PETI Kian Merajalela di Bukit Bungkul, Dua Ekskavator Diduga Milik Izal Beroperasi Bebas, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas

- Publisher

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Merangin. Kali ini, kegiatan ilegal tersebut diduga berlangsung secara terang-terangan di wilayah Desa Bukit Bungkul, Kecamatan Renah Pamenang, dengan menggunakan dua unit alat berat jenis ekskavator bermerek Sunny yang setiap hari beroperasi mengeruk tanah dan aliran sungai untuk mencari kandungan emas.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media di lapangan, aktivitas tersebut masih berlangsung tanpa hambatan. Sejumlah warga yang ditemui mengaku resah, namun memilih tidak disebutkan identitasnya karena khawatir terhadap dampak yang mungkin timbul.

BACA JUGA :  Antrean BBM Mengular di Denpasar dan Badung, Pengelola SPBU Ungkap Kendala Pasokan

“Benar, Bang. Dua unit ekskavator yang bekerja di lokasi itu menurut informasi yang kami ketahui milik Izal, warga asal Sarolangun. Aktivitasnya sudah berlangsung cukup lama dan sampai sekarang belum pernah terlihat adanya tindakan dari aparat,” ungkap seorang warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maraknya aktivitas PETI tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kegiatan yang diduga melanggar ketentuan perundang-undangan itu berlangsung secara terbuka dan berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai penyebab aktivitas tersebut dapat terus berjalan tanpa adanya penindakan.

BACA JUGA :  Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Kerusakan lingkungan akibat penggunaan alat berat juga dikhawatirkan akan semakin meluas apabila aktivitas tersebut terus dibiarkan. Selain mengancam ekosistem sungai dan lahan, PETI juga berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun risiko bencana di kemudian hari.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, mulai dari Polsek Pamenang, Polres Merangin hingga Polda Jambi, segera turun langsung ke lokasi guna melakukan penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Jika terbukti melanggar hukum, masyarakat meminta agar seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemilik alat berat maupun pihak lain yang terbukti memiliki keterkaitan, diproses secara transparan tanpa pandang bulu.

BACA JUGA :  Penyidikan Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek - KRL Bekasi, Polisi Tetapkan Masinis Tersangka

Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi langkah penting untuk menghentikan praktik PETI yang terus menggerus kelestarian lingkungan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap supremasi hukum. Warga berharap tidak ada lagi kesan bahwa praktik penambangan ilegal dapat beroperasi bebas tanpa konsekuensi hukum.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Selain Dugaan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif, Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terindikasi Melanggar Kode Etik dan Disiplin ASN
Puncak Acara Hari Tani: Pelantikan 7 Juta Relawan Tani Indonesia
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp