SUARA UTAMA, Merangin – Pembangunan pagar di dua sekolah dasar yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, menuai sorotan tajam dari publik. Proyek yang masing-masing menghabiskan anggaran sebesar Rp41 juta per sekolah tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan dikerjakan asal-asalan.
Temuan ini terungkap berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Pemerintah Kecamatan Tabir terhadap pembangunan pagar di SD Negeri 91 Rantau Panjang dan SD Negeri 203 Rantau Panjang, yang dikerjakan oleh Ormas Karya Anak Tabir dan dinyatakan selesai pada 31 Desember 2025.
Diketahui, pagar SD Negeri 91 Rantau Panjang memiliki panjang sekitar 24 meter, sementara pagar SD Negeri 203 Rantau Panjang dibangun dengan panjang kurang lebih 30 meter. Namun, meski anggaran yang dikucurkan tergolong cukup besar, kualitas hasil pekerjaan justru dinilai jauh dari harapan.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pembangunan pagar di SD Negeri 203 Rantau Panjang menunjukkan sejumlah kejanggalan serius. Balok bagian atas pagar dilaporkan sudah mengalami retak, sementara pada bagian dinding pagar, tepatnya di area belakang WC sekolah, ditemukan tembok yang belum diplester. Selain itu, ketinggian pagar diduga mengalami pengurangan volume jika dibandingkan dengan gambar perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Tak hanya itu, hasil pengecatan pagar juga dinilai tidak rapi. Cat tampak tidak merata dan masih memperlihatkan pori-pori dinding, sehingga menimbulkan kesan pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan kualitas akhir bangunan.
Sementara itu, pada pembangunan pagar SD Negeri 91 Rantau Panjang, tim monev menemukan adanya dugaan kekurangan volume ketinggian pagar, yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.
Kondisi ini menjadi sorotan lantaran proyek pembangunan tersebut masih tergolong baru atau “seumur jagung”, namun kualitas fisiknya sudah menunjukkan berbagai kerusakan dan ketidaksesuaian spesifikasi.
Kekecewaan pun datang dari warga sekitar. Salah seorang warga Rantau Panjang yang enggan disebutkan namanya menyesalkan buruknya kualitas pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Pembangunan ini pakai uang negara. Harusnya dikerjakan sesuai aturan dan spesifikasi. Ini baru selesai, tapi sudah retak dan tidak rapi. Kami sangat menyayangkan,” ujarnya.
Warga berharap pihak pelaksana kegiatan serta instansi terkait dapat bertanggung jawab dan segera menindaklanjuti hasil temuan monev tersebut, termasuk melakukan perbaikan agar bangunan pagar sekolah layak, aman, dan sesuai spesifikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil monitoring dan evaluasi Pemerintah Kecamatan Tabir atas proyek pembangunan pagar dua sekolah dasar tersebut.
Penulis : Ady Lubis
Sumber Berita : Wartawan Suara Utama






