Sukses Yaaa…!!! Ingat, Baca Doa dan Jujur, Jangan Ngepek..Jangan Nyontek dan Jangan Kerjasama

Jumat, 6 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana siswa dan siswi kelas XI B SMA Islam Terpadu Bina Ilmi Palembang saat mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester hari kelima pada Jumat 6 Desember 2024 (Photo : Suara Utama / Zahruddin Hodsay)

Suasana siswa dan siswi kelas XI B SMA Islam Terpadu Bina Ilmi Palembang saat mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester hari kelima pada Jumat 6 Desember 2024 (Photo : Suara Utama / Zahruddin Hodsay)

SUARA UTAMA, Palembang – Iya, kata-kata itulah yang sering saya ucapkan kepada anak saat turun dari motor atau mobil sambil salaman dan cium tangan. Kata-kata itu saya ucapkan biasanya kalau anak saya sedang ujian tengah semester atau ujian akhir semester. Seperti pagi tadi, adalah hari kelima dimana anak saya Naila Aqilah Azzahra (siswa kelas XI SMAIT Bina Ilmi Palembang) mengikuti Asesmen Sumatif Akhir Semester yang biasanya kita kenal UAS. Saya yakin, bapak dan ibu pembaca media online nasional Suara Utama ini melakukan hal serupa kepada putra dan putrinya.

So, seberapa penting kalimat itu perlu kita orang tua ucapkan. Menurut saya, sangat penting. Selain memberikan support agar ia siap menghadapi ujian atau evaluasi, ucapan ini sebagai pengingat terus bagi anak agar membaca doa sebelum ujian dan bersikap jujur selama ujian. Karena walau bagaimanapun, ketika anak dalam masa ujian besar kemungkinan ada rasa stress, was-was atau ngantuk. Menanamkan sikap jujur dengan cara mengingatkannya agar jangan ngepek, jangan nyontek dan jangan kerjasama dengan teman. Karena rasanya kita orang tua tak perlu berbangga dengan prestasi anak-anak kita, jika ternyata selama ini mereka mencapainya dengan cara-cara yang tidak baik dan tidak fair.

Ucapan-ucapan tersebut di atas perlu dilakukan sejak dini, sejak Sekolah Dasar (SD). Karena berlaku adanya ujian dimulai di tingkat SD. Sehingga sejak dini tertanam dalam diri mereka bahwa ketika sebelum ujian mesti membaca doa sehingga memberikan energi positif ketenangan diri saat menjalaninya Pun dengan kejujuran, anak-anak kita dilatih untuk mencapai sesuatu dengan cara jujur. Harapannya, kelak ketika mereka besar dan dewasa dan memasuki dunia usaha dan dunia kerja, bahkan berkiprah lebih luas di tengah masyarakat, mereka sudah terlatih dan teruji untuk bersikap jujur.

Berdoa adalah bagian dari ikhtiar kita pada Allah SWT agar diberi ketenangan dan kemudahan dalam menjalani sesuatu, termasuk menjalani suatu ujian atau evaluasi di sekolah atau di kampus. Berdoa juga harapannya akan memberikan rambu dan pagar pada anak bahwa apa yang dilakukannya selalu dalam pengawasan Sang Pencipta. Guru atau dosen mungkin tidak akan mampu melihat seluruh gerak-gerik siswa atau mahasiswa saat ujian berlangsung, namun anak-anak kita perlu kita ingatkan bahwa kita selalu dalam pengawasan Allah SWT.

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Hadiid : 4).

BACA JUGA :  Sukses Digelar !!! Gebyar Akuntansi UPGRIP 2024, Ajang Kompetisi Ekonomi, Akuntansi dan Kewirausahaan bagi Pelajar dan Mahasiswa se-Indonesia

Bisa jadi orang-orang yang tersandung masalah karena Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena memang sejak dini tidak jujur. Tidak menutup kemungkinan kebiasaan saat ujian saat sekolah dan/atau kuliah dengan ngepek, nyontek dan kerjasama dengan teman telah memberikan kontribusi dalam membentuk seseorang mempunyai karakter tidak terpuji sehingga terjerat berbagai kasus moral atau prilaku tidak baik lainnya.

Kebiasaan siswa atau mahasiswa nyepek, nyontek dan kerjasama dengan teman sebenarnya juga terdapat peran guru atau dosen. Karena tidak sedikit guru atau dosen yang tidak ambil pusing dan tidak pedulu dengan anak didiknya tentang bagaimana cara mereka mendapatkan nilai, yang penting nilai anak didiknya bagus. Bahkan ada juga pendidik yang khawatir jika nilai anak didiknya kecil, sehingga diberi ruang agar anak dapat mengerjakan soal dengan mudah dan benar.

Anak didik dibiarkan saja ketika membuka buku, anak didik dibiarkan saja ketika buka hp, anak didik dibiarkan saja ketika ngepek, anak didik dibiarkan saja ketika nyontek jawaban teman dan anak didik dibiarkan saja ketika kerjasama dengan temannya. Pembiaran-pembiaran seperti ini akan mmberikan ruang dan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang disebutkan di atas.

Kerjasama antara orang tua dan guru/dosen tentu sangat diperlukan. Tentu akan sinergis dan saling mendukung jika apa yang dilakukan orang tua mengingatkan anaknya untuk berdoa, jujur, tidak ngepek, tidak nyontek dan tidak kerjasama dilakukan juga oleh guru/dosen di kelas. Demikian juga sebaliknya. Akan sulit terbentuk karakter jujur anak jika hanya orang tua yang melakukan hal itu, sedangkan guru/dosen abai. Atau juga sebaliknya, hanya guru/dosen yang sibuk mendidik karakter anak didik menjadi baik, namun orang tua abai dan tak peduli.

Kesimpulannya, untuk mendidik dan mencetak karakter anak jujur melalui moment kegiatan Asesmen Sumatif Akhir Semester di sekolah atau Ujian Akhir Semester di perguruan tinggi adalah tugas dan tanggungjawab bersama, antara orang tua dan pendidik (guru dan dosen). Semoga ikhtiar kita melahirkan generasi-generasi jujur yang soleh dan sholehah menjadi investasi amal dalam dunia pendidikan hingga hari akhir kelak. Aamiinn.

Penulis : Zahruddin Hodsay

Editor : Zahruddin Hodsay

Sumber Berita : Al-Quran, Buku, Artikel dan Pandangan Pribadi

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aries Faiz Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru