Ratusan Santri Ponpes MAWAR Simo Karanggeneng Lamongan Demo ke Jalan Imbas Banjir Tak Kunjung Surut

- Publisher

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy


SUARA UTAMA. Lamongan
– Imbas Banjir luapan Sungai Bengawan Jero dan Tingginya curah hujan membuat masyarakat yang di sekitar Sungai Bengawan Jero merasakan banjir semakin lama. Ya Sebagian daerah di Kecamatan Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket dan Glagah sedikitnya setiap tahun merakan banjir 3 -4 bulan. Akibatnya banyak aktifitas masyarakat yang terganggu mulai dari Pertanian, Tabak dan aktivitas lainnya. Akibat kejadian itu Selasa 10 Maret 2026 ratusan Santri Pondok Pesantren Matholiul Anwar (MAWAR) Simo Sungelebak Karanggeneng melakukan demo di jalan raya ramai-ramai sebagai wujud akibat banjir tak kunjung surut sudah 3 bulan terakhir ini. Aksi Santri ini dilakukan dengan menguras air dijalan raya semoga bisa berkurang ketinggiannya.

Ratusan santri turun ke jalan bukan untuk berdemonstrasi dengan spanduk, melainkan membawa gayung dan timba plastik guna menguras genangan banjir yang tak kunjung surut. ​Aksi ini merupakan bentuk inisiatif spontan sekaligus sindiran keras terhadap lambatnya penanganan banjir di wilayah Kabupaten Lamongan. Selama lebih dari tiga bulan, air merendam akses jalan utama dan lingkungan pesantren tanpa ada tanda-tanda penyusutan yang signifikan.
​Kondisi Jalan Membahayakan
​Genangan air yang menetap dalam waktu lama telah mengubah permukaan aspal menjadi medan yang licin dan ditumbuhi lumut.
Hal ini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Insiden jatuhnya salah seorang jurnalis saat meliput aksi tersebut menjadi bukti nyata betapa berbahayanya kondisi infrastruktur di lokasi tersebut.
​Koordinator aksi, Maulana Arif Hidayatulloh, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari rasa jengah santri terhadap kondisi lingkungan yang terhambat sekian lama.

Banyak masyarakat Lamongan berharap Pemerintah Setempat segera membuat solusi yang nyata mengingat ini adalah musibah musiman. Sampai saat ini pemerintah setempat hanya masih berharap pada Pompa-pompa yang ada dibeberapa titik salah satunya Pompa Kuro tersebut. Oleh karena itu para santri di Ponpes MAWAR dan Sekolah disekitarnya secara tidak langsung ikut merasakan dampaknya banjir karena proses pembelajaran jadi sedikit terlambat. Mereka berharap hal semacam ini tidak terjadi lagi tahun-tahun yang akan datang artinya Pemerintah Setempat diharuskan cari solusi sebagai bukti kerja nyatanya.

Selain itu kegiatan perekonomian masyarakat juga terganggu akibat banjir yang berkepanjangan mulai dari aktivitas Pasar dan aktivitas jual beli yang lainya ikut terhambat. Sudah ada pernah dikunjungi Gubernur Khofifah, Wakil Gubernur ke daerah Lamongan berserta Bupati Lamongan tapi belum temukan solusinya bagaimana air ini akan di alirkan untuk mengurangi ketinggian. Ditambah curah hujan setiap hari juga turun membuat harapan masyarakat berlebaran bergebira terpaksa harus berlebaran ditengah bencana banjir.

BACA JUGA :  Sorotan untuk Kopdes

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA :  Polda Sulsel Gelar Bakti Sosial di Pulau Lanjukang, Perkuat Kepedulian dan Sinergi Menyambut Hari Bhayangkara ke-80

Masyarakat Lamongan khususnys kawasan Sungai Bengawan Jero butuh bukti nyata dari Pemerintah setempat agar bencana banjir ini tidak terualang di tahun berikutnya karena melumpuhkan perkonomian dan mata pencaharian meraka.

BACA JUGA :  Di Balik Gemerlap Investasi: Berau Kaya Sumber Daya, Namun Lingkungan Tergerus Bebas..!

Penulis : Suroso

Editor : Wartawan Suara Utama

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat
Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan
Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum
Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam
Pusat Publikasi Media Hadirkan Jasa Publikasi Berita Profesional
BPN BATANG HARI MANDUL? KASUS PENYUSUTAN TKD MALAPARI JALAN DI TEMPAT, RAKYAT CIUM AROMA PEMBIARAN MAFIA TANAH!
Suara Masyarakat Jadi Prioritas, Bapelkum Bitung Ikut Forum Nasional “Pasti Ada Solusi”
Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025 Barito Selatan Ditunda
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 20:37 WIB

Deklarasi Balla Menggema, Masyarakat Adat Sulselbar Desak Negara Hentikan Perampasan Wilayah Adat

Senin, 13 Juli 2026 - 20:18 WIB

Ahmad Fahmi Kecam Keras Provokasi Kades Renah Alai yang Picu Pengeroyokan Wartawan

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:43 WIB

Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:34 WIB

Polisi Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Penikaman di Kafe Sambaliung Ditangkap Kurang dari 1×24 Jam

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:30 WIB

Pusat Publikasi Media Hadirkan Jasa Publikasi Berita Profesional

Berita Terbaru

(Marwah hukum dalam bingkai foto)

Hukum

Mengembalikan Marwah Penegakan Hukum

Minggu, 12 Jul 2026 - 19:43 WIB

Pusat Publikasi Media Hadir sebagai Solusi Profesional Publikasi Berita, Press Release, dan Personal Branding di Media Online

Advertorial

Pusat Publikasi Media Hadirkan Jasa Publikasi Berita Profesional

Minggu, 12 Jul 2026 - 17:30 WIB