Pembangunan Pagar Dua SD di Rantau Panjang Amburadul, Dana Rp41 Juta Per Sekolah Disorot Publik

- Publisher

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARA UTAMA, Merangin – Pembangunan pagar di dua sekolah dasar yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, menuai sorotan tajam dari publik. Proyek yang masing-masing menghabiskan anggaran sebesar Rp41 juta per sekolah tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan dikerjakan asal-asalan.

Temuan ini terungkap berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Pemerintah Kecamatan Tabir terhadap pembangunan pagar di SD Negeri 91 Rantau Panjang dan SD Negeri 203 Rantau Panjang, yang dikerjakan oleh Ormas Karya Anak Tabir dan dinyatakan selesai pada 31 Desember 2025.

Diketahui, pagar SD Negeri 91 Rantau Panjang memiliki panjang sekitar 24 meter, sementara pagar SD Negeri 203 Rantau Panjang dibangun dengan panjang kurang lebih 30 meter. Namun, meski anggaran yang dikucurkan tergolong cukup besar, kualitas hasil pekerjaan justru dinilai jauh dari harapan.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan, pembangunan pagar di SD Negeri 203 Rantau Panjang menunjukkan sejumlah kejanggalan serius. Balok bagian atas pagar dilaporkan sudah mengalami retak, sementara pada bagian dinding pagar, tepatnya di area belakang WC sekolah, ditemukan tembok yang belum diplester. Selain itu, ketinggian pagar diduga mengalami pengurangan volume jika dibandingkan dengan gambar perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

BACA JUGA :  Warga Soroti Jalan Rabat Beton Desa Mudo: Dana Rp50 Juta, Baru Dibangun Sudah Rusak

Tak hanya itu, hasil pengecatan pagar juga dinilai tidak rapi. Cat tampak tidak merata dan masih memperlihatkan pori-pori dinding, sehingga menimbulkan kesan pekerjaan dilakukan tanpa memperhatikan kualitas akhir bangunan.

Sementara itu, pada pembangunan pagar SD Negeri 91 Rantau Panjang, tim monev menemukan adanya dugaan kekurangan volume ketinggian pagar, yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.

Kondisi ini menjadi sorotan lantaran proyek pembangunan tersebut masih tergolong baru atau “seumur jagung”, namun kualitas fisiknya sudah menunjukkan berbagai kerusakan dan ketidaksesuaian spesifikasi.

Kekecewaan pun datang dari warga sekitar. Salah seorang warga Rantau Panjang yang enggan disebutkan namanya menyesalkan buruknya kualitas pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

BACA JUGA :  AKAMSI Gelar unjuk rasa di Kantor Kementerian ATR/BPN: Usut tuntas pembongkaran Pura Sambiyangan dan Pura Ketapang Kembar

“Pembangunan ini pakai uang negara. Harusnya dikerjakan sesuai aturan dan spesifikasi. Ini baru selesai, tapi sudah retak dan tidak rapi. Kami sangat menyayangkan,” ujarnya.

Warga berharap pihak pelaksana kegiatan serta instansi terkait dapat bertanggung jawab dan segera menindaklanjuti hasil temuan monev tersebut, termasuk melakukan perbaikan agar bangunan pagar sekolah layak, aman, dan sesuai spesifikasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait hasil monitoring dan evaluasi Pemerintah Kecamatan Tabir atas proyek pembangunan pagar dua sekolah dasar tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp