Lembar Rindu Sendu Dalam Kemasan Semu

Senin, 24 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

☆DI KALA SESAL INI MEMBUNUH KU☆

By : Jovanov

 

Merindu purnama di pekat malam

Berharap bisa menerangi suntuk ku

Yang terlalu lancang menampar kesendirian ini

Sehingga menyumbat segala nadi kecerian yang ada.

 

Malam kian merangkak jauh

Mengejar subuh yang telah menanti

Seakan tak sabar mengecup pagi

Namun gelisah di minda tak jua terurai

Binatang malam sayup bernyanyi sendu

Seakan ikut terlena dalam dilema ku

 

Sepoi angin pun menusuk sum – sum

Hingga menggigilkan segala sendi

 

Hati terkungkung dalam carut marut

Logika seakan lumpuh tak berguna

Menghitung angka tanpa rumus

Kekeliruan tanpa diduga deraikan segala realita

 

Mengapa dulu tak pernah berani ku lepaskan rasa dihati

Sampai akhir terpendam menjadi bongkah penyesalan

Hingga kau tak sendiri lagi

Dan dia telah mendekap mu dalam ikatan suci.

 

Sekarang hanya tinggal bayang semu

Yang akan menghantui untuk selamanya

Dengan membumbui ku dengan cemburu, berjuta pilu.

BACA JUGA :  HIDUP BAGAIKAN AIR TANPA WARNA PART 1

Karena takdir mu tak pernah menjadi milik ku..

 

 

(Tanjungpinang, 31102017)

 

FB IMG 1719229785520 Lembar Rindu Sendu Dalam Kemasan Semu Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

 

 

☆AKU, KAU & GETAR – GETAR TERLARANG ☆

By : Jovanov

 

Malam ini bayang mu hadir menjelma

Usik lamun ku terbawa pesona

Gelora rindu insan remaja

Khayal terbang dalam fatamorgana

 

Aku kau dan getar cinta yang terlarang,

Bak bunga kemuning di jambangan orang

Yang mewangi hantar igau ku melayang

Ke savana romansa yang terangan

 

Kasih kita kasih larangan

Yang bertabur duri rintangan

Mungkinkah bisa segala kan di hadang

Karna kau milik lah orang

 

Sayang kita terpagar onak berbisa

Yang takan mungkin kita mencoba

Tuk merubah menjadi nyata

Karna raga mu pun telah ia punya

 

Aku hanya bisa melafaz do’a

Melantun syair senandung sukma

Pelipur hati yang merana

Di setiap rindu datang menjelma

Membawa ku ke dalam mimpi mu yang terindah….

 

(Tanjungpinang, 10082017)

Penulis : Joell

Editor : Joell

Sumber Berita : Redaksi Suara Utama

Berita Terkait

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara
Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global
Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel
Papua Negeri Damai
Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu
Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?
Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar
Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terkait

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:52

Komunitas Sastra Dewi Sartika dan PKM UPI Sukses Launching Antologi Puisi Dua Negara

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 08:23

Wall Street Terperosok, Tarif Baru Trump Picu Kepanikan Pasar Global

Kamis, 25 September 2025 - 16:05

Membaca Diskresi dalam Kasus Pelantikan Empat Kepala Desa di Halsel

Senin, 18 Agustus 2025 - 19:50

Papua Negeri Damai

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:40

Titip Salam, Katakan: Aku Masih Menunggu

Selasa, 24 Juni 2025 - 21:45

Mengapa Pulau Tabuan Harus Menjadi Kecamatan?

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:19

Djojodigdo dan Pesanggrahan Djojodigdan: Jejak Seorang Patih di Tanah Blitar

Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:49

Denting Gamelan di Sumber Gamol: Gending Pambuko Hidupkan Semangat Lintas Generasi di Paguyuban Madya Laras

Berita Terbaru