BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

- Publisher

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, YOGYAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Bina Bangsa Majene kembali menorehkan kiprah di tingkat nasional dengan mengikuti Pratemu Nasional (Pratemunas) XV BEM Nusantara Tahun 2026 yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran BEM STIKES Bina Bangsa Majene menjadi bukti komitmen mahasiswa dalam memperkuat jejaring nasional sekaligus menyuarakan berbagai aspirasi masyarakat Sulawesi Barat.

Dalam forum bergengsi tersebut, Supriadi hadir sebagai delegasi resmi yang mewakili BEM STIKES Bina Bangsa Majene untuk berpartisipasi dalam berbagai agenda strategis bersama ratusan delegasi BEM dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pratemu Nasional XV BEM Nusantara secara resmi dibuka pada Senin, 27 Juli 2026, di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembukaan dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang ditandai dengan prosesi pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan nasional tersebut.

BACA JUGA :  Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Pratemunas BEM Nusantara merupakan forum konsolidasi mahasiswa yang menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antarlembaga kemahasiswaan, serta merumuskan berbagai rekomendasi strategis terkait isu pendidikan, kesehatan, kebangsaan, dan pembangunan nasional.

Bagi BEM STIKES Bina Bangsa Majene, keikutsertaan dalam forum ini tidak sekadar menjadi ajang memperluas relasi organisasi, tetapi juga kesempatan untuk membawa suara masyarakat Sulawesi Barat ke tingkat nasional.

Delegasi BEM STIKES Bina Bangsa Majene, Supriadi, mengatakan bahwa forum Pratemunas memberikan pengalaman berharga dalam membangun jejaring sekaligus memperkenalkan eksistensi kampus di tingkat nasional.

“Melalui forum ini, kami tidak hanya bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai daerah, tetapi juga membawa berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Sulawesi Barat agar menjadi perhatian bersama dan melahirkan rekomendasi yang berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Supriadi.

Selama pelaksanaan kegiatan, para delegasi mengikuti berbagai agenda penting, mulai dari forum diskusi, sidang komisi, konsolidasi organisasi, hingga penyusunan rekomendasi nasional yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan terhadap berbagai kebijakan strategis.

BACA JUGA :  Predator Koruptor Kelahiran Wilayah Yang di Juluki Surga Yang Hilang,Terpilih Menjadi Presiden LSM LIRA

Dalam kesempatan tersebut, BEM STIKES Bina Bangsa Majene secara khusus mengangkat sejumlah persoalan yang berkembang di Kabupaten Majene dan Sulawesi Barat. Isu yang menjadi perhatian meliputi pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan, penguatan anggaran sektor pendidikan dan kesehatan, serta implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdampak terhadap penataan tenaga non-ASN, khususnya di sektor pelayanan kesehatan.

Delegasi juga menyoroti kebijakan penataan tenaga non-ASN yang mulai diterapkan di Kabupaten Majene, termasuk di RSUD Majene. Menurut mereka, kebijakan tersebut perlu diiringi dengan langkah-langkah yang menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan, memberikan kepastian bagi tenaga kesehatan yang terdampak, serta mengantisipasi potensi kekurangan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan.

BACA JUGA :  PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah

Berbagai aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bagian dari rekomendasi resmi BEM Nusantara kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sehingga kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Partisipasi BEM STIKES Bina Bangsa Majene dalam Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan BEM dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Semangat bertukar gagasan, membangun inovasi, dan memperluas jejaring diharapkan mampu melahirkan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus sekaligus pembangunan daerah.

Keikutsertaan ini menegaskan komitmen BEM STIKES Bina Bangsa Majene dalam mencetak mahasiswa yang aktif, kritis, berintegritas, dan berdaya saing, serta mampu menjadi agen perubahan yang konsisten menyuarakan kepentingan masyarakat demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Penulis : Hamsir

Editor : Hamsir

Sumber Berita: Suara Utama

Berita Terkait

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas
Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum
Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan
Saudi Edu Expo 2026 Sukses Digelar, Antusiasme Pengunjung Melonjak Tiga Kali Lipat
Terindikasi Arogansi dan Tidak Kooperatif, ATR/BPN Kabupaten Probolinggo Enggan Bertanggung jawab 
DJKI Dorong Komersialisasi Paten Lewat Indonesia Patent Awards 2026
BPN Merangin Disorot, Keluhan Warga dan Kritik DPRD Menguat di Tengah Program Percepatan Menteri ATR
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:21 WIB

BEM STIKES Bina Bangsa Majene Bawa Aspirasi Sulawesi Barat di Pratemu Nasional XV BEM Nusantara 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Nitezen Ungkap Dugaan Pungli dan Mafia Tanah, Krisis Kepercayaan Terhadap ATR/BPN kabupaten Probolinggo Nampak Jelas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Warga Sapikerep Menunggu Keajaiban Keadilan, Dugaan Penganiayaan Tersangka Pelaku WNA Belum Ada Kepastian Hukum

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:21 WIB

Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Meninggal, Persatuan Kelana Alam Indonesia Ingatkan Pentingnya Keselamatan

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand