Nilai Diri Tidak Perlu Disetujui Dunia

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Di era media sosial, like, komentar, dan pengakuan orang lain sering kali dijadikan ukuran nilai diri. Kita senang ketika mendapat pujian, merasa gelisah saat diabaikan. Namun, pernahkah kita bertanya: jika dunia berhenti memberi validasi, apakah kita tetap merasa berharga?

1. Ketika Nilai Diri Diukur dari Validasi

Sebuah penelitian dalam Journal of Social and Clinical Psychology (2018) menunjukkan bahwa ketergantungan pada validasi eksternal berkaitan dengan meningkatnya kecemasan, depresi, dan rasa tidak aman. Semakin kita menilai diri melalui pandangan orang lain, semakin rapuh rasa percaya diri yang kita miliki.

2. Nilai Diri Tidak Sama dengan Pendapat Orang

Nilaimu tidak ditentukan oleh jumlah followers, likes, atau pujian.
Identitasmu lebih besar dari peran sosial, pekerjaan, atau status hubungan.
Kamu tetap bernilai bahkan ketika dunia tidak memberi tepuk tangan.

3. Racun Baca: Menemukan Nilai Diri dari Dalam

Dalam komunitas Racun Baca, sering dibahas pentingnya menumbuhkan self-worth yang tidak bergantung pada validasi luar. Nilai diri sejati lahir dari penerimaan diri, bukan dari angka atau pengakuan publik.

BACA JUGA :  Negerimu Cerminan Dirimu Sendiri, Refleksi diri untuk Indonesia !

4. Cara Menemukan Nilai Diri dari Dalam

Luangkan waktu untuk mengenali kelebihan dan kualitas unikmu.

Praktikkan self-compassion: hargai usaha, bukan hanya hasil.

Bangun kebiasaan positif seperti journaling atau meditasi.

Kelilingi dirimu dengan orang yang mendukung tanpa syarat.

5. Manfaat Melepaskan Ketergantungan Validasi

Rasa percaya diri menjadi lebih stabil dan tahan uji.

Hidup terasa lebih tenang karena tidak lagi mengejar pengakuan.

Hubungan dengan orang lain lebih tulus, tanpa topeng.

Memberi ruang bagi kebahagiaan yang datang dari dalam diri.

6. Kesimpulan

Dunia mungkin tidak selalu memberi tepuk tangan, tapi itu tidak mengurangi nilai dirimu. Kamu berharga hanya karena kamu ada—bahkan ketika tidak ada yang melihat atau memuji.

✨ Apakah kamu pernah merasa nilaimu diukur dari validasi orang lain? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!
Bagikan artikel ini agar semakin banyak orang sadar bahwa nilai diri sejati tidak tergantung pada dunia luar.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan
Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus
Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku
Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu
Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:19

PTNBH dan Ikhtiar Membangun LBH Universitas Terbuka: Dari Otonomi Kampus Menuju Akses Keadilan

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:16

Namanya Diabadikan: Taman Soekarno Tanggamus

Senin, 19 Januari 2026 - 16:36

Meningkatkan Kualitas Shalat: Hikmah Agung dari Perjalanan Isra Mi‘raj Nabi SAW

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Sabtu, 3 Januari 2026 - 23:45

Babak Baru Hukum Pidana Indonesia, KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku

Jumat, 2 Januari 2026 - 16:11

Mahasiswa Sosiologi UINSA Padukan Rekreasi dan Refleksi Sosial di Kota Batu

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:10

Mengapa Penulisan Berita Tidak Dianjurkan Mencantumkan Gelar Nama

Berita Terbaru