Aliansi Mahasiswa Jakarta Demo di Silang Selatan Monas, Soroti Anggaran MBG hingga Represivitas Aparat

- Publisher

Senin, 4 Mei 2026 - 20:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA JAKARTA- Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Jakarta dalam rangka Hari Pendidikan Nasional berlangsung di kawasan Silang Selatan Monas, Senin (4/5/2026). Massa mahasiswa mulai berkumpul sejak siang hari dengan membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk, poster tuntutan, serta pengeras suara untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi mahasiswa yang digelar secara serentak di sejumlah titik di Jakarta. Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, khususnya di sektor pendidikan dan pengelolaan anggaran negara.

BACA JUGA :  Konsumen Sebut Oknum Kepala Unit Pedagangan Terindikasi Tidak Berintegritas, Air Sering Mati dan Tunggakan Perlu Dikaji Penyebab Nya

Presiden Mahasiswa DEMA UIN Jakarta, Achmad Hafizh, dalam orasinya menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap bermasalah. Ia menyampaikan bahwa pendanaan program MBG yang bersumber dari anggaran pendidikan perlu dipertanyakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendanaan MBG yang dialokasikan dari 20 persen dana pendidikan menjadi persoalan serius karena berpotensi menggeser prioritas utama sektor pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi komponen belanja dalam program tersebut yang dinilai tidak rasional.

“Kami mempertanyakan belanja MBG, seperti pembelian kaos kaki hingga kegiatan zoom meeting yang anggarannya bisa mencapai miliaran rupiah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Ibarat Ingkar Janji, Jadwal Mati Listrik Buntok Kembali Molor Usai Sepakat Berakhir 5 Agustus

Selain itu, Hafizh turut menyinggung kondisi pengamanan aksi yang menurutnya mencerminkan tindakan represif aparat.

“Kami melihat adanya represivitas aparat penegak hukum yang justru cenderung melindungi pemerintah, bukan mengayomi masyarakat yang menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti adanya pembatasan terhadap kebebasan berpendapat.

“Terjadi pembungkaman terhadap penyampaian aspirasi oleh masyarakat, khususnya mahasiswa,” tambahnya.

Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian terlihat melakukan pengamanan di sekitar lokasi, termasuk di akses menuju kawasan Istana Negara. Sejumlah personel gabungan disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan menjaga jalannya aksi tetap kondusif.

BACA JUGA :  Dugaan Modus Operandi Mafia Tanah Terbongkar Sejak Tahun 2024, Warga Gading Kulon Menduga Sudah Lihai dan Cerdik 

Situasi di lapangan sempat mengalami peningkatan tensi, terutama ketika massa mencoba mendekati area yang dibatasi aparat. Meski demikian, hingga sore hari aksi masih berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian dari perwakilan mahasiswa.

Aksi ini disebut sebagai bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang terus berlanjut, dengan fokus pada isu transparansi anggaran, kebijakan pendidikan, serta ruang demokrasi di Indonesia.

Penulis : Rizky Fadirubun

Editor : Rizky Fadirubun

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Gunung Anak Krakatau, Founder YSUI Ajak Insan Pers Panjatkan Doa
Dedikasi Membuahkan Hasil: Delegasi SMA Ar Rohmah Guncang Panggung Asean Olympiad 2026 dengan Sederet Kemenangan
Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 September 2026 - 15:39 WIB

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 23:47 WIB

Kebakaran Gunung Kawi-Butak hingga Arjuno, Yayasan Suara Utama Indonesia Serukan Kepedulian

Berita Terbaru

FOTO: Andre Hariyanto mengenakan batik cokelat saat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan kompeten. UKW diselenggarakan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Kompas bersama KG Media dan Google. (Dok. Pribadi Andre Hariyanto)

Berita Utama

Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 20:11 WIB

FOTO: Truk sound horeg pawai Agustusan di Jawa Timur. (Sumber Wikipedia)

Berita Utama

Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya

Jumat, 18 Sep 2026 - 16:52 WIB

FOTO:Memakai Kaos Hitam Wakil Direktur Persebaya, Nanang Priyanto saat jumpa Pers di Amaris Hotel Surabaya, Jawa Timur pada Jum'at 18 September 2026 (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Nasional

Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:39 WIB

https://mancingjitu.com/