TNI Main-Main dengan Nyawa, Anak Saya

Sabtu, 9 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, NAGEKEO NTT

FB IMG 1754673748184 TNI Main-Main dengan Nyawa, Anak Saya Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto Serma Chrestian Namo Ayah dari Prada Luky namo

Keluarga Prada Luky Namo masih diliputi duka dan amarah. Ayah kandungnya, Serma Chrestian Namo, yang juga menjabat sebagai Plt Danramil 1627-02 Pantai Baru, Rote Ndao, menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak terima anaknya meninggal secara tidak wajar.

Dalam video yang ramai beredar di media sosial, Serma Chrestian menyampaikan kemarahannya terhadap institusi TNI.

 “TNI main-main dengan nyawa. Anak saya sudah mati. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Saya minta keadilan!” ucapnya penuh emosi.

Ia juga menuntut agar para pelaku dihukum setimpal.

“Kalau nggak dihukum mati, ya pecat! Jangan dilindungi. Ini nyawa manusia, bukan mainan.”

BACA JUGA :  Ajun Komisaris Polisi Babel Raih 3 Predikat CHRA CLA ALC & CFLS di AR Learning Center

Hingga saat ini, sudah ada empat orang pelaku yang disebut terlibat dalam kasus kematian Prada Luky dan telah diamankan oleh pihak berwenang. Namun keluarga masih menuntut agar proses hukum berjalan transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Dalam salah satu video lainnya, Serma Chrestian juga menyampaikan bahwa kasus ini harus diketahui oleh publik, bahkan dunia.

“Jangankan Prabowo, dunia harus tahu!” katanya lantang.Kematian Prada Luky mengguncang banyak pihak, terutama masyarakat di NTT. Banyak yang menyatakan dukungan terhadap keluarga dan menuntut TNI serta aparat penegak hukum untuk bersikap adil dan terbuka.

Penulis : Severinus je

Sumber Berita : SUARA UTAMA

Berita Terkait

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah
‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:39

Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:13

Terindikasi Mengambil Alih Kewenangan Administratif Desa, Oknum Pengacara Negara Kab. Probolinggo Jadi Sorotan

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:25

‎Proyek Jalan Setapak Beton Kelurahan Sungai Nibung Banyak yang Rusak, Lurah: Nanti Kita Perbaiki

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:42

Publik Menilai BK Ketakutan, Ketua BK Akan Berkonsultasi Dengan Oknum Terduga Pelanggar Kode Etik

Berita Terbaru