
SUARA UTAMA. Lamongan – Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI Tabah) yang terletak di Lamongan kini resmi bertransformasi menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Unitabah. Perubahan status ini telah mendapatkan pengesahan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, yang tercantum dalam Nomor 271 Tahun 2026, yang dikeluarkan pada tanggal 12 Maret 2026. Proses penyerahan Surat Keputusan (SK) ini dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) pada hari Sabtu, 18 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, M. Arskal Salim selaku Sekretaris Dirjen Pendis Kemenag menekankan pentingnya momen bersejarah ini untuk dibuktikan dengan peningkatan mutu pendidikan yang nyata. Ia menggarisbawahi bahwa transformasi ini tidak hanya sekadar perubahan nama, tetapi juga harus diikuti dengan upaya yang signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dosen. Dalam hal ini, Arskal Salim mendorong agar para pengajar semakin melek akan teknologi digital, termasuk dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperluas jaringan kolaborasi strategis dengan dunia industri, pemerintah, dan masyarakat luas.
Unitabah tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga tetap mempertahankan misinya sebagai pusat pengembangan karakter. Misi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nilai-nilai moderat, berintegritas, toleran, serta cinta tanah air.

Rektor Unitabah, Alimul Muniroh, menyambut dengan penuh rasa syukur pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa status baru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi universitas untuk menjalin kerja sama internasional. Hal ini diharapkan dapat memperluas kolaborasi baik di dalam maupun di luar negeri, sehingga Unitabah dapat berkontribusi lebih besar di kancah pendidikan tinggi global.
Di sisi lain, Fathur Rohman selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian ini. Ia berharap agar ke depan, Unitabah dapat terus maju dan menjadi lebih inovatif dalam berbagai aspek, baik dalam pengembangan kurikulum maupun dalam memperluas jaringan kerjasama.
Peralihan bentuk menjadi universitas ini dianggap sebagai momentum emas bagi seluruh masyarakat di sekitar Lamongan. Dengan fasilitas yang terus berkembang dan kurikulum yang dirancang sesuai dengan kebutuhan zaman, Unitabah siap untuk membekali mahasiswanya dengan keahlian yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global. Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman yang semakin cepat.
Selain itu, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan, Unitabah bertekad untuk terus meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja, serta berkontribusi positif dalam pembangunan masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya akan bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas, melalui lulusan yang berintegritas dan siap berkontribusi dalam berbagai bidang.
Transformasi IAI Tabah menjadi Universitas Tarbiyatut Tholabah adalah langkah strategis yang tidak hanya membawa perubahan dalam nama, tetapi juga dalam visi dan misi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan komitmen yang kuat dari semua elemen kampus dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat, Unitabah siap menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan berkontribusi dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berkualitas di tingkat nasional maupun internasional. (S)
Penulis : Suroso
Editor : Wartawan Suara Utama









