Tragedi di Kebun Kopi Merangin: Suami Bunuh Istri, Lalu Akhiri Hidupnya

- Publisher

Jumat, 8 Agustus 2025 - 10:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Merangin – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan seorang wanita bernama Wina Elisti (17), yang ditemukan tewas di sebuah pondok kebun kopi di Dusun Sungai Dilin, Desa Koto Rami, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin.

Olah TKP dilakukan oleh personel Sat Reskrim Polres Merangin bersama Polsek Lembah Masurai pada Kamis (7/8/2025) sore, di lokasi tempat korban dan pelaku bekerja.

Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K., M.H., melalui Kasubsi Penmas AIPTU Ruly S.Sy., M.H., membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan keterangan, petunjuk, dan barang bukti terkait tindak pidana ini. Dari lokasi, kami mengamankan satu bilah pisau dan satu potong kayu yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut,” jelas Ruly.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (7/8/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Seorang saksi bernama Aldo (44) yang berada di pondok kebun kopi, didatangi oleh Rezan (pelaku) sambil menggendong anaknya dan dalam keadaan bersimbah darah. Pelaku mengaku telah membunuh istrinya akibat pertengkaran yang terjadi di pondok tersebut.

BACA JUGA : 

Mendapat kabar itu, warga segera melapor ke pihak kepolisian. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Masurai untuk keperluan visum, sementara pelaku yang mengalami luka parah dirujuk ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut Ruly, setelah menganiaya istrinya hingga tewas, pelaku berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun dan melukai tubuhnya menggunakan senjata tajam.

BACA JUGA :  Yohanes Degei Tegaskan Ketertiban Ketertiban Jelang Peresmian Gereja Katolik Idakebo

“Setelah mendapat perawatan di RSUD Bangko, pada Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 06.18 WIB, pelaku dinyatakan meninggal dunia. Kedua jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halaman mereka di Bengkulu,” tambah Ruly.

Hasil pemeriksaan sementara menyebutkan, pertengkaran rumah tangga menjadi pemicu utama pelaku gelap mata hingga melakukan penganiayaan yang berujung maut tersebut.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026
Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung
Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional
Dishub Pangkalpinang Sosialisasi Smart Parking di SMADA, Dorong Pelajar Jadi Pelopor Digitalisasi
Aula Bappeda Merangin Dipakai Pengukuhan PKB, Publik Pertanyakan Penggunaan Fasilitas Pemerintah
Berita ini 1,889 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Fasilitator TEKAD Dogiyai Dukung Festival Kopi Papua Tengah 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Dukung UMKM Naik Kelas, Sekjen DPP APPSI Kunjungi Zona BakuBae Kota Bitung

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Andre Hariyanto Lulus UKW Dewan Pers, Perkuat Kompetensi sebagai Wartawan Profesional

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp