lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

SOP Rekrutmen Satpam RS Graha Sehat Dipertanyakan, Oknum Satpam Terduga Pelaku Penganiayaan Diduga Tidak Ber-Gada

- Publisher

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUARA UTAMA, Probolinggo –
Pasca dugaan penganiayaan yang di alami Korban “MR” Nakes RS Graha sehat dengan terduga pelaku “IKW” oknum Satpam (Scurity) RS Graha Sehat Kraksaan kabupaten Probolinggo Jawa Timur. Kini beredar informasi dugaan RS Graha Sehat mempekerjakan oknum Satpam (Terduga pelaku) yang masih belum memiliki sertifikasi Gada (Gada Pratama) yang seharusnya tidak boleh bertugas di rumah sakit Swasta.26/08/2026.

Berdasarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa pada Pasal 27 mewajibkan setiap anggota satpam (Scurity) memiliki kualifikasi pelatihan kompetensi berjenjang (Gada Pratama untuk tingkat pelaksana) sebelum menjalankan tugas. Pasal 17 menegaskan bahwa anggota Satpam (Scurity) wajib membawa Kartu Tanda Anggota (KTA) yang sah serta menggunakan atribut resmi dari Polri saat bertugas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun status “Ber-Gada” Singkatan dari jenjang kualifikasi sertifikasi resmi bagi satpam (Scurity) di Indonesia yang terdapat 3 tingkatan. Diantaranya, Gada Pratama (tingkat dasar/pelaksana), Gada Madya (tingkat supervisor), dan Gada Utama (tingkat manajer). Bukti kelulusan ini berupa ijazah pelatihan dan KTA yang diterbitkan oleh kepolisian.

BACA JUGA :  Paroki Idakebo Sambut Bulan Maria dengan Perarakan Patung Bunda Maria, Doa Rosario, dan Perayaan Ekaristi

Satpam (Scurity) tanpa sertifikasi “Gada” terindikasi tidak memiliki keterampilan dasar untuk menghadapi amukan pasien atau keluarga pasien yang emosional. Nakes rentan menjadi korban kekerasan fisik atau intimidasi karena pengamanan yang tidak sigap. Nakes berpotensi merasa cemas dan terganggu konsentrasinya saat merawat pasien. Oknum satpam tanpa diklat resmi sering kali kurang paham etika pelayanan publik dan komunikasi empatik di lingkungan medis.

Narasumber media yang enggan di publikasikan identitas nya. Ia merasa prihatin atas peristiwa dugaan penganiayaan yang di alami oleh Nakes RS Graha Sehat yang diduga pelaku oknum satpam RS Graha Sehat (teman sekantor) yang diduga belum bersertifikasi (Ber-Gada).

BACA JUGA :  Sertijab Camat Gunung Bintang Awai: Apresiasi ASN untuk Armadi, Sambut Indra Yudi

“Peristiwa dugaan penganiayaan itu sangat memperihatinkan, seharusnya satpam melindungi Nakes malah Nakes yang menjadi sasaran. Pihak RS Graha Sehat wajib mengevaluasi, Jika informasi yang beredar oknum RS Graha Sehat mempekerjakan oknum satpam (Terduga pelaku) yang diduga tidak ber Garda, maka pihak RS Graha Sehat harus bertanggung jawab. “Ucap nya.

Lebih lanjut, Ia mempertanyakan SOP rekrutmen Satpam (Scurity) RS Graha Sehat Kraksaan. Menurutnya, rekrutmen Satpam (Scurity) tidak mudah. Tahapan yang harus di lalui di antaranya, mulai dari Seleksi administrasi, Tes fisik dan kesamaptaan (Samapta), Psikotes, Tes tertulis dan pengetahuan dasar, Wawancara (interview) dan Background check.

“Mempekerjakan oknum Satpam tanpa sertifikasi pelatihan Gada, berpotensi menurunkan standar keamanan rumah sakit dan membahayakan keselamatan tenaga kesehatan serta pengunjung. Maka proses Pengangkatan oknum satpam (terduga pelaku penganiaya) harus di pertanyakan. Seperti apa persyaratan pengangkatan nya?.. Bagaimana SOP perekrutan dan pengangkatan nya?.. “Katanya.

BACA JUGA :  Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti

Saat di konfirmasi media melalui pesan singkat whatsap terkait dugaan penganiayaan yang di alami Nakes RS Graha Sehat dan Terduga Pelaku oknum Satpam. Humas RS Graha Sehat “Andreas” menyampaikan melalui jaringan yang sama. Tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan APH dan berfokus pada pelayanan di RS Graha Sehat..

“Walaikum salam ijin om. Karena prosesnya masih berjalan, kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan ataupun memberikan penilaian mengenai pihak tertentu. Bagi kami yang terpenting adalah menjaga profesionalisme, lingkungan kerja yang aman, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. “Jawab nya.

Sementara konfirmasi media terkait dugaan oknum satpam (Scurity) terduga pelaku penganiayaan. Yang diduga tidak Ber-Gada. Humas RS Graha Sehat Kraksaan enggan menjawab konfirmasi media media walaupun pesan singkat media telah di baca (Contreng biru).

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan
Aktivis Siapkan Pengaduan Dugaan Pembiaran dan Kelalaian Oknum Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Probolinggo
SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas
Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 
Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB

SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Patut Diapresiasi, PARAKSA Selain Berdampak Positif Bagi UMKM dan PKL, Juga Berkontribusi ke PAD Kabupaten Probolinggo 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Camat Tiris Panggil Oknum Bendahara Desa Racek, Warga Buka Suara Awal Terbongkar Nya Dugaan Poligami Ilegal 

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/