Gubernur Jawa Timur Turun Langsung Tinjau Banjir di Lamongan

- Publisher

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Gubernur Jatim Tinjau Bencana Banjir di Lamongan - Gresik didampingi Bupati Lamongan bersama Staf (Suroso/SUARA UTAMA)

FOTO: Gubernur Jatim Tinjau Bencana Banjir di Lamongan - Gresik didampingi Bupati Lamongan bersama Staf (Suroso/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Lamongan – Pada Sabtu (10/01/2026), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa curah hujan pada bulan Januari ini mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai tiga kali lipat dibandingkan dengan bulan Desember 2025 yang lalu. Oleh karena itu, Khofifah mengingatkan agar semua pihak bersiap untuk melakukan antisipasi. Hal ini disebabkan oleh sifat kondisi alam yang sulit diprediksi, sehingga langkah-langkah antisipatif menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin terjadi.

Khofifah menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir di beberapa daerah di Jawa Timur, terutama di sepanjang daerah aliran sungai Bengawan Jero Kabupaten Lamongan yang mengalir hingga ke wilayah Kabupaten Gresik. Untuk itu, selain melakukan modifikasi cuaca yang saat ini sudah dilakukan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mempersiapkan langkah-langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai yang akan mengalir hingga ke laut.

BACA JUGA :  OD Summit 2026 Dorong Pemimpin Organisasi Menemukan Arah Baru di Tengah Perubahan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Intensitas hujan di bulan Desember hanya sekitar 20 persen, sementara pada bulan Januari ini meningkat menjadi 58 persen, hampir tiga kali lipat. Diperkirakan pada bulan Februari, intensitas hujan akan menurun kembali menjadi 22 persen,” kata Khofifah kepada Redaksi Suara Utama.

BACA JUGA :  Meriaaah!!!, Carnaval Budaya Nusantara Yayasan Karomatul Hasan Tegalwatu Gandeng Pemerintah Kecamatan Tiris 

Ia juga menyampaikan bahwa normalisasi kanal direncanakan sepanjang kurang lebih sembilan kilometer dan akan melibatkan kolaborasi antar daerah dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, mengingat jalur kanal tersebut akan melewati kawasan pinggiran Jipeng yang menjadi perhatian masyarakat setempat terkait potensi limpasan air.

“Komunikasi dan koordinasi yang intens dengan Pemkab Gresik sangat diperlukan, mengingat ada kekhawatiran mengenai limpasan air yang dapat mengarah ke wilayah mereka. Semua langkah ini diambil agar aliran air dapat terkelola dengan baik,” jelasnya.

BACA JUGA :  Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Di samping itu, sebagai langkah darurat, Khofifah juga menyebutkan tentang penutupan pintu air Kuro yang memiliki enam pintu dengan kapasitas 840 liter per detik. Namun, tidak semua pintu dapat dioperasikan secara bersamaan karena banyaknya anak sungai yang bermuara ke jalur tersebut.

“Untuk upaya mitigasi bencana, diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media massa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan publik dalam menghadapi puncak musim hujan,” tutupnya.

Penulis : Suroso

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/