Soroti Penyimpangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang,suarautama.id–

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai masih jauh dari harapan. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah dan memberdayakan UMKM ini justru rawan disalahgunakan oleh oknum tertentu di lapangan.

Wakil Sekretaris Gerindra Sumatera Barat, Zulkifli, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai penyimpangan dalam pelaksanaan MBG.

> “Kami mendukung penuh cita-cita Presiden Prabowo untuk memberi gizi terbaik bagi anak-anak bangsa. Namun fakta di lapangan menunjukkan ada oknum yang menjadikan program ini ladang keuntungan pribadi. Masyarakat hanya dijadikan pekerja, bukan pelaku utama, dan banyak koperasi yang hanya menjadi formalitas,” ujar Zulkifli.

 

Beberapa temuan di lapangan yang disoroti antara lain:

Konflik Kepentingan: Banyak kepala dapur merangkap sebagai pemasok bahan pangan, memunculkan potensi manipulasi harga dan kualitas bahan.

Kualitas Bahan Rendah: Demi mengejar keuntungan, bahan pangan yang dipasok sering kali tidak memenuhi standar gizi, bahkan menimbulkan kasus keracunan di sejumlah sekolah.

BACA JUGA :  Mantan Sekdes Sungai Lalang Joni Sastra Enggan Kembalikan Aset Desa Berupa Laptop dan Camera

Peran Masyarakat Dilemahkan: Koperasi dan UMKM lokal hanya dijadikan formalitas, tanpa kuasa menentukan jalannya program.

Zulkifli meminta pemerintah pusat dan daerah untuk:

1. Melakukan Audit Lapangan – Meninjau keberadaan dapur-dapur dan kepala dapur yang terindikasi bermain dengan oknum aparat.

2. Mengembalikan Peran Koperasi & UMKM – Sesuai arahan Presiden, suplai bahan pangan harus benar-benar melibatkan masyarakat.

3. Memperketat Pengawasan & Standar Gizi – Melibatkan dinas kesehatan untuk menjamin makanan sesuai standar gizi nasional.

4. Menindak Tegas Pelanggar – Memberikan sanksi tegas kepada pihak yang menyalahgunakan program dan mencabut kontrak jika perlu.

 

> “Program ini adalah janji Presiden untuk rakyat. Jangan sampai dikotori oleh oknum yang mencari untung di atas penderitaan anak-anak. Kita harus pastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Zulkifli.

 

Disampaikan oleh:
Zulkifli
Wakil Sekretaris
Gerindra Sumatera Barat

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Sumber Berita : Tim-Z

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum
Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung
Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata
Kepala Inspektorat Beri Tanggapan Terkait Proyek Peningkatan Jalan RT 07 Desa Tungkal I Pangkal Babu
Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 
Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 07:31

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:02

Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:19

Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:46

Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56

Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:50

Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:20

Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terbaru