Diduga Jadi Penampung Emas PETI, Aktivitas di Rumah Ateng Desa Langling Disorot Warga

- Publisher

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Aktivitas penampungan dan pembelian emas yang diduga berasal dari hasil penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali menjadi sorotan warga. Kali ini, aktivitas tersebut terpantau di Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, yang diduga kuat melibatkan seorang warga bernama Ateng sebagai penampung dan pembeli emas ilegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan, sejumlah warga setempat melaporkan bahwa rumah Ateng yang berada di samping Sekolah Dasar (SD) di Desa Langling kerap dijadikan tempat transaksi jual beli emas hasil PETI. Aktivitas tersebut disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan diketahui oleh banyak pihak.

“Iya bang, beli emas. Rumah yang di samping SD itu milik Ateng, dia pembeli dan penampung emas hasil PETI di wilayah ini,” ungkap salah seorang warga kepada awak media, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.

Warga menilai, maraknya aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah tersebut tidak bisa dilepaskan dari keberadaan para penampung dan pembeli emas. Menurut mereka, tanpa adanya penampung, para pelaku PETI di lapangan tidak akan leluasa melakukan aktivitas penambangan karena tidak memiliki tempat untuk menjual hasil tambangnya.

“Kalau tidak ada penampung, mau dijual ke mana emas hasil PETI itu? Inilah akar masalahnya. Selama penampung masih bebas, PETI tidak akan pernah berhenti,” tegas warga lainnya.

BACA JUGA :  Dosen PBA UNJ Tingkatkan Kompetensi Guru Desa Muktiwari melalui Pembelajaran Digital Berbasis StudyStack

Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Langling mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, agar segera turun ke lapangan dan melakukan penindakan tegas, tidak hanya terhadap para penambang ilegal di lokasi tambang, tetapi juga terhadap para penampung dan pembeli emas ilegal yang diduga beroperasi di rumah-rumah warga.

Warga menegaskan bahwa penampungan dan pembelian emas hasil PETI merupakan perbuatan melawan hukum. Selain merusak lingkungan dan sungai, aktivitas ini juga dinilai memperparah kerusakan alam serta menciptakan kesan seolah-olah hukum tidak berlaku di wilayah tersebut.

“Kami minta aparat jangan tebang pilih. Jangan hanya menangkap pekerja kecil di lapangan, tapi biarkan penampungnya bebas. Berantas sampai ke akar-akarnya, dari penambang sampai penampung emas ilegal,” ujar warga dengan nada kesal.

BACA JUGA :  Diduga Ada Permainan Judi Bola Bowling di Arena Pasar Malam Muara Delang, Warga Minta Aparat Bertindak

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ateng belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan tersebut. Begitu pula dengan pihak kepolisian setempat, yang diharapkan segera memberikan respons resmi dan melakukan langkah penegakan hukum guna menghentikan mata rantai PETI di Desa Langling.

Masyarakat berharap, penegakan hukum tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata agar aktivitas penambangan emas ilegal dan penampungan emas hasil PETI benar-benar dapat diberantas secara menyeluruh di Kabupaten Merangin.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Diakon Alex Pigai Apresiasi Kadis Pendidikan Dogiyai Bantu 50 Sak Semen
YNCI Bitung Chapter Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Ibunda Bendahara Chapter
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:21 WIB

HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/