Investor Cerdas Pilih Averaging Up, Ini Penjelasan Pakar

- Publisher

Senin, 27 Oktober 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Investor senior Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP memberikan pandangannya mengenai strategi averaging up yang dinilai lebih efektif dalam pengelolaan risiko investasi saham modern. Gambar latar menampilkan pergerakan harga saham di layar perdagangan yang mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia.

Investor senior Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP memberikan pandangannya mengenai strategi averaging up yang dinilai lebih efektif dalam pengelolaan risiko investasi saham modern. Gambar latar menampilkan pergerakan harga saham di layar perdagangan yang mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia.

SUARA UTAMA – Surabaya, 27 Oktober 2025 –  Dalam dinamika pasar saham yang semakin cepat dan volatil, strategi averaging up kini dinilai sebagai pendekatan investasi yang lebih relevan dibandingkan averaging down. Para analis dan pelaku pasar sepakat bahwa strategi menambah posisi saat harga saham naik mencerminkan kedisiplinan dalam mengikuti tren pasar, bukan melawannya.

 

Perubahan Paradigma di Kalangan Investor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku investor dari orientasi “harga murah” menuju pola pikir trend following. Jika sebelumnya banyak investor memilih menambah pembelian saat harga turun (averaging down), kini tren justru mengarah pada strategi menambah posisi di saham yang tengah menunjukkan kekuatan harga (averaging up).

Menurut data dari sejumlah komunitas saham daring, lebih dari 60% trader aktif di Indonesia kini menggunakan pendekatan momentum trading yang mengutamakan pembelian bertahap saat tren naik.
Hal ini juga tercermin dari kenaikan aktivitas transaksi saham berkapitalisasi besar yang menunjukkan pola breakout buying selama kuartal ketiga tahun 2025.

BACA JUGA :  Langkah  Kesultanan Sambaliung dalam mempertegas posisi masyarakat adat sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

“Investor modern tidak lagi terpaku pada harga murah, tetapi pada arah dan kekuatan tren. Averaging up adalah bentuk adaptasi terhadap realitas pasar yang dinamis,” ujar Tambah Yulianto

 

Pandangan Profesional: Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP

Investor senior Yulianto Kiswocahyono, SE., SH., BKP, menilai bahwa averaging up merupakan strategi yang lebih selaras dengan prinsip manajemen risiko jangka panjang. Menurutnya, dalam pasar yang semakin efisien, harga mencerminkan sentimen dan kekuatan fundamental secara lebih cepat.

“Strategi averaging up lebih rasional. Ketika harga naik, berarti pasar sudah memberikan validasi terhadap keputusan investasi kita. Menambah posisi pada momentum seperti ini justru memperkuat portofolio yang sehat,” jelas Yulianto kepada SUARA UTAMA, Senin (27/10/2025).

“Sebaliknya, averaging down kerap menjadi jebakan psikologis. Banyak investor berpikir harga murah berarti kesempatan, padahal tren turun bisa menandakan masalah fundamental atau penurunan minat pasar,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pemimpin Redaksi Andre Hariyanto Ajak Seluruh Keluarga Besar Hadiri Silatnas & Anniversary 2026

 

Kapan Averaging Down Masih Layak Dilakukan

Meski demikian, Yulianto tidak menolak sepenuhnya praktik averaging down. Ia menegaskan bahwa strategi ini tetap bisa digunakan oleh investor jangka panjang yang memahami betul nilai intrinsik dari saham yang dimiliki.

“Kalau kita bicara saham-saham dengan fundamental kokoh, seperti perbankan besar atau sektor komoditas strategis, averaging down bisa masuk akal. Tapi harus berbasis pada analisis, bukan emosi,” ungkapnya.

Menurutnya, kunci utama dalam menentukan strategi bukan sekadar harga atau tren, melainkan niat investasi dan horizon waktu.
Trader harian akan lebih cocok dengan averaging up berbasis momentum, sedangkan investor nilai (value investor) bisa tetap menggunakan averaging down dengan pendekatan jangka panjang.

 

Analisis Risiko dan Psikologi Pasar

Strategi averaging up menuntut disiplin tinggi dalam pengelolaan risiko. Trader harus mampu menentukan titik masuk (entry point) yang jelas, sekaligus menetapkan stop loss untuk membatasi kerugian jika harga berbalik arah.
Hal ini berbeda dengan averaging down, yang sering dilakukan tanpa batasan risiko, hanya berbekal harapan harga akan pulih.

BACA JUGA :  Sidang Lanjutan Konflik Renah Alai: Enam Terdakwa Akui Rusak Pondok dan Tebang Pohon Kopi Milik Korban

Para psikolog keuangan menilai, salah satu kesalahan umum investor pemula adalah overconfidence keyakinan berlebihan bahwa harga akan kembali naik.

“Masalah terbesar bukan pada strateginya, tetapi pada ego investor. Banyak yang ingin ‘membenarkan’ keputusan salah dengan membeli lebih banyak,” tulis laporan Investor Sentiment 2025 yang dirilis oleh Institute of Behavioral Finance.

 

Kesimpulan: Disiplin dan Data Adalah Kunci

Tren pergeseran ke arah averaging up mencerminkan kematangan pasar modal Indonesia. Strategi ini menuntut disiplin, analisis teknikal yang solid, serta pemahaman akan dinamika makroekonomi.

Yulianto Kiswocahyono menegaskan, keberhasilan dalam berinvestasi tidak ditentukan oleh strategi semata, tetapi oleh konsistensi dan pengelolaan emosi.

“Averaging up atau down hanyalah alat. Yang menentukan hasil akhirnya adalah seberapa disiplin kita menjalankan rencana investasi. Pasar akan selalu berubah, tapi prinsip kehati-hatian tidak pernah ketinggalan zaman,” tutupnya.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)
Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh
Lapas Kelas IIB Bangko dan BPS Merangin Perkuat Sinergi Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  
Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama
Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri
PDI Perjuangan Makassar Lantik Pengurus Anak Cabang se-Kota Makassar
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:45 WIB

Berkumpul tokoh sentral adat, PYM Datu Amir MA (Sultan Sambaliung), PYM Adji Raden M. Bahkrun (Sultan Gunung Tabur), serta H. Datu Dissan Hasanudin Maulana (Sultan Bulungan)

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:45 WIB

Lapas Kelas IIB Sarolangun Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Petugas, Kalapas: Kami Masih Lakukan Pendalaman Secara Menyeluruh

Senin, 22 Juni 2026 - 18:48 WIB

Perselisihan di Warung Mentawak Berujung Pemukulan, YL Lapor ke Polres Merangin  

Senin, 22 Juni 2026 - 12:17 WIB

Silatnas dan Milad 2026 Perkuat Ukhuwah, Komitmen, dan Kompetensi Anggota AR Learning Center serta Suara Utama

Senin, 22 Juni 2026 - 10:45 WIB

Raker Ma’had Ar-Rohmah Bogor Perkuat Mutu Pendidikan dan Prestasi Santri

Berita Terbaru

Berita Utama

Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Selasa, 23 Jun 2026 - 21:43 WIB