Penulis: Andre Hariyanto, Jurnalis Mengabdi di Redaksi Media Nasional dan Internasional SUARA UTAMA
SUARA UTAMA – Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama satu bulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan berbagai amal kebaikan sebagai bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Kini, Ramadan 2026 telah memasuki penghujungnya dan tinggal kurang lebih 10 hari lagi sebelum umat Islam menyambut Hari Raya Idulfitri, hari kemenangan bagi orang-orang yang berhasil menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam khazanah ajaran Islam, 10 hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar. Masa ini menjadi waktu terbaik bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, serta memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan.
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadan
Rasulullah SAW memberikan perhatian yang sangat besar pada 10 hari terakhir Ramadan. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya, menghidupkan malam dengan shalat dan doa, serta membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.
Pada malam-malam tersebut terdapat satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qadr ayat 3:
“Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperoleh pahala yang sangat besar serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Memperbanyak Amal Menjelang Idulfitri
Menjelang Hari Raya Idulfitri, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak amal kebaikan. Di antaranya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak dzikir, memperbanyak sedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Selain itu, umat Islam juga mulai mempersiapkan zakat fitrah, yang merupakan kewajiban bagi setiap Muslim sebagai bentuk penyucian diri setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Idulfitri: Kembali kepada Fitrah
Hari Raya Idulfitri memiliki makna yang sangat mendalam. Kata Idulfitri berasal dari kata fitrah yang berarti kembali kepada kesucian. Setelah menjalani latihan spiritual selama Ramadan, umat Islam diharapkan kembali menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, serta lebih dekat kepada Allah SWT.
Momentum ini juga menjadi waktu yang penuh kebahagiaan, di mana umat Islam saling bersilaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat hubungan persaudaraan.
Refleksi di Penghujung Ramadan
Dengan semakin dekatnya Idulfitri, umat Islam diingatkan untuk tidak terlena dengan kesibukan persiapan duniawi semata. Justru sebaliknya, sepuluh hari terakhir Ramadan seharusnya menjadi momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Sebab, tidak ada yang mengetahui apakah kita masih akan dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.
Oleh karena itu, mari manfaatkan sisa hari di bulan suci Ramadan dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan, keberkahan, serta kemenangan di Hari Raya Idulfitri. Wallahu a’lam bishawab.
Editor : Zahwa Qarira Nazhira
Sumber Berita: Redaksi Suara Utama










