Kasus Dugaan Keracunan MBG di Agam: 86 Orang Jadi Korban, Mitra Kerja Diduga Tak Jalankan SOP

- Publisher

Kamis, 2 Oktober 2025 - 00:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Agam, 1 Oktober 2025 – Kasus dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam terus menjadi sorotan publik. Hingga Rabu (1/10/2025) pukul 21.00 WIB, jumlah korban tercatat 86 orang, terdiri dari:

57 murid sekolah

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

6 guru

2 orang tua murid

21 orang lain yang belum terdata resmi namun diduga terdampak

Para korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi goreng dengan telur.

📌 Dugaan Pelanggaran SOP

BACA JUGA :  Pemdes Desa Rasau Gelar Malam Renungan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa mitra kerja penyedia makanan MBG tidak melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan. Hal ini terlihat dari:

Kurangnya pengawasan kualitas bahan makanan.

Tidak adanya standar penyimpanan dan distribusi yang layak.

Minimnya kontrol kebersihan dapur MBG.

Dapur MBG di SPPG Kampuang Tangah, Lubuk Basung kini ditutup sementara sampai hasil uji laboratorium keluar.

📌 Penanganan Korban

Penanganan medis difokuskan pada rehidrasi untuk mencegah dehidrasi akibat muntah dan diare.

Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait melakukan pendataan dan pemeriksaan.

BACA JUGA :  HGU Lonsum Berakhir, AMAN Sulsel Fasilitasi Terbentuknya Koalisi Rebut Ruang

Pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan yang layak.

 

✅ Rekomendasi dan Solusi Konkret

1. Evaluasi Mitra MBG – Pemerintah harus meninjau ulang kerja sama dengan mitra yang terbukti lalai menjalankan SOP.

2. Audit Keamanan Pangan – Semua dapur MBG harus diaudit, tidak hanya yang terlibat kasus.

3. Standarisasi SOP Nasional – Setiap dapur wajib menerapkan standar higienitas, penyimpanan, dan distribusi sesuai kaidah kesehatan.

4. Pelatihan Wajib – Seluruh pengelola makanan MBG harus mengikuti pelatihan keamanan pangan.

BACA JUGA :  UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

5. Pengawasan Berlapis – Pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan MBG.

6. Transparansi Laporan – Hasil uji laboratorium dan tindak lanjut pemerintah harus diumumkan secara terbuka untuk menghindari spekulasi publik.

 

📍 Rilis ini menegaskan bahwa kasus keracunan massal di Agam menunjukkan adanya kelalaian mitra kerja MBG yang tidak menjalankan SOP. Program makan bergizi seharusnya melindungi generasi muda, bukan sebaliknya menimbulkan bahaya kesehatan.

Penulis : Ziqro fernando

Editor : Ziqro fernando

Berita Terkait

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya
Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine
Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media
Perkuat Kapasitas Epidemiolog, Indonesia Ikuti Training of Trainers FETP di Bangkok Thailand
UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta
Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan
Team Ngorek Audio: Sebaiknya Volume Sound Horeg Sewajarnya
Persebaya Optimis Juara di Musim Menuju Usia 100 Tahun
Berita ini 190 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:25 WIB

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 September 2026 - 14:12 WIB

Razia Gabungan Lapas Bangko Bersama TNI-Polri, Petugas dan WBP Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 21:28 WIB

Pemimpin Redaksi Suara Utama Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam UKW bersama KG Media

Minggu, 20 September 2026 - 00:50 WIB

UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Sabtu, 19 September 2026 - 20:11 WIB

Alhamdulillah, Andre Hariyanto Dinyatakan Kompeten dalam Uji Kompetensi Wartawan

Berita Terbaru

FOTO: Penulis Mendekatkan Buku kepada Pembacanya

Berita Utama

Mendekatkan Buku Kepada Pembacanya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:25 WIB

https://mancingjitu.com/