Eko Wahyu Pramono, S.Ak: NVIDIA di Persimpangan Antara Fundamental Kokoh dan Valuasi Mahal

- Publisher

Kamis, 30 Oktober 2025 - 17:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan layar yang menunjukkan pergerakan harga saham dan logo NVIDIA. Saham NVIDIA (NASDAQ: NVDA) terus mencatatkan rekor baru di tengah lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI). Namun, sejumlah analis, termasuk Eko Wahyu Pramono, S.Ak, menilai valuasi perusahaan kini berada di tingkat yang perlu diwaspadai.

Tampilan layar yang menunjukkan pergerakan harga saham dan logo NVIDIA. Saham NVIDIA (NASDAQ: NVDA) terus mencatatkan rekor baru di tengah lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI). Namun, sejumlah analis, termasuk Eko Wahyu Pramono, S.Ak, menilai valuasi perusahaan kini berada di tingkat yang perlu diwaspadai.

SUARA UTAMA – Surabaya, 30 Oktober 2025 — Saham NVIDIA Corporation (NASDAQ: NVDA) kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam perdagangan di bursa Amerika Serikat, menembus level US$207 per saham pada akhir Oktober 2025.
Kenaikan ini semakin mengukuhkan posisi NVIDIA sebagai pemimpin global dalam industri chip dan kecerdasan buatan (AI). Namun, di tengah euforia pasar, sejumlah analis menilai valuasi saham perusahaan kini berada di level yang cukup sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.

 

Kinerja Fundamental Masih Perkasa

Laporan keuangan tahun fiskal 2025 menunjukkan betapa kuatnya posisi NVIDIA di pasar teknologi global. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$130,5 miliar, tumbuh sekitar 78 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan laba bersih mencapai US$72,88 miliar.
Segmen data center dan AI menjadi mesin utama pertumbuhan, menyumbang lebih dari 80 persen total pendapatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Eko Wahyu Pramono, S.Ak, analis keuangan dan tax akuntan, hasil tersebut mencerminkan kekuatan fundamental yang kokoh, tetapi juga menyiratkan risiko baru di tengah ekspektasi pasar yang sangat tinggi.

“Secara fundamental, NVIDIA masih sangat kuat dan terus memimpin pasar AI global. Namun valuasinya kini sudah premium, bahkan bisa dikatakan agak ‘overvalued’ jika dibandingkan dengan rata-rata sektor semikonduktor,”
ujar Eko kepada Suara Utama, Kamis (30/10).

BACA JUGA :  Yayasan Suara Utama Indonesia Perkuat Kiprah di Dunia Pers

Ia menambahkan bahwa dengan rasio Price-to-Earnings (P/E) di kisaran 55–60 kali, harga saham NVIDIA sudah mencerminkan optimisme luar biasa terhadap prospek masa depan.

“Jika industri AI melambat sedikit saja, dampaknya bisa langsung tercermin pada harga saham,” tambahnya.

 

Analisis Teknikal: Momentum Kuat, Tapi Pasar Mulai Jenuh

Dari sisi teknikal, grafik harga saham NVIDIA menunjukkan tren bullish yang masih solid. Harga saat ini berada jauh di atas rata-rata pergerakan 50 hari (MA50) di US$189 dan MA200 di US$185 sinyal bahwa tren naik jangka menengah hingga panjang masih terjaga.

Meski begitu, indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 73 menandakan kondisi overbought atau jenuh beli. Indikator MACD juga masih memberikan sinyal positif, namun mulai menunjukkan tanda-tanda pergerakan datar.

Menurut Eko, kondisi ini bisa menjadi fase awal menuju konsolidasi.

“Tren naik masih terkonfirmasi kuat, tetapi investor perlu berhati-hati. Saat harga berada di area jenuh beli, risiko koreksi teknikal meningkat. Pasar bisa bergerak volatil dalam waktu dekat,” jelasnya.

