SUARA UTAMA, Probolinggo – Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Kecamatan Maron kabupaten Probolinggo Jawa Timur terbongkar atas dugaan sikap “Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif” sebagaimana berita yang telah di tayangkan sebelumnya (tanggal 22 dan24 Oktober 2026). Sikap oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 “IMS” sangat di sayangkan dan terindikasi tidak layak untuk menjadi seorang pemimpin di lembaga pendidikan. 25/10/2026.
Dugaan pungli berkedok sumbangan menuai pro dan kontra. Mirisnya, berdasarkan keterangan narasumber media, yang kontra pun ikut pro dengan terpaksa. Pasal nya, wali murid tidak mempunyai keberanian untuk menolak dan menyampaikan pendapat susuai hati nurani nya (Hanya bisa pasrah dan mengiyakan).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasca menjadi sorotan media, oknum Kepala SDN Brani Wetan 1, terindikasi pembungkaman wali murid, Menyamakan suara wali murid untuk melawan media, Berusaha melemahkan Fungsi pengawasan Komite, Memanfaatkan komite sebagai tameng perlindungan dan terindikasi sedang membereskan barang bukti atau manipulasi administrasi.
Salah satu narasumber media yang meminta agar identitas nya tidak di publikasikan menegaskan bahwa, suka atau tidak suka, hanya bisa pasrah dan menerimanya. Dengan alasan, jika di tampakkan dikwatir kan berdampak pada anak anak yang menempuh pendidikan di lembaga tersebut.
“Kami tidak berani dan tidak punya power untuk menyampaikan unek unek. Sudah tau kan seperti apa sikap nya, kepada media seperti itu apalagi kepada kami. Ini kalau ketahuan siapa yang membocorkan, Yaaa gak bisa di bayangkan dugaan intimidasi nya. Kan sampai titip salam ke media untuk wali murid yang menjadi narasumber. “Tegasnya.
Ditempat terpisah salah satu aktivis kabupaten Probolinggo “AM” menduga bahwa, oknum kepala SDN Brani Wetan 1 sedang mengantisipasi, mempersiapkan jawaban dan administrasi. Ia juga menduga oknum KS, berusaha membungkam dan mengintimidasi agar jawaban berseragam, jika ada pertanyaan dari media, Korwil, Dinas pendidikan bahkan inspektorat.
“Patut diduga, oknum KS tersebut saat ini sedang mencari pembelaan dan perlindungan dengan bermacam macam cara. Mulai dari mengkondisikan wali murid agar suara nya nanti berseragam ketika ada teman teman media dan dari Dinas. Melengkapi data data dana Bos yang sebelumnya diduga tidak transparan. “Pungkas nya.
Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikdaya) kabupaten Probolinggo “Hary Tjahjono” menyampaikan bahwa pihak nya akan segera menindak lanjuti dan melakukan koordinasi. “Terimakasih bapak, Segera kami koordinasikan. “Tegasnya melalui pesan singkat whatsap tanggal 24 Oktober 2026.
Penulis : Ali Misno












Komentar
Silakan login untuk berkomentar.