SUARA UTAMA, Barito Selatan– Kepolisian Resor Barito Selatan memburu pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap 17,5 hektare area gambut dan perkebunan di kawasan Bantai Bambure, Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Kobaran api yang terus meluas sejak Selasa (18/8) hingg Rabu (19/8) ini kini mulai mendekati pemakaman desa setempat.
Penegakan Hukum dan Mobilisasi Personel Polres
Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea menyatakan laporan awal karhutla diterima Pospol pada Selasa, 18 Agustus 2026 dari Masyarakat Peduli Api (MPA), disusul laporan Kepala Desa Bantai Bambure pada Rabu, 19 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polres bergerak cepat mengerahkan tim gabungan yang jumlahnya meningkat dari 109 personel pada hari pertama menjadi 129 personel pada hari kedua.
Unsur yang diterjunkan ke lokasi meliputi personel Polres Barito Selatan, Polsek Dusun Utara, TNI, BPBD, Damkar, Satpol PP, Tagana Dusut, Tim Damkarhutla PT HTI, Posko TDK Kecamatan Dusut, MPA, serta pemerintah desa dan warga setempat.
”Personel kami turunkan ke lokasi membawa mesin pemadam jinjing dan pompa apung untuk memadamkan api. Bersamaan dengan upaya pemadaman, tim penyidik bergerak melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti timbulnya titik api di Bantai Bambure,” kata Jecson.
Sampai saat ini lanjut Kapolres, belum ada yang diamankan karena masih dalam penyelidikan. “Namun, kami tidak ragu menindak tegas secara hukum siapapun yang terbukti sengaja membakar lahan.” tukasnya.
Jecson mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi kabut asapnya mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga pelayanan publik. Mari jaga Barito Selatan Bumi Dahani Dahanai Tulus bebas dari asap. Jika melihat titik api, segera hubungi call center 110,” tegasnya.

Detail Sebaran Kebakaran dan Operasional BPBD
Orang nomor satu di Polres itu mengungkapkan, berdasarkan data penanganan, luas lahan yang terbakar pada 18 Agustus diperkirakan mencapai 12 hektare di Jalan James, yang mencakup lahan gambut kosong serta perkebunan sawit dan karet milik warga.
Pada 19 Agustus, kebakaran meluas sebesar 5,5 hektare di dua titik hotspot, yakni 2,5 hektare di dekat kompleks perkuburan desa dan 3 hektare di pinggir Jalan James.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Agus Inyulius, mengatakan, bahwa penanganan di lapangan dikendalikan terpadu melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan.
Armada yang dikerahkan, lanjut dia, mencakup satu unit mobil pemadam BPBD kapasitas 8.000 liter dan bantuan mobil tangki Kodim kapasitas 4.000 liter.
Agus menyebut, kendala utama di lapangan adalah sulitnya akses jalan menuju lokasi yang memaksa petugas berjalan kaki, serta jauhnya sumber air sehingga sarana dan prasarana pemadam sulit menjangkau titik api. Kondisi tersebut diperparah oleh kekeringan ekstrem pada tanah gambut.
Penulis : Ahmad Arbani
Sumber Berita: Wartawan Suara Utama











