Menyoroti Persoalan Status Kawasan Budidaya Kehutanan, ketidak Jelasan Status Kawasan Kerap Menghambat Pembangunan

Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan

- Publisher

Rabu, 22 April 2026 - 19:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, BERAU. Anggota DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan pentingnya menghadirkan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah strategis.

“Regulasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan ketahanan pangan.

BACA JUGA :  Gudang BBM Solar di Rumah Jayak Diduga Pasok Aktivitas PETI di Tanjung Benuang

Ketika masyarakat memahami regulasi, maka program pemerintah akan lebih mudah didukung,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus menilai, data yang akurat menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna mencapai swasembada pangan. Kita harus memastikan status lahan ini clean and clear terlebih dahulu,” tegasnya.

BACA JUGA :  Ancaman Konstitusional Pasal 50A UU P2SK terhadap Sistem Anti Pencucian Uang Nasional

‎Selain itu, ia menyoroti persoalan status Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) yang dinilai masih menjadi kendala dalam pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

BACA JUGA :  Polres Maros Gelar Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Pererat Silaturahmi Keluarga Besar Polri

‎Menurutnya, ketidak jelasan status kawasan kerap menghambat pembangunan infrastruktur dasar sekaligus menimbulkan ketidakpastian hukum bagi masyarakat.

‎“Masih banyak masyarakat yang belum memahami status kawasan. Jika dibiarkan, ini bisa merugikan warga maupun daerah,” pungkasnya.

Penulis : Rudi Salam

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/