Pria mabuk mengamuk berujung tragis, seorang wartawan jadi korban pembacokan

- Publisher

Kamis, 1 Agustus 2024 - 23:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi
Dokumentasi: wartawan korban pembacokan

SUARA UTAMA, Mesuji – Aan Setiawan, wartawan dari Mesuji, menjadi korban pembacokan oleh seorang pria yang diduga sedang mabuk pada Kamis (01/08/2024).

Peristiwa ini terjadi di sebuah kafe milik Wati di Simpang pematang, yang juga merupakan saksi mata kejadian. Menurut Wati, pelaku pembacokan adalah seorang pria bernama Robin. Aan Setiawan mengalami luka serius akibat sabetan golok yang dilakukan oleh Robin.

BACA JUGA :  PUI-PT CPHI Unud Gelar PERNAS JPHIV 2026, Dorong Layanan HIV Bermutu dan Berkeadilan
Dokumentasi: Aan setiawan

Kejadian bermula ketika Robin datang ke kafe bersama istrinya. Di kafe tersebut, terdapat seorang anggota intel Kodim bernama Wayan sedang menyanyi. Awalnya, Robin dan Wayan terlibat percakapan sambil bernyanyi. Namun, situasi memanas ketika Robin melihat Wayan melirik istrinya, yang membuatnya marah dan memicu keributan mulut. Robin kemudian mengambil golok dan mengejar Wayan yang segera melarikan diri. Dalam kemarahannya, Robin mencari Wayan dan mengamuk membabi buta, menyerang siapa pun yang ada di luar kafe.

Seorang pekerja di kafe tersebut menelepon Aan Setiawan untuk melaporkan keributan yang terjadi. Aan, yang dikenal dan mengenal Robin, segera menuju kafe dengan mobilnya. Sesampainya di kafe, Aan melihat Robin yang masih mengamuk. Aan mencoba mendekati Robin untuk melerai, namun sebelum sempat melakukannya, Robin langsung menyabetkan goloknya ke arah Aan, menyebabkan luka lebar dan berdarah di pundak dan telinganya. Setelah mengamuk, Robin pun kabur meninggalkan kafe bersama istrinya.

BACA JUGA :  Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo

Saudara kandung Aan Setiawan mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembacokan terhadap adiknya. “Kami tidak bisa membiarkan permasalahan ini begitu saja dan akan mengawal hingga pelaku tertangkap,” ujarnya.

Berita Terkait

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
PP Barokatul Hasan Desa Tegalwatu Peringati HSN 2026, Payung Hias Mempunyai Filosofi dan Makna Yang Mendalam 
Irigasi Diduga Mengalir di Area Pabrik PT Sasa Inti, Dugaan Juga Tertuju Pada Pemasangan dan Pengoperasian Turbin Gas Bumi
Muktamar XI Al-Khairiyah di Cilegon Berjalan Lancar, Ini Harapan Al-Khairiyah Tanggamus
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp