Warung Remang-Remang Milik Mak Rangga di Simpang Mentawak Jadi Sarang Prostitusi dan Miras

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin – Aroma keresahan semakin pekat dirasakan warga di sekitar Simpang Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin. Sejumlah warga melontarkan keluhan keras atas keberadaan warung remang-remang milik Mak Rangga, yang dituding tidak hanya menyuguhkan dentuman musik bising hingga larut malam, tetapi juga menjadi sarang praktik prostitusi dan peredaran minuman keras.

“Ya, Mas. Kami sudah sangat resah. Musiknya keras sekali, siang-malam tak ada henti. Hampir tiap hari ada wanita penghibur yang datang, tak pernah kosong. Minuman keras pun tersedia lengkap. Lingkungan kami jadi tidak nyaman,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keluhan ini bukan yang pertama kali. Warga setempat bahkan mengaku pernah melakukan aksi protes langsung ke warung milik Mak Rangga. Saat itu, aparat kepolisian dan TNI turut hadir, dan Rangga sempat berjanji akan menutup usahanya dalam tiga hari. Namun janji itu tinggal janji. Hingga kini, warung tersebut masih beroperasi leluasa, seakan kebal terhadap hukum.

Padahal, sebelumnya Bupati Merangin, H. Muhammad Syukur, bersama tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satpol PP, telah menertibkan sedikitnya 11 warung remang-remang di kawasan Jalur 2 depan Kodim 0420/Sarko. Namun, di Simpang Mentawak justru masih ada titik-titik warung remang-remang yang dibiarkan beroperasi tanpa hambatan.

BACA JUGA :  HMP Kabupaten Lumajang Gelar Aksi Sosial Ramadan.

“Jangan tebang pilih. Kalau di Jalur 2 bisa ditertibkan, kenapa di sini tidak? Apa karena ada yang ‘bermain’? Kami warga sudah jenuh dan menunggu gebrakan nyata dari pemerintah daerah. Jangan sampai muncul anggapan hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas warga lainnya.

Pantauan media di lapangan mengungkap, keberadaan warung-warung tersebut bukan hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi menimbulkan keributan akibat dampak peredaran miras. Warga pun menantang keberanian Bupati Merangin beserta aparat terkait untuk benar-benar menutup praktik remang-remang yang mencoreng wajah desa dan merusak ketertiban umum.

Kini, masyarakat menanti: beranikah Pemkab Merangin bertindak tegas di Simpang Mentawak, ataukah warung milik Mak Rangga dibiarkan terus melenggang seolah tak tersentuh hukum?

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru