Fenomena Aneh! Pohon Cengkeh di Mauponggo Berguguran Daun, Petani Kehilangan Harapan

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG 20250819 095510 Fenomena Aneh! Pohon Cengkeh di Mauponggo Berguguran Daun, Petani Kehilangan Harapan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto: Kondisi Pohon cengkeh saat ini

SUARA UTAMA, NAGEKEO

Mauponggo, 19 Agustus 2025
Masyarakat Desa Lajawajo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, tengah dilanda keresahan. Pohon cengkeh yang selama ini menjadi salah satu sumber penghasilan utama tiba-tiba mengalami gejala aneh. Daun-daun berguguran hingga menyisakan dahan kering, membuat warga khawatir akan gagal panen.

Menurut penuturan Doni, salah seorang warga Kampung Nua Bolo, fenomena ini mulai terlihat sejak beberapa bulan terakhir. “Awalnya hanya beberapa pohon saja, tapi lama-lama semakin banyak. Daunnya rontok dari bawah lalu naik ke atas, sampai-sampai yang tersisa tinggal dahan. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ungkapnya kepada Suara Utama.

Liputan Suara Utama ke beberapa warga Desa Lajawajo menemukan hal serupa. Banyak petani menuturkan bahwa kondisi pohon cengkeh yang terdampak tersebut kemungkinan besar dipicu oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Cuaca yang ekstrem diduga melemahkan akar cengkeh sehingga tanaman tidak mampu bertahan.

Lebih parah lagi, di Kampung Kuyu, seorang warga bahkan mengaku hampir seluruh kebun cengkehnya mengalami nasib serupa. Hampir semua pohon di kebunnya kini kehilangan daun dan tinggal dahan kering. Kondisi ini membuat warga semakin cemas karena berpotensi menimbulkan kerugian besar.

BACA JUGA :  AR Learning Center Tingkatkan Kompetensi SDM Di Era Disrupsi Teknologi Melalui CHRA

“Kalau begini terus, kami bisa kehilangan seluruh kebun. Cengkeh ini andalan kami, satu-satunya harapan setelah pisang juga terserang penyakit. Beberapa waktu lalu tanaman pisang kami habis, sekarang giliran cengkeh yang layu,” kata salah satu petani lain dengan nada kecewa.

Warga Lajawajo menilai, hingga kini pemerintah maupun dinas terkait belum memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Padahal, masalah serupa sempat mereka sampaikan ketika penyakit menyerang pohon pisang, tetapi respon dari pemerintah sangat minim.

“Kami merasa dibiarkan begitu saja. Padahal, kalau tidak ada solusi dari dinas pertanian, bagaimana kami bisa bertahan hidup? Kami hanya mengandalkan hasil kebun,” tambah Doni.

Para petani berharap agar pemerintah Kabupaten Nagekeo segera turun tangan melakukan penelitian lapangan untuk mengetahui penyebab pasti cengkeh layu. Mereka juga meminta agar ada langkah nyata, baik berupa penyuluhan maupun bantuan teknis, supaya kerugian tidak semakin meluas.

Fenomena cengkeh layu ini kini menjadi perhatian serius masyarakat Lajawajo. Mereka berharap, jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan membuat perekonomian warga semakin terpuruk.

Penulis : SEVERINUS JE

Sumber Berita : SUARA UTAMA

Berita Terkait

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam
Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik
Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum
Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung
Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata
Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 
Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah
Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 07:31

Pembangunan Jembatan di Desa Lubuk Birah Mangkrak, Warga Keluhkan Janji Tak Tepat Waktu: Kades Bungkam

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:02

Hari Pers Nasional 2026, Suara Utama Konsisten Mengabarkan Kebenaran untuk Publik

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:19

Kayu Sengon Ditebang, Oknum Petugas DPUPR Ruas Jalan Pekalen -Klenang Terindikasi Gagal Dalam Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:46

Pemuda Pancasila Tanggamus Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Ketua dan Sekretaris DPW PPP Lampung

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:56

Solar Jadi Nyawa PETI Tabir Barat: Penyuplai BBM Diduga Bebas Berkeliaran, Aparat Seolah Tutup Mata

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:50

Mungkinkah Tangisan Masyarakat Dapat Terobati Dengan Hasil Pemeriksaan BK DPRD kabupaten Probolinggo 

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:35

Ruang GTK, BCKS, dan Tantangan Kepemimpinan Sekolah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:20

Konferensi MWC NU Kota Agung : Langkah Awal Membangun Kepengurusan yang Solid

Berita Terbaru