SUARAUTAMA,Dogiyai- Badan Pengurus Pusat (BPP) KOMPASS menggelar kegiatan pemaparan program kerja secara daring pada Jumat malam (27/2) pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 45 mahasiswa Papua yang tersebar di berbagai wilayah di Pulau Sumatera.
Dari sekitar 300 mahasiswa Papua yang berada di Sumatera, peserta yang hadir dalam forum tersebut dinilai mewakili semangat konsolidasi dan komitmen organisasi dalam memperkuat arah gerakan mahasiswa Papua di tanah rantau.
Ketua kompass, Anderian Kamo di hubungi melalui WA kepada media kami SUARAUTAMA.ID. pada Sabtu (28/2) sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KOMPASS, Anderian Kamo, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda pemaparan teknis program kerja, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi organisasi.
“Hari ini saya tidak ingin berbicara panjang tentang program kerja. Saya ingin berbicara tentang sesuatu yang lebih dalam tentang siapa kita dan ke mana kita mau melangkah,”ungkap Kamo.
Ia menekankan bahwa KOMPASS harus menjadi organisasi yang memiliki arah dan nilai yang kuat,ujarnya.
“KOMPASS adalah arah. Kalau kompas rusak, kapal tersesat. Kalau nilai kita rusak, organisasi kehilangan makna,” tegasnya.
Dalam pemaparan tersebut, BPP menyampaikan sejumlah fokus utama, di antaranya penguatan sumber daya manusia (SDM), konsolidasi internal, serta pengembangan kegiatan intelektual dan budaya sebagai fondasi pembinaan kader.
Sekretaris Jenderal, Evelin Christiani Rumaikewi, mengingatkan bahwa program kerja yang telah disusun harus diiringi dengan pelaksanaan yang konsisten.
“Kalau program hanya berhenti di slide presentasi, ia hanya menjadi dokumen. Kalau tidak dijaga bersama, ia menjadi arsip, bukan gerakan,” katanya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan, pertanyaan, serta masukan dari peserta forum. Hal tersebut menunjukkan adanya partisipasi aktif dan komitmen kolektif dalam membangun organisasi.
Di akhir kegiatan, ditegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh seberapa baik perencanaan disusun, melainkan oleh konsistensi dalam menjalankan program secara nyata.
“KOMPASS bukan hanya rencana. KOMPASS adalah aksi,” pungkas Ketua KOMPASS sebelum menutup forum.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat konsolidasi mahasiswa Papua di Sumatera serta mendorong implementasi program kerja yang terarah dan berkelanjutan, tutupnya Kamo.











