Keren Banget, Indonesia Jadi Rujukan Dunia: Gelombang Aksi Massa Demo Merebak Mancanegara hingga Sorotan PBB

Rabu, 10 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Aksi Massa Demo di Jakarta - 8/2025

Gambar Ilustrasi Aksi Massa Demo di Jakarta - 8/2025

SUARA UTAMA – Gelombang aksi massa di Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Bukan hanya karena jumlah pesertanya yang luar biasa besar, tetapi juga karena kedewasaan demokrasi yang ditunjukkan rakyat dalam menyampaikan aspirasi. Fenomena ini membuat Indonesia disebut sebagai salah satu rujukan dunia dalam mengekspresikan kebebasan sipil.

Indonesia Jadi Barometer Demokrasi Jalanan

Sejarah panjang reformasi sejak 1998 membentuk tradisi baru: rakyat tidak segan turun ke jalan untuk menyuarakan pendapatnya. Di banyak kesempatan, demonstrasi menjadi kanal sah yang memperkuat partisipasi politik masyarakat.

Kini, aksi yang bermula di Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar bergema melampaui batas negara. Lini media sosial dunia dipenuhi tagar solidaritas bagi gerakan rakyat Indonesia. Di beberapa kota besar Asia dan Eropa, kelompok masyarakat sipil melakukan aksi simpatik dengan menjadikan Indonesia sebagai contoh keberanian menyuarakan suara rakyat.

Sorotan Dunia Internasional dan PBB

Badan Dunia PBB melalui beberapa lembaga resminya memberikan perhatian khusus. Sekretaris Jenderal PBB menegaskan pentingnya mendengar aspirasi rakyat sebagai fondasi tata kelola pemerintahan modern.

Sejumlah media internasional juga mengangkat fenomena ini. The Guardian menulis bahwa “Indonesia menunjukkan bagaimana demokrasi jalanan dapat berjalan tanpa terjebak dalam kekerasan.” Al Jazeera menilai gerakan di Indonesia sebagai simbol kebangkitan masyarakat sipil Asia. Sementara NHK Jepang menyebut aksi ini sebagai “energi sosial yang bisa menjadi model global.”

Pandangan Akademisi dan Pakar Politik

Pakar politik Universitas Indonesia menyebut bahwa sorotan dunia atas aksi di Indonesia menandakan kematangan demokrasi. “Rakyat tidak hanya berani menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu menjaga kedamaian dan kedisiplinan dalam gerakan,” ujarnya.

Sementara pengamat hubungan internasional dari UGM berpendapat, “Ketika PBB memberi atensi terhadap dinamika di Indonesia, itu berarti Indonesia tidak lagi hanya sekadar penonton di panggung global, tetapi menjadi aktor penting yang memberi inspirasi bagi negara lain.”

BACA JUGA :  Prabowo Tegaskan Komitmen Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat Lewat Program Strategis

Pandangan Ormas dan Organisasi Mahasiswa

Ketua Umum Muhammadiyah menyatakan bahwa aksi massa yang tertib dan damai menunjukkan kedewasaan demokrasi bangsa. “Selama aspirasi rakyat disampaikan dengan damai dan pemerintah mau membuka ruang dialog, maka gerakan ini akan menjadi modal sosial yang besar,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) menekankan pentingnya menjaga persatuan. “Demokrasi harus tetap berlandaskan ukhuwah dan persaudaraan. Aksi rakyat jangan sampai menimbulkan perpecahan, tetapi harus menjadi momentum memperkuat keadilan sosial,” ujar salah satu pengurus besar NU.

Dari kalangan mahasiswa, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menegaskan bahwa gerakan massa adalah bentuk nyata partisipasi generasi muda. “Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mahasiswa Indonesia tetap menjadi penjaga moral bangsa. Sorotan global harus membuat pemerintah lebih serius menanggapi tuntutan rakyat,” kata salah satu koordinator BEM SI.

Ujian bagi Pemerintah

Namun, sorotan dunia juga berarti ujian berat bagi pemerintah. Transparansi, dialog terbuka, dan kemampuan merespons tuntutan rakyat akan menjadi indikator keberhasilan pemerintah dalam menjaga legitimasi politik. Jika salah langkah, sorotan positif bisa berubah menjadi kritik tajam.

Penutup : Aksi massa di Indonesia yang kini merebak hingga mancanegara dan disorot PBB bukan sekadar fenomena lokal, melainkan bukti bahwa demokrasi Indonesia memiliki daya tarik global. Tantangan ke depan adalah bagaimana energi besar rakyat ini diarahkan menjadi kekuatan konstruktif untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus meneguhkan posisi Indonesia sebagai rujukan dunia.

Berita Terkait

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru