UNJ dan Kemenag Seminar Bersama Bertema Penguatan Ekosistem Moderasi Beragama Sebagai Upaya Menciptakan Kampus yang Harmoni

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Kampus adalah ruang strategis dalam membentuk karakter, intelektual, dan keterampilan sosial mahasiswa. Lingkungan yang harmonis menciptakan suasana yang nyaman bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, dan staf. Hal ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara optimal tanpa gangguan akibat konflik atau perselisihan.

Namun tidak bisa dipungkir, perguruan tinggi adalah tempat berkumpulnya individu dari berbagai latar belakang sosial, budaya, agama, dan ideologi. Keragaman tersebut rentan terhadap konflik. Karenanya menciptakan kampus harmoni perlu diperjuangkan. Harmoni di kampus mencegah konflik yang dapat timbul akibat perbedaan tersebut dan mendorong terciptanya budaya saling mengharga dan memungkinkan mahasiswa untuk bekerja sama dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Ini mendorong terciptanya hubungan yang positif dan kerja sama lintas kelompok, yang penting untuk membangun komunitas yang kuat. Sebagai upaya menciptakan kampus yang harmoni, UNJ bekerjasama dengan SubDit Pendidikan Islam Kementrian Agama mengadakan seminar Penguatan Ekosistem Moderasi beragama.

Moderasi beragama yang dipahami sebagai prinsip atau pendekatan untuk mengelola perbedaan, keberagaman, atau variasi dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu dalam konteks sosial, budaya, agama, politik, maupun lingkungan kerja juga di lingkungan perguruan tinggi diharapkan untuk menjaga keseimbangan, harmoni, dan saling menghormati di tengah keberagaman tersebut.

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2024 bertempat di Ruang Serbaguna Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta dihadiri oleh Wakil Rektor IV Univesitas Negeri Jakarta, Dr. Andy Hadiyanto, MA, Direktur Pendidikan Islam Kementrian Agama, Dr. M Munir, MA serta Narasumber Seminar yakni Dr. Khalid Syairozy, M.Si Pakar Moderasi Beragama. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Rudi M Barnansyah, M.Pd.I mengungkapkan bahwa acara ini disambut antusias oleh berbagai kalangan dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa dan juga pengurus GMBBN UNJ yang terdiri dari dosen lintas fakultas dan lintas agama.

BACA JUGA :  Dahsyat KITA IHC: 1700-an Orang Peserta Seminar di Surabaya di-Hipnosis

“Kegiatan seminar dan Launching GMBBN di UNJ sebagai upaya menciptakan kehidupan kampus yang harmoni antara umat beragama di UNJ, UNJ sebagai salah satu Perguruan Tinggi Umum yang dimana di dalamnya terdiri dari banyak kalangan dosen dan mahasiswa dari berbagai agama harus mampu menanmkan nilai moderasi bergama dalam setiap aktivitas baik keagamaan atau yang lainnya, sehingga nilai keharmonisan yang akan di tanamkan mampu menjadi bagian yang tidak terlepaskan” Andy Hadiyanto menjelaskan dalam sambutannya.

Direktur Pendidikan Islam Kementrian Agama, M Munir, dalam paparannya menekankan bahwa Perguruan Tinggi Umum harus mampu memastikan bahwa nilai-nilai moderasi beragama menjadi bagian integral dalam kehidupan akademik, guna menciptakan kampus yang inklusif, harmonis, dan bebas dari paham radikalisasi.

Sedangkan Dr. Khalid Syairozy, M.Si sebagai narasumber dalam acara ini dengan pendekatan diskusinya mengajak peserta untuk dapat berpikir lebih kritis melihat bagaimana perkembangan pemahaman kegamaan dan nilai-nilai kenegaraan di Indonesia khususnya di Perguruan Tinggi yang sampai saat ini terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Lebih lanjut narasumber tersebut mengingatkan bahwa kesalahan dalam berpikir mampu membuat seseorang menjadi radikal dan memunculkan konflik dan membahayakan kehidupan yang harmoni.

Hasil dari Seminar di UNJ ini mampu memberikan pemahaman yang luas bagi seluruh civitas akademika bahwa beragama tidak hanya memimikirkan kedekatan diri dengan pencipta tapi juga harus mengedepankan sisi kemanusiaan juga.
Bahwa di dalam memahami moderasi beragama agar memberikan kenyamanan untuk semua maka perlu diterapkan elemen kunci dalam moderasi beragama yaitu toleransi, dialog dan komunikasi, keseimbangan, kesetaraan, pengelolaan konflik.
Prinsip moderasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, menghindari konflik yang tidak perlu, dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan di tengah keragaman.

Berita Terkait

Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia
Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 
Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Sinergi Kejaksaan Negeri Kab. Probolinggo dan BPPKAD Dalam Optimalisasi Pajak Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:35

Lowongan Pekerjaan Wartawan dan Jurnalis Dibuka di Seluruh Indonesia

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:14

Integritas dan Akuntabilitas BK DPRD Kab. Probolinggo Sedang di Uji Publik, Perihal Pemeriksaan Prank Ulang Tahun 

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:04

Pemerintah Kecamatan Banyuanyar Ambil Sikap, Warga Pertanyakan Sanksi dan Permohonan maaf Secara Terbuka

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Sinergi Kejaksaan Negeri Kab. Probolinggo dan BPPKAD Dalam Optimalisasi Pajak Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Berita Terbaru