SUARA UTAMA,Merangin – Bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai ayam di sebuah kandang ayam potong di Desa Telun, Kecamatan Nalutantan, Kabupaten Merangin, dikeluhkan oleh warga setempat. Peternakan ayam tersebut disebut-sebut milik seorang pengusaha bernama Diko.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari warga sekitar, bau tak sedap tersebut telah berlangsung cukup lama dan sangat mengganggu aktivitas serta kenyamanan warga saat berada di kebun yang berdekatan dengan kandang ayam tersebut. Warga menduga bangkai ayam dari peternakan tersebut dibuang secara sembarangan tanpa pengelolaan yang sesuai dengan ketentuan lingkungan.
“Ya bang, pemilik peternakan ayam itu membuang bangkai ayam sembarangan. Baunya sangat menyengat dan kami sangat terganggu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada awak media.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, bangkai ayam yang tidak dikelola dengan baik dinilai sangat rawan menimbulkan penyakit dan wabah. Bangkai ternak yang membusuk dapat menjadi sumber bakteri dan virus, serta mengundang lalat dan hama lainnya yang berpotensi menyebarkan penyakit kepada masyarakat sekitar. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi peternakan.
Atas kondisi itu, sejumlah warga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan langsung, termasuk mengkroscek izin usaha peternakan ayam tersebut. Warga juga berharap apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun perizinan, pihak terkait dapat memberikan sanksi tegas kepada pemilik usaha sesuai dengan hukum yang berlaku.
Terkait keluhan warga tersebut, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Diko selaku pihak yang diduga memiliki peternakan ayam dimaksud. Namun hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, yang bersangkutan tidak mengangkat panggilan meskipun nada tunggu terdengar berdering.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