Area support kuat saham NVIDIA berada di kisaran US$187–190, sedangkan resistance utama di US$215–220. Jika terjadi koreksi, area support tersebut berpotensi menjadi titik keseimbangan baru antara permintaan dan tekanan jual.

BACA JUGA :  HGU Lonsum Berakhir, AMAN Sulsel Fasilitasi Terbentuknya Koalisi Rebut Ruang

 

Dampak Global dan Arah Pasar

Kenaikan saham NVIDIA juga memicu efek domino di pasar semikonduktor global. Saham-saham seperti TSMC, AMD, dan ASML ikut menguat, sementara indeks teknologi Nasdaq Composite mencatat performa positif sepanjang Oktober 2025.
Optimisme serupa terasa di pasar modal Asia, termasuk Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

Di Indonesia, minat terhadap saham global berbasis teknologi meningkat signifikan. Beberapa sekuritas mencatat lonjakan transaksi terhadap saham NVIDIA hingga 25 persen dibanding bulan sebelumnya, terutama dari kalangan investor ritel yang mulai melirik saham luar negeri.

 

Antara Optimisme dan Kewaspadaan

Secara independen, Eko Wahyu Pramono, S.Ak menilai bahwa NVIDIA berada dalam posisi yang unik di satu sisi menjadi simbol inovasi teknologi dunia, namun di sisi lain mencerminkan ekspektasi pasar yang berlebihan.
Kinerja keuangan dan dominasi pasar perusahaan memang sulit ditandingi. Akan tetapi, kenaikan valuasi yang cepat dalam dua tahun terakhir membuat saham ini semakin sensitif terhadap isu fundamental, kebijakan ekspor, maupun pergeseran tren investasi AI.

Dalam konteks pasar modal global, pergerakan saham seperti NVIDIA sering kali menggambarkan psikologi kolektif investor antara keinginan untuk tidak tertinggal momentum (fear of missing out) dan kekhawatiran terhadap risiko koreksi tajam (fear of loss).

BACA JUGA :  Jelang Piala Kadispora Lampung 2026, AQUAKIDS Way Kanan Siapkan 17 Atlet untuk Tampil Maksimal

Karena itu, posisi NVIDIA saat ini dapat dianggap sebagai titik persimpangan: fundamentalnya tetap kokoh, tetapi valuasinya kini menuntut pertumbuhan yang sangat tinggi agar tetap relevan. Jika ekspektasi pasar tidak lagi sejalan dengan realisasi kinerja, harga saham bisa terkoreksi ke level yang lebih rasional tanpa mengurangi kualitas bisnis perusahaan.

 

Pandangan Eko Wahyu Pramono

“NVIDIA adalah perusahaan masa depan, tapi harga sahamnya sudah lebih dulu hidup di masa depan itu. Investor harus bisa membedakan antara nilai dan harga, karena keduanya tidak selalu berjalan beriringan,”
pungkas Eko Wahyu Pramono, S.Ak, analis keuangan dan tax akuntan.

Eko juga menilai, saham NVIDIA masih menjadi barometer penting sektor teknologi global. Namun, di balik kinerja keuangan yang kuat, potensi koreksi akibat valuasi tinggi tetap harus diperhitungkan secara objektif.
Fluktuasi harga saham merupakan bagian alami dari dinamika pasar modal yang dipengaruhi ekspektasi, sentimen, dan inovasi.

Catatan Redaksi

Tulisan ini merupakan analisis ekonomi dan pasar modal yang disusun berdasarkan data publik dan wawancara dengan analis independen. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham, melainkan sebagai bentuk edukasi dan informasi yang bersifat objektif sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

 

Penulis : Odie Priambodo

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
Lahan Sawit Rusak Tertimbun Limbah Tambang, Advokat Dampingi Warga Samarinda Menuntut Keadilan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:38 WIB

Wartawan Wajib Taat Pasal 1 KEJ: Independen dan Tanpa Itikad Buruk

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/