Sarasehan Demokrasi Ekonomi di Jakarta Ditindaklanjuti di Subang

- Publisher

Kamis, 22 Mei 2025 - 11:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

Suara Utama, Subang.- Gaung sarasehan yang digelar para aktifis lintas generasi yang digelar di Jakarta pada hari Rabu 21 Mei 2025 lalu sampai ke Kabupaten Subang, Jawa Barat. Para aktifis organisasi sawadaya di Subang bertekad memperjuangkan transformasi demokrasi ekonomi agar pembangunan ekonomi benar-benar dapat dirasakan masyarakat secara merata.

Sekretaris lembaga Advokasi Rakyat untuk Nusantara (ARUN) Kabupaten Subang Seprowando J. Limbong, yang diutus menghadiri sarasehan menyata kan acara tersebut sangat bermanfaat dalam perjuangan demokrasi ekonomi termasuk di Kabupaten Subang. Seprowando menjelaskan bahwa Subang saat ini sedang terus membangun ekonomi masyarakat di tengah pesatnya industrialisasi.

“Kami ARUN Kabupaten Subang merasa tertantang untuk ikut memperjuangkan demokrasi ekonomi agar pembangunan ekonomi di Subang bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat bawah yang selama ini seolah-olah terus termarginalkan,” kata Seprowando, Kamis (22/05/2025).

ARUN adalah lembaga advokasi yang giat melakukan pendampingan hukum kepada rakyat kecil yang mengalami ketidakadilan dalam kegiatan pembangunan, misalnya dalam proses pembebasan tanah untuk pembangunan atau yang mengalami kesulitan dalam mengakses kesempatan bekerja dan berusaha.

Para aktfis senior menggelar sarasehan memperingati 27 tahun reformasi di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan pada Rabu lalu. Tema yang diangkat adalah “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi”. Aktifis senior, Hariman Siregar memberikan keynote speech dalam acara Sarasehan itu.

Hariman Siregar memandang bahwa demokrasi ekonomi akan tercipta dengan sendirinya apabila prinsip-prinsip demokrasi politik dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Jadi enggak mungkin kita bicara demokrasi ekonomi, kalau dalam kehidupan sehari-hari demokrasi politik tidak kita praktekkan,” kata dia. Demokrasi ekonomi bermakna bahwa pembangunan ekonomi harus menempatkan kepentingan seluruh rakyat di atas kepentingan kelompok tertentu.

Sarasehan dihadiri oleh para mantan aktifis 1998 antara lain, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Jumhur Hidayat, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena, dan aktivis lintas generasi lainnya.

BACA JUGA :  Warga Binaan Lapas Sarolangun Saksikan Film Mantagi: Air dan Manusia, Hadirkan Pesan Budaya dan Moral

Sekretaris ARUN Kabupaten Subang Seprowando J Limbong ,  mengatakan bahwa Kabupaten Subang saat ini sedang menjadi tujuan investasi dunia. Kawasan Subang Smartpolitan di Cipeundeuy, misalnya sedang dibangun menjadi kawasan industri internasional yang menyerap modal trilyunan rupiah dan belasan ribu tenaga kerja.

Ketua Bidang Humas ARUN,  Endang Sukendar, menyampaikan bahwa ARUN adalah lembaga advokasi yang berpusat di Jakarta, yang fokus memperhatikan kepetingan rakyat kecil. “ARUN pengurus Cabang Kabupaten sendiri berupaya melakukan pendampingan baik secara hukum maupun politik kepada rakyat kecil yang mengalami ketidakadilan dalam kegiatan pembangunan,” katanya.

BACA JUGA :  SMPN 14 Denpasar bersama Unud Kembangkan Kantin Hijau untuk Tekan Sampah Makanan dan Risiko Obesitas

Menjelang pemilihan bupati Subang, Oktober lalu, ARUN Kabupaten Subang juga menggelar sarasehan dan diskusi publik tentang kriteria calon bupati Subang yang dibutuhkan rakyat. Dalam diskusi publik itu mengemuka sejumlah persoalan. Antara lain, soal mafia ketenagakerjaan.

Seprowando mengatakan bahwa masyarakat kecil di Subang masih sering mendapatkan ketidakadilan, misalnya dalam proses pembebasan tanah untuk pembangunan, juga kerap mengalami kesulitan dalam mengakses kesempatan bekerja dan berusaha.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa rakyat kecil yang ingin bekerja di pabrik-pabrik di Kabupaten Subang selama ini harus membayar biaya. Ini harus diatasi agar seluruh rakyat bisa menikmati ketersediaan lapangan kerja melalui pembangunan ekonomi yang terus digalakkan pemerintah,” kata Seprowando.

Seprowando mengungkapkan bahwa ARUN berencana menggelar sarasehan serupa untuk mengingatkan pemerintah daerah bahwa industrialisasi Subang harus berpihak pada rakyat. ***

Penulis : Tonny Rivani

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan Dana Gizi Rp200 Juta di Puskesmas Simpang Limbur Merangin Disorot, Nama Eks Kapus Fifi Maisari Disebut
Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan
Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi
Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas
BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 
Kebakaran Gunung Arjuno – Welirang, Founder Persatuan Kelana Alam Indonesia Ajak Masyarakat Berdoa dan Turun Hujan
Bapelkum Bitung Edukasi Pelajar SMAN 2 Bitung melalui Program “Bapelkum Bitung Mengajar”
Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terkesan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif Saat di Konfirmasi Media
Berita ini 364 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Gizi Rp200 Juta di Puskesmas Simpang Limbur Merangin Disorot, Nama Eks Kapus Fifi Maisari Disebut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Terindikasi Tidak Layak Jadi Kepala SDN Brani Wetan 1, Aktivis Desak Disdikdaya dan Inspektorat Turun Tangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Pasca Pemberitaan Pabrik PT Sasa Inti Gending Bersihkan Sampah di Area Irigasi, Petani Meminta OPD melakukan Investigasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Pemkot Pangkal Pinang Serbu Titik Sampah Liar di Bukit Intan: Soroti Dampak Kesehatan hingga Siapkan Opsi Sanksi Tegas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:33 WIB

BBM Jenis Pertalite Hilang di Pasaran Pengecer, Pedagang Keliling Sebut Urat Nadi Masyarakat Pegunungan Hilang 

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp