SUARA UTAMA, Kampar – Kabupaten Kampar kembali menorehkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) Bayi dan Baduta Tahun 2026. Berdasarkan laporan harian Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI yang menggabungkan data manual dan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), Kampar mencapai target 100 persen pada empat indikator BIK, yakni DPT-HB-Hib1, IPV1, PCV2, dan MR2. Kampar juga tercatat sebagai kabupaten pertama yang mencapai target 100 persen untuk imunisasi kejar PCV2.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau melalui sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Prestasi ini menunjukkan pentingnya penguatan koordinasi, percepatan pelayanan, dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan perlindungan anak melalui imunisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk mengevaluasi perkembangan sekaligus memastikan seluruh sasaran memperoleh pelayanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan BIK secara daring melalui Zoom, Senin (26/10/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, MH, didampingi Kepala Bidang P2P, Elfian, SKM, M.Kes., menekankan agar seluruh Puskesmas terus mempercepat pelayanan, menjangkau anak yang belum lengkap imunisasinya, serta menuntaskan pencatatan dan pelaporan. Data ASIK juga harus dipastikan sesuai dengan pelayanan yang telah diberikan di lapangan. Kegiatan ini melibatkan TP PKK Kabupaten Kampar, perangkat daerah terkait, camat, kepala Puskesmas, kepala desa/lurah, TP PKK tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, serta penanggung jawab imunisasi Puskesmas se-Kabupaten Kampar. Hadir pula perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr. Dahlia Eka Okta, MKM, bersama Patricia Touw, S.ST., M.Si., Kasi Surveilans dan Imunisasi.
Arahan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Kampar, dr. Rita Anggraini, MH. Dukungan TP PKK dan seluruh mitra lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendorong keluarga dan masyarakat memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhan. Dalam pemaparan perkembangan cakupan, Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Ns. Bustami, S.Kep., M.Pd., menyampaikan bahwa berdasarkan dasbor ASIK per 26 Oktober 2026, sebanyak 18 Puskesmas telah menuntaskan seluruh indikator BIK sesuai target. Pada tanggal yang sama, cakupan PCV2 dan MR2 masing masing tercatat 100 persen, DPT-HB-Hib1 sebesar 84,9 persen, dan IPV1 sebesar 92,5 persen.
Perbedaan angka antara dasbor ASIK dan laporan harian Kementerian Kesehatan terjadi karena laporan harian Kemenkes menggabungkan data manual dan ASIK. Karena itu, verifikasi dan penyelarasan data tetap menjadi perhatian dalam monitoring dan evaluasi agar informasi capaian menggambarkan pelayanan secara akurat.
Monev dilanjutkan dengan diskusi dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL), meliputi percepatan pelayanan bagi anak yang belum lengkap imunisasinya, peningkatan indikator yang masih perlu dikejar, verifikasi data, serta penguatan koordinasi antara Puskesmas, TP PKK, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, serta mitra lintas sektor lainnya.
Sebelumnya, pada April 2026, Kabupaten Kampar juga meraih Cakupan Terbaik Pertama Nasional dalam pelaksanaan imunisasi kejar bayi dan baduta pada kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia (PID). Capaian tersebut menjadi motivasi untuk menjaga konsistensi kinerja dan terus meningkatkan keberhasilan pelaksanaan BIK 2026 yang masih berlangsung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mengajak seluruh Puskesmas dan mitra lintas sektor untuk terus bergerak bersama, memastikan tidak ada sasaran yang terlewat, serta menuntaskan pelayanan dan pencatatan secara optimal. Sinergi yang kuat diharapkan mampu memperluas perlindungan anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), demi mewujudkan generasi Kampar yang sehat, kuat, dan terlindungi.
Penulis : Zulfaimi
Editor : Zulfaimi
Sumber Berita: Media Suara Utama












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.