Pratu Farkhan Sauqi Marpaung Diduga Dianiaya Senior hingga Meninggal Dunia

- Publisher

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Ilustrasi Pratu Farkhan Sauqi Marpaung saat bertugas di perbatasan Papua - Papua Nugini (Pixabay/Pexels.com)

Ilustrasi Pratu Farkhan Sauqi Marpaung saat bertugas di perbatasan Papua - Papua Nugini (Pixabay/Pexels.com)

SUARA UTAMA, Sumatera Utara – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat, Pratu Farkhan Sauqi Marpaung, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami rangkaian tindakan kekerasan di Pos TK Sanepa, wilayah penugasan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/Jaya Sakti, Papua.

Dugaan peristiwa penganiayaan tersebut mencuat ke publik setelah beredarnya dokumentasi video serta kronologi tertulis yang menyebut nama Kopda Fitrah sebagai pihak yang diduga terlibat.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena terjadi di lingkungan pos penugasan militer yang seharusnya menjunjung tinggi disiplin, hierarki, dan perlindungan terhadap sesama prajurit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang beredar menunjukkan adanya dugaan kekerasan fisik yang dialami korban sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Hingga kini, pihak TNI Angkatan Darat belum menyampaikan keterangan resmi secara terbuka terkait status hukum maupun langkah lanjutan atas dugaan penganiayaan tersebut.

Kronologi Kejadian yang Menimpa Pratu Farkhan Sauqi Marpaung

Berdasarkan kronologi yang dihimpun awak media Suara Utama pada Sabtu (03/01/2026), kejadian bermula pada Rabu (31/12/2025) pukul 09.00 WIT saat korban melaksanakan kegiatan rutin, setelah makan pagi bersama anggota TK Sanepa lainnya.

Sekitar pukul 12.00 WIT, korban masuk ke dalam rumah pos untuk beristirahat.

Pada pukul 13.30 WIT, korban terlihat berada di area samping dapur pos jaga belakang dalam kondisi berjemur.

Saat itu, Serda Muhammad Rizal menanyakan kondisi korban.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

“Kenapa kamu?” kata Serda Muhammad Rizal.

Lalu, korban menyampaikan bahwa tubuhnya terasa sakit.

Korban kemudian sempat dipijat di sekitar Pos Penjagaan 3 TK Sanepa.

Tidak lama kemudian, korban dipanggil oleh Kopda Fitrah dan dibawa ke area samping dapur.

Di lokasi tersebut, korban diperintahkan membuka baju, lalu bagian punggungnya diperiksa dan dipukul menggunakan kayu ranting kering sebanyak dua kali.

Setelah itu, korban kembali mengalami tindakan kekerasan berupa tendangan ke bagian dada sebelah kiri hingga terjatuh dan merintih kesakitan.

Melihat kondisi korban yang memburuk, sejumlah personel membawa korban ke dalam rumah pos.

BACA JUGA :  Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Bakes dan Tikes TK Sanepa kemudian melakukan pertolongan pertama, namun kondisi korban terus menurun.

Sekitar pukul 13.45 WIT, Wadanpos TK Sanepa Serda Riza Lubis melaporkan kejadian tersebut kepada Dan TK Sanepa Kapten Inf Sugeng Jamianto.

Upaya medis lanjutan dilakukan berupa pemasangan oksigen, infus, tindakan resusitasi jantung paru (RJP), pemberian obat perangsang, serta injeksi medis.

Meski demikian, nyawa korban (Pratu Farkhan Sauqi Marpaung) tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (31/12/2025) pukul 14.15 WIT.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Dan Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 113/Jaya Sakti serta unsur kesehatan satgas untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI Angkatan Darat terkait proses hukum maupun tindak lanjut atas dugaan penganiayaan tersebut.

Penulis : Suhardi

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

DPRD Pangkalpinang Beri Dukungan Penuh Kontingen Porprov VII, Targetkan Juara Umum dan Junjung Sportivitas
Ribuan Atlet Bersaing di Porprov VII Babel 2026, Ajang Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah
Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 
Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan
Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers
Dongkrak Ekonomi Pedagang UMKM, Perumda Pasar Cita Kota Bitung Hadirkan Idol Cilik 2026
Diduga Terlibat PETI di Sungai Manau, Nama Anwar Pegawai RSUD Bangko Jadi Sorotan Publik!
Aparatur Desa Tagih Janji Bank Jatim Cabang Kraksaan, Pimpinan Sibuk Full Hingga 10 Hari Kerja Tidak Bisa Temui Media
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:21 WIB

DPRD Pangkalpinang Beri Dukungan Penuh Kontingen Porprov VII, Targetkan Juara Umum dan Junjung Sportivitas

Minggu, 8 November 2026 - 11:15 WIB

Ribuan Atlet Bersaing di Porprov VII Babel 2026, Ajang Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah

Minggu, 8 November 2026 - 09:51 WIB

Terkesan Tidak Percaya Pemerintah, Aktivis Sebut Tidak Lazim dan Mendesak Bank Jatim Cabang Kraksaan Segera Penuhi Janjinya 

Sabtu, 7 November 2026 - 13:53 WIB

Dibuka Ramlan Mangkialo, Didoakan Ustaz Hairrudin, Bakubae Idol 2026 Resmi Dilaksanakan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:45 WIB

Andre Hariyanto Kantongi Sertifikat UKW Harian Kompas, Resmi Kompeten sebagai Wartawan Dewan Pers

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp