lk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777slot777slot gacorslot gacorslotzonawin777slot thailandslot gacorslot thailandslot thailandslot thailandsitus totositus totozonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4d

Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Rantau Bayur Jadi Sorotan, Warga Minta Audit Menyeluruh

- Publisher

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA,Merangin – Penggunaan Dana Desa (DD) yang seharusnya berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kembali menuai sorotan. Proyek pembangunan dan rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Rantau Bayur, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, dinilai warga dikerjakan secara asal-asalan meski menyedot anggaran ratusan juta rupiah selama tiga tahun berturut-turut.

Pantauan dan keterangan warga menyebutkan, kondisi fisik Jalan Usaha Tani yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun anggaran 2023, 2024, hingga 2025 tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan. Sejumlah titik jalan terlihat cepat rusak, tidak rata, serta minim perkuatan, sehingga dinilai tidak memberikan manfaat maksimal bagi petani sebagai pengguna utama.

Pada tahun 2025, Pemerintah Desa Rantau Bayur menganggarkan dana sebesar Rp157.000.000 untuk rehabilitasi atau peningkatan Jalan Usaha Tani dengan volume mencapai 8.500 meter atau sekitar 8,5 kilometer. Di tahun yang sama, kembali dianggarkan pembangunan Jalan Usaha Tani dengan volume 4.000 meter atau 4 kilometer.

Sementara itu, pada tahun 2024 dianggarkan dana sebesar Rp150.000.000 untuk pembangunan Jalan Usaha Tani dengan volume 3.100 meter (3,1 kilometer). Adapun pada tahun 2023, Dana Desa sebesar Rp160.000.000 dialokasikan untuk pembangunan Jalan Usaha Tani sepanjang 4.500 meter atau 4,5 kilometer.

Jika ditotal, anggaran yang digelontorkan selama tiga tahun tersebut mencapai ratusan juta rupiah dengan total panjang jalan puluhan kilometer. Namun ironisnya, hasil di lapangan dinilai jauh dari kata memuaskan.

BACA JUGA :  UKW Kompas, KG Media dan Google Digelar di Surabaya, Diikuti 45 Peserta

Salah seorang warga Desa Rantau Bayur berinisial IT mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Ia menilai proyek JUT hanya terkesan mengejar volume, bukan mutu.

“Kalau dilihat dari anggarannya, harusnya jalan ini kuat dan bisa dipakai jangka panjang. Tapi kenyataannya, baru sebentar sudah rusak, berlubang, dan susah dilalui. Ini jelas merugikan petani,” ujar IT kepada media ini.

IT juga menambahkan bahwa jalan tersebut sangat vital bagi aktivitas pertanian warga, mulai dari mengangkut hasil panen hingga akses ke kebun. Ia berharap pihak terkait tidak tinggal diam.

“Kami minta jangan cuma laporan di atas kertas. Inspektorat dan dinas terkait harus turun langsung ke lapangan, ukur ulang volumenya, cek kualitasnya. Kalau memang ada penyimpangan, harus ditindak tegas,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dedy Andesman Disorot Terkait Aktivitas PETI dan Penampungan Emas di Sungai Manau, Aparat Tidak Tahu atau Tak Mau Tahu?

Senada dengan itu, masyarakat Desa Rantau Bayur secara umum mendesak agar Inspektorat Kabupaten Merangin serta dinas teknis terkait melakukan audit dan pengecekan secara menyeluruh, transparan, dan objektif. Warga menilai pengawasan yang lemah hanya akan membuka ruang penyalahgunaan Dana Desa dan mengorbankan kepentingan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, Edi Surianto selaku Kepala Desa Rantau Bayur belum dapat dikonfirmasi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan dan membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik
Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo
Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi
Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani
Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!
Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026
Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Uskup Timika dan Bupati Dogiyai Teken Prasasti
Uskup Timika Resmikan Paroki Santa Maria Ratu Rosari Idakebo
Berita ini 129 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Menkum Supratman, AI dan Teknologi Digital Tak Boleh Gerus Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Anggaran Rp1,55 Miliar untuk Jalan Mampun Baru–Simpang Meranti, Warga Sampaikan Apresiasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Ketua SRP Dogiyai Tegaskan Swiping Harus Sesuai SOP dan Terpusat di Moanemani

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Solidaritas Rakyat Papua: Selamatkan Hutan dan Rawa Dogiyai, Hentikan Kebakaran!

Berita Terbaru

https://mancingjitu.com/