warga sipil di Tanah Papua
  2. Mendesak TNI/Polri menghentikan penembakan dan penangkapan terhadap warga sipil tanpa alasan serta bukti hukum yang jelas.
  3. Stop jadikan fasilitas rakyat rumah sakit ,sekolah, gereja, kantor pemerintah dan rumah warga sebagai pos militer di seluruh tanah papua.
  4. Pemerintah hentikan perampasan tanah adat milik masyarakat adat papua.
  5. Hentikan pembabatan hutan dan penanam kelapa sawit di seluruh tanah papua.
  6. Proyek strategis nasional PSN dan berdampak merusak hutan seperti merauke dan seluruh tanah papua.
  7. Kami mendesak pengusutan tuntas kasus pelanggaran ham berat di Papua
  8. Kami menolak eksploitasi blok b wabu
  9. Tuntaskan kasus soengama berdarah di intan jaya
  10. Kami menolak 53 perusahaan yang direncanakan beroperasi di papua tengah
  11. Kami menolak 2.670 perusahaan yang beroperasi di seluruh tanah papua.
  12. kami menolak pembentukan daerah baru (DOB) dan pemekaran wilayah yang dinilai tidak melibatkan masyarakat Papua.
  13. kami menegaskan kepada pemerintah papua tengah segera hentikan dan cabut izin perusahaan Ilegal maupun Legal yang beroperasi di papua Tengah.
  14. Pemerintah segera usut tuntas tapal batas di kapiraya supaya tidak terjadi konflik horizontal.
  15. Hentikan teror dan intimidasi terhadap Wartawan jurnalis papua dan berikan ruang Bebas bagi jurnalis seluruh tanah Papua.
  16. polres nabire hentikan penangkapan liar.
  17. Berikan keadilan bagi ibu dan 12 anak anak anggota Sipil puncak pelaku penembakan.
  18. Berikan Penentuan nasib sendiri bagi bangsa papua barat.
BACA JUGA :  Langkah Percepat Penggantian Direktur Utama Bank kaltimtara, Padahal Masa Jabatan Masih Ada.

Aksi berlangsung dalam pengawasan aparat keamanan di Nabire papua Tengah. Hingga kegiatan berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif.

BACA JUGA :  Nama Calon Direktur Perumdam Tirta Argapura Tidak di ACC Kemendagri, Ketua Pansel Sebut Akan Mengusulkan Ulang 

Gerson Pigai menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara damai dan terbuka di ruang publik,tutupnya pigai.

Berita Terkait

Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026
Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.
Haris Diduga Rusak Hutan Desa Lubuk Birah untuk PETI, Warga Minta Dicopot dari Ketua LPHD
konflik agraria penyerobotan lahan adat dikawasan kampung bumi jaya, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir M.A, Raja Muda Perkasa, Sultan Sambaliung, menyambangi lokasi
Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”
Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI
Dinamika Persaingan Media di Makassar dan Gowa Jadi Sorotan, Profesionalisme Pers Dipertanyakan
Self Healing Talk & Workshop Bouquet untuk Muslimah
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:07 WIB

Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026

Minggu, 24 Mei 2026 - 23:25 WIB

Momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, Memimpin ritual adat di wilayah PT Antasena.

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:14 WIB

konflik agraria penyerobotan lahan adat dikawasan kampung bumi jaya, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir M.A, Raja Muda Perkasa, Sultan Sambaliung, menyambangi lokasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:13 WIB

Fahry Lamato Buka Suara Soal Isu SARA: “Jangan Ada Upaya Mengadu Domba Masyarakat Bitung”

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:42 WIB

Rumah Kaprawi Disorot Warga, Diduga Jadi Lokasi Penampungan dan Pembakaran Emas Hasil PETI

Berita Terbaru

Berita Utama

Warga Sempat Hilang, Ditemukan Selamat pada Senin 25 Mei 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 17:07 WIB