Guncangan Dahsyat Kamchatka M8,7, Pesisir Indonesia Siaga Tsunami

- Publisher

Rabu, 30 Juli 2025 - 17:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA,NAGEKEO 

Jakarta, 30 Juli 2025 Guncangan dahsyat mengguncang wilayah pesisir timur Kamchatka, Rusia, pada Rabu pagi, 30 Juli 2025, pukul 06.24 WIB. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 ini terjadi di kedalaman 18 kilometer dan terdeteksi sebagai gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di zona Palung KurileGempa Rusia

Dengan karakteristik mekanisme patahan naik (thrust fault), gempa ini berpotensi memicu gelombang tsunami di kawasan Samudera Pasifik. Beberapa negara yang berada dalam lintasan potensi tsunami termasuk Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, Guam, dan Indonesia.

Indonesia dalam Status Waspada Tsunami

Di Indonesia, sejumlah wilayah pesisir bagian timur dinyatakan berstatus Waspada, dengan potensi gelombang tsunami mencapai ketinggian kurang dari 0,5 meter. Peringatan ini berlaku untuk daerah-daerah berikut beserta perkiraan waktu tiba gelombang (ETA):

1. Talaud – ETA pukul 14.52 WITA

2. Kota Gorontalo – ETA pukul 16.39 WITA

3. Halmahera Utara – ETA pukul 16.04 WIT

BACA JUGA :  Bapas Padang Perkuat Tugas dan Fungsi serta Sinergi Reintegrasi Sosial melalui Kelayan Binter

4. Manokwari – ETA pukul 16.08 WIT

5. Raja Ampat – ETA pukul 16.18 WIT

6. Biak Numfor – ETA pukul 16.21 WIT

7. Supiori – ETA pukul 16.21 WIT

8. Sorong Utara – ETA pukul 16.24 WIT

9. Jayapura – ETA pukul 16.30 WIT

10. Sarmi – ETA pukul 16.30 WIT

Warga diimbau untuk tetap tenang, namun segera menjauh dari wilayah pantai dan tidak melakukan aktivitas di sekitar pesisir hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

BACA JUGA :  Razia Gabungan dan Tes Urine Serentak, Lapas Sarolangun Pastikan Hunian Bersih dari Narkoba

Terjadi Gempabumi Susulan

Hingga pukul 08.30 WIB, setidaknya tercatat tujuh kali gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo bervariasi antara 5,4 hingga 6,9. Aktivitas ini masih berpotensi berlanjut, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap guncangan lanjutan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Penulis: Severinus je

Editor: Andre Hariyanto

Sumber Berita: wartawan suara utama

Berita Terkait

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan
Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin
Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang
Berita ini 121 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:49 WIB

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 November 2026 - 11:56 WIB

Kelompok Tumenggung Jon Serahkan 20 Pucuk Senjata Api Rakitan kepada Polres Merangin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

Penggrebekan Kampung Bahari oleh Polres Jakarta Utara || Sumber : tribratanews.metro.polri.go.id

Berita Utama

1.800 Polisi Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:49 WIB

Chat via WhatsApp