Fantastis, Bupati Subang Teken MoU Revitalisasi Tambak Pantura: Langkah Serius Dukung Swasembada Pangan Nasional!

- Publisher

Kamis, 26 Juni 2025 - 17:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Subang – Bupati Subang,Reynaldy Putra Andita, menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dan Talkshow dengan Media. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (25/06/2025) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Jakarta.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Diskusi utama dalam pertemuan ini adalah Sinergi Perencanaan Pembangunan dan Pengelolaan Perikanan Budi Daya dalam rangka Mendukung Program Revitalisasi Tambak Pantai Utara di Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Bupati Subang, tiga kepala daerah kabupaten di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat turut hadir. Yakni Bupati Karawang, Bupati Kabupaten Bekasi, dan Bupati Indramayu.

Acara ini dilatarbelakangi oleh kondisi tambak yang tidak produktif, dengan rata-rata hanya menghasilkan 0,6 ton per hektare per tahun.

Di Kabupaten Subang sendiri, ada 2.369,76 hektare lahan tambak yang akan direvitalisasi. Lahan ini tersebar di empat kecamatan, yaitu Blanakan, Sukasari, Legonkulon, dan Pusakanagara.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menekankan bahwa kekayaan terbesar Indonesia adalah kelautan. Ia menyatakan bahwa potensi laut harus dimanfaatkan secara optimal sekaligus tetap dijaga kelestariannya.

BACA JUGA :  Oknum Petugas PTSL 2023 Ngaku Kecolongan, Menteri ATR/BPN di Minta Bereskan dan Selesaikan Permasalahan di Probolinggo 

“Mengubah mindset rakyat bahwa laut itu, kekayaan alam Indonesia paling besar,”jelasnya

Kang Dedi Mulyadi juga bertekad akan mengembalikan kejayaan tanah dan laut, khususnya di Jawa Barat. Dengan target dalam dua tahun, ia menargetkan tidak ada lagi bangunan liar dan sertifikasi bantaran sungai, karena permasalahan di sungai pada akhirnya akan mengalir sampai ke laut.

“Mengembalikan kembali kejayaan tanah dan laut kita. Dalam 2 tahun di Jawa Barat tidak ada lagi bangunan liar di sungai dan sertifikat di bantaran sungai,”pungkasnya

Kang Dedi Mulyadi yakin dengan sinergi antara Kementerian KKP dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, garis pantai Pantura Jawa Barat akan menjadi garis pantai yang indah dan menjadi titik ekonomi baru menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Maju.

“Tidak akan lama saya yakin hamparan pantai di Pantura Jawa Barat menjadi garis pantai yang indah dan menjadi titik ekonomi baru. MoU menuju Jawa Barat Istimewa dan Indonesia Maju.”tuturnya

Acara kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nota kesepakatan ini berfokus pada Revitalisasi Tambak Pantura Jawa Barat.

BACA JUGA :  Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba

Pada kesempatan tersebut, Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita yang akrab disapa Kang Rey, menandatangani Nota Kesepakatan dengan Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian KKP. Penandatanganan ini disusul oleh tiga kepala daerah lainnya, yaitu dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu.

Dalam arahannya, Menteri KKP Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini adalah awal dari sebuah langkah besar menuju Indonesia swasembada pangan.

“Langkah besar akan segera kita mulai. Kita ingin menjadi negara yang bisa menyediakan sumber protein laut,”imbuhnya

Menteri KKP juga menuturkan bahwa Kementerian KKP memandang Indonesia sebagai wilayah strategis dengan sumber daya laut melimpah yang tidak hanya harus dimanfaatkan tetapi juga dijaga kelestariannya.

“KKP memandang Indonesia sebagai wilayah strategis sehingga ada roadmap untuk memanfaatkan sumber daya laut sekaligus menjaga kelestarian laut kita,”jelasnya

Menteri KKP menambahkan, dengan empat kabupaten di Jawa Barat menjadi percontohan, Ia yakin roadmap Kementerian KKP dapat dilaksanakan.

“Dengan contoh di Jawa Barat saya yakin roadmap kita bisa dilaksanakan,”tambahnya

Menteri KKP optimis bahwa dengan Revitalisasi Tambak Pantura, penangkapan ikan di laut akan berkurang dan budi daya ikan akan meningkat.

BACA JUGA :  Fasilitas Umum di Bongkar, Pertanggung Jawaban Masih Misteri, BPN atau Pemerintah Desa Gading Kulon 

“Indonesia harus menguasai komoditas udang, nila salin, kepiting, rumput laut, dan lobster. Dengan ini (revitalisasi) penangkapan ikan di laut harus menurun tapi budidaya kita harus meningkat.” Pungkasnya

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sesi Talkshow bersama media.

Sesi ini menghadirkan narasumber Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Gubernur Jawa Barat, dan Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian KKP.

Kehadiran Bupati Subang, Kang Rey dalam acara tersebut, sekaligus penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Dukungan Revitalisasi Tambak Pantai Utara di Jawa Barat, menandakan dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Subang terhadap suksesnya program tersebut.

Kang Rey optimis bahwa terlaksananya program revitalisasi tambak Pantai Utara dengan komoditas utama nila salin ini akan menghasilkan manfaat turunan. Dampaknya mulai dari terserapnya tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya petambak di Pantura Subang, hingga memperkuat status Kabupaten Subang sebagai daerah penghasil produk perikanan.

Turut hadir dalam acara penting ini adalah Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, jajaran Kementerian KKP, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Plt Kepala Dinas Perikanan Subang, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Subang, serta tamu undangan lainnya.

Sumber Berita: Wartawan SUARA UTAMA

Berita Terkait

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/