Hadiri Rembuk Otonomi Daerah, Wawako Pangkalpinang Sampaikan Aspirasi Terkait Kawasan Industri dan Status Wilayah

- Publisher

Rabu, 1 April 2026 - 21:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, PANGKALPINANG – Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menghadiri acara Rembuk dan Bincang Otonomi Daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI secara daring, Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang berpusat di Smart Room Center (SRC) Gedung Wali Kota ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, serta jajaran Kepala Bagian di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.

Rapat yang dipimpin oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kemendagri ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan pusat terhadap daerah, sekaligus memperkuat sinergi pembangunan nasional.

BACA JUGA :  Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Dalam forum tersebut, Dessy Ayutrisna menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Kemendagri sebagai wadah penyampaian aspirasi daerah. Mengingat masa kerja pemerintahan saat ini baru berjalan sekitar lima bulan, Dessy mengusulkan adanya pelatihan khusus bagi pimpinan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berencana mengadakan pelatihan atau diklat bagi pimpinan daerah guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang baru berjalan ini,” ujar Dessy.

BACA JUGA :  Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Terkait urusan fiskal, Dessy menyinggung soal Transfer ke Daerah (TKD) dan mencatat bahwa struktur belanja pegawai di Pangkalpinang masih relatif serupa dengan daerah lain di Indonesia.

Namun, ia memberikan catatan kritis terkait usulan status Kepulauan Bangka Belitung kepada Badan Informasi Geospasial yang telah diajukan sejak tahun 2024. Hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapatkan tanggapan resmi dari pemerintah pusat.

BACA JUGA :  SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah rencana Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk mengusulkan pengelolaan kawasan industri oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Harapannya, apa yang kita usulkan dapat segera direspons oleh pemerintah pusat, sehingga keberlanjutan pembangunan di Kota Pangkalpinang bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Penulis : Rozi

Editor : Aisyah Putri Widodo

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp