Memimpin Tanpa Menyalahkan

Senin, 27 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nafian Faiz. Dok Pribadi. (suarautama.id)

Nafian Faiz. Dok Pribadi. (suarautama.id)

SUARA UTAMA – Pernahkah Anda merasa bingung ketika setiap pekerja atau teknisi yang baru selalu menyalahkan pekerjaan sebelumnya? Lalu, bagaimana jika pola ini juga terjadi dalam kepemimpinan?

Kejadian seperti ini, meskipun tampak sepele, sebenarnya mengandung pelajaran besar tentang pola pikir yang sering kita temui—baik di dunia teknis maupun dalam kepemimpinan.

Sebagai contoh, saat memperbaiki rumah atau sepeda motor, teknisi baru sering kali mengomentari hasil pekerjaan teknisi sebelumnya: “Siapa yang kerjakan ini? Ada yang salah, seharusnya begini dan begitu.” Panjang lebar memberi penilaian sebelum bekerja.

Anehnya, jika kita mengganti teknisi lain, komentarnya hampir selalu serupa—dengan sudut pandang berbeda tentu, tetapi tetap menyalahkan orang lain.

Lucu memang. Namun, jika direnungkan lebih dalam, pola ini mencerminkan ego profesional yang lebih mementingkan siapa yang benar daripada bagaimana mencari solusi bersama.

Fenomena serupa juga sering terjadi dalam dunia kepemimpinan, baik di organisasi, perusahaan, maupun pemerintahan.

Pemimpin baru sering terjebak dalam narasi yang menyalahkan pendahulunya, mulai dari manajemen buruk hingga kebijakan yang dianggap tidak efektif.

Namun, apakah menyalahkan pendahulu membuat segalanya lebih baik?

BACA JUGA :  Solidaritas Rakyat Bersama Presiden Prabowo dalam Perang terhadap Kapitalisme Oportunistik dan Korupsi

Seorang pemimpin yang hebat tidak melangkah dengan semangat menyalahkan, melainkan dengan tekad memperbaiki. Ia memahami bahwa pekerjaan pendahulunya adalah pondasi, meskipun tidak sempurna.

Mengkritik pendahulu hanya untuk menonjolkan diri bukanlah kepemimpinan sejati, justru menunjukan kekurangnya dan menciptakan pembenci-pembenci baru.

Pemimpin bijaksana tahu bahwa setiap keputusan pendahulunya memiliki konteks. Mengkritik hanya memperburuk keadaan, sementara berfokus pada perbaikan membawa hasil nyata.

Daripada mencari kesalahan, pemimpin baik akan mencari solusi dan merancang langkah konkret menuju masa depan yang lebih baik.

Seni memimpin adalah seni merangkul: merangkul kesalahan untuk diperbaiki, keberhasilan untuk dilanjutkan, dan perbedaan untuk menciptakan harmoni.

Dengan semangat itu, pemimpin meninggalkan warisan tidak hanya berupa hasil kerja, tetapi juga teladan kebijaksanaan.

Sebagai pemimpin—di organisasi, keluarga, atau komunitas—mari kita belajar untuk fokus pada solusi daripada kesalahan. Tanyakanlah, “Apa yang bisa saya perbaiki?” alih-alih, “Siapa yang salah?”

Pada akhirnya, yang akan dikenang bukanlah siapa yang menyalahkan atau merasa paling benar, tetapi siapa yang memperbaiki dan meninggalkan warisan berharga bagi generasi selanjutnya.

Penulis : Nafian faiz

Berita Terkait

Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat
Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan
Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles
Kebijakan Penghangusan Kuota Internet Digugat ke MK
Demokrasi Indonesia Dalam Cengkeraman Elit
Penegakan Hukum Indonesia di Persimpangan Das Sein dan Das Sollen
PMK 111/2025 Perkuat Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Mulai Berlaku 2026
PERMA 3/2025 Dinilai Perkuat Kepastian Hukum Penindakan Kejahatan Pajak
"Seni memimpin adalah seni merangkul: merangkul kesalahan untuk diperbaiki, keberhasilan untuk dilanjutkan, dan perbedaan untuk menciptakan harmoni"

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 06:27

Bahlil : Menteri yang Amankan Kedaulatan Rakyat

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:38

Indonesia, Negara Hukum di Persimpangan Jalan

Minggu, 18 Januari 2026 - 23:47

Negara untuk Warga atau Warga untuk Negara? Membaca Indonesia Hari Ini lewat Cermin La Politica Aristoteles

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:28

Kebijakan Penghangusan Kuota Internet Digugat ke MK

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:03

Demokrasi Indonesia Dalam Cengkeraman Elit

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:59

Penegakan Hukum Indonesia di Persimpangan Das Sein dan Das Sollen

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:04

PMK 111/2025 Perkuat Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak Mulai Berlaku 2026

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:59

PERMA 3/2025 Dinilai Perkuat Kepastian Hukum Penindakan Kejahatan Pajak

Berita Terbaru