Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Diduga Dianiaya Senior hingga Meninggal Dunia

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pratu Farkhan Sauqi Marpaung saat bertugas di perbatasan Papua - Papua Nugini (Pixabay/Pexels.com)

Ilustrasi Pratu Farkhan Sauqi Marpaung saat bertugas di perbatasan Papua - Papua Nugini (Pixabay/Pexels.com)

SUARA UTAMA, Sumatera Utara – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami rangkaian tindakan kekerasan di Pos TK Sanepa, wilayah penugasan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/Jaya Sakti, Papua.

Dugaan peristiwa penganiayaan tersebut mencuat ke publik setelah beredarnya dokumentasi video serta kronologi tertulis yang menyebut nama Kopda Fitrah sebagai pihak yang diduga terlibat.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan pos penugasan militer yang seharusnya menjunjung tinggi disiplin, hierarki, dan perlindungan terhadap sesama prajurit.

Informasi yang beredar menunjukkan adanya dugaan kekerasan fisik yang dialami korban sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Hingga kini, pihak TNI Angkatan Darat belum menyampaikan keterangan resmi secara terbuka terkait status hukum maupun langkah lanjutan atas dugaan penganiayaan tersebut.

Kronologi Kejadian yang Menimpa Pratu Farkhan Sauqi Marpaung

Berdasarkan kronologi yang dihimpun awak media Suara Utama pada Sabtu (03/01/2026), kejadian bermula pada Rabu (31/12/2025) pukul 09.00 WIT saat korban melaksanakan kegiatan rutin, setelah makan pagi bersama anggota TK Sanepa lainnya.

Sekitar pukul 12.00 WIT, korban masuk ke dalam rumah pos untuk beristirahat.

Pada pukul 13.30 WIT, korban terlihat berada di area samping dapur pos jaga belakang dalam kondisi berjemur.

Saat itu, Serda Muhammad Rizal menanyakan kondisi korban.

“Kenapa kamu?” kata Serda Muhammad Rizal.

BACA JUGA :  Pengelolaan Air Bersih Desa Paras Menjadi Sorotan, Diduga tidak berpayung hukum 

Lalu, korban menyampaikan bahwa tubuhnya terasa sakit.

Korban kemudian sempat dipijat di sekitar Pos Penjagaan 3 TK Sanepa.

Tidak lama kemudian, korban dipanggil oleh Kopda Fitrah dan dibawa ke area samping dapur.

Di lokasi tersebut, korban diperintahkan membuka baju, lalu bagian punggungnya diperiksa dan dipukul menggunakan kayu ranting kering sebanyak dua kali.

Setelah itu, korban kembali mengalami tindakan kekerasan berupa tendangan ke bagian dada sebelah kiri hingga terjatuh dan merintih kesakitan.

Melihat kondisi korban yang memburuk, sejumlah personel membawa korban ke dalam rumah pos.

Bakes dan Tikes TK Sanepa kemudian melakukan pertolongan pertama, namun kondisi korban terus menurun.

Sekitar pukul 13.45 WIT, Wadanpos TK Sanepa Serda Riza Lubis melaporkan kejadian tersebut kepada Dan TK Sanepa Kapten Inf Sugeng Jamianto.

Upaya medis lanjutan dilakukan berupa pemasangan oksigen, infus, tindakan resusitasi jantung paru (RJP), pemberian obat perangsang, serta injeksi medis.

Meski demikian, nyawa korban (Pratu Farkhan Sauqi Marpaung) tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025) pukul 14.15 WIT.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Dan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/Jaya Sakti serta unsur kesehatan satgas untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI Angkatan Darat terkait proses hukum maupun tindak lanjut atas dugaan penganiayaan tersebut.

Penulis : Suhardi

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:42

Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik

Berita Terbaru