Menegur, Remaja malah di keroyok dan di tikam

- Publisher

Senin, 3 Februari 2025 - 16:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

 

SUARA UTAMA, Mesuji – Sebuah insiden kekerasan yang memilukan terjadi di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, pada Minggu dini hari (02/02/2025), sekitar pukul 02.00 WIB. Bagas Wijaya (18 tahun), warga Dusun Tebing, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, menjadi korban pengeroyokan dan penikaman oleh sekelompok remaja bermotor. Kejadian ini mengakibatkan luka serius (maaf – Usus terburai) dan kondisi kritis pada korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi korban pengeroyokan dan penusukan

 

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kronologi kejadian bermula saat korban sedang berada di rumah kost temannya. Saat itu, korban sedang duduk di depan rumah kost ketika tiba-tiba muncul sekelompok pemuda bermotor, sekitar 15 orang, dengan suara motor yang bising. beberapa orang dari rombongan tersebut diketahui merupakan teman sekolah dari teman si korban.  Karena merasa terganggu dan khawatir mengganggu warga sekitar, kemudian korban menegur salah satu dari mereka. Teguran itu memicu percekcokan yang berujung pada aksi pengeroyokan brutal. Salah seorang dari rombongan itu bahkan nekat menikam tubuh bagian samping korban.

BACA JUGA :  Yayasan Suara Utama Indonesia Soroti Polemik Sound Horeg dan Etika, Pernyataan “Goblok” Jadi Sorotan

Melihat korban yang tergeletak, rombongan tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Oleh Teman korban dan warga sekitar, Korban pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Mesuji Healthcare Center (dulu – RS Puri Husada Simpang Pematang). Saat tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah sangat kritis, sehingga tim medis langsung melakukan tindakan operasi darurat untuk menyelamatkan nyawanya.

BACA JUGA :  Dinkes Dogiyai Gelar Pelatihan Pengelola Imunisasi

Mendapat laporan tentang kejadian tersebut, pihak Kepolisian Resor Mesuji segera bergerak cepat untuk mengolah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Keluarga korban dan perwakilan dari Organisasi PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) meminta kepada aparat kepolisian untuk menangani kasus ini dengan tegas dan cepat. Mereka berharap pelaku segera diadili sesuai hukum yang berlaku.

 

Kondisi korban dn Keluarga

Saat ini, Bagas masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisinya yang kritis membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Keluarga korban, yang termasuk dalam kategori keluarga tidak mampu, memohon bantuan dari masyarakat untuk meringankan beban biaya pengobatan yang harus ditanggung.

BACA JUGA :  Umat Stase Goodide Kembangkan Literasi Iman melalui Buku 50 Tahun Pelayanan Katekis Germanus Goo

Bagi yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan langsung ke keluarga korban di Dusun Tebing, Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur atau melalui orang-orang yang di percayakan untuk menggalang Dana.

Insiden ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. Kekerasan yang melibatkan kalangan remaja ataupun gerombolan bermotor bersuara bising ini bukan hanya meresahkan, tetapi juga mengancam nyawa. Semoga kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwajib untuk mengambil langkah tegas guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Mari kita bersama-sama membantu keluarga korban melalui donasi dan do’a agar korban segera pulih dan pelaku kejahatan ini segera diadili.

Berita Terkait

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 
Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Berita ini 556 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp