PULANG

Jumat, 23 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisikan senja itu sungguh angkuh

Pulang pergi bagai kawanan burung di angkasa

Padahal di sini selalu ku ukir wajahnya

Pulanglah, agar ku tak kesepian bagai kota mati

Pulanglah, sebelum malam menyelimuti batinku

Bila engkau bertanya pada senja tentang kesepianku

Maka ia akan bercerita dengan sendu nan merdu

Sebab seharian aku menanti bersamanya di alun-alun tempat musafir mengemis kasih

Bila panorama asmaramu ingin membawamu terus berlari

Maka pinta ku,Pulanglah

Katakan saja padaku mimpimu

Agar aku menatapnya bagai sunset terindah di kota ini

BACA JUGA :  Jovanov, Apatisme Dalam Goresan Puisi

Dan bila diammu dapat memenjarakan kata

Maka aku hanyalah gelombang yang tak punya nada

Dan arti sebuah penantian hanya bagai burung gagak yang menghardik kematian

Bila senja ini kau pulang wajahmu tetap molek dan anggun

Jangan malu kau mengintip masa lalu itu lagi

Karena masa lalu juga sering pulang pergi tanpa pamit

Bagai mentari yang akan tenggelam di wajahmu

Pulanglah, kendarai airmata mu yang selalu terpanjat dalam do’a

#Batam Dalam Kata

Berita Terkait

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global
Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel
Papua Negeri Damai
Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu
Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?
Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar
Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:23

Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global

Kamis, 25 September 2025 - 16:05

Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:50

Papua Negeri Damai

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:40

Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:45

Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:19

Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:49

Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terbaru