Persiapan Perang Pemikiran, Santri Dibekali Pelatihan Jurnalistik

- Publisher

Minggu, 25 Mei 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: kegiatan pelatihan jurnaslitik di Pesantren Quran Center Hidayatullah (Foto-Sundoro S. Si)

Keterangan: kegiatan pelatihan jurnaslitik di Pesantren Quran Center Hidayatullah (Foto-Sundoro S. Si)

S‌UARA UTAMA, Bandung – Minggu (25/05/2025), pagi yang cerah di kaki Gunung Manglayang, Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hari yang penuh semangat dikarenakan tiga hari sebelumnya Bandung diliputi awan mendung dan hujan sepanjang hari. Para santri Pesantren Quran Center Hidayatullah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, mendapatkan pelatihan jurnalistik yang disampaikan oleh Coach Andre Hariyanto dari lembaga AR Learning Center.

Diikuti oleh sekitar 20 orang santri mukim yang berasal dari berbagai daerah Nusantara dari barat hingga paling timur Indonesia. Diantaranya ada Santri dari Kepulauan Mentawai, Ogan Komering Sumatera Selatan, dan Papua. Mereka begitu semangat mengikuti pelatihan karena Coach Andre memotivasi agar santri mau terjun ke medan dakwah melalui tulisan yang mengungkap kebenaran melawan berita hoax. Media sudah menjadi medan perang pemikiran. Peperangan antara informasi bohong memanipulasi fakta dan informasi benar sesuai fakta.

BACA JUGA :  Waspada Heat Exhaustion di Musim Panas, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

“Kita harus menjadi jurnalis dan penulis Muslim, karena itu tugas mulia untuk dakwah bil qolam,” Kata Coach Andre Hariyanto Pemimpin Redaksi Ini Kabar.

Materi dasar jurnalistik diberikan dengan maksud membekali para santri agar punya kemampuan menulis berita, artikel maupun buku. Mengingat masih dibutuhkan banyak generasi baru yang berdakwah melalui media tulisan.

BACA JUGA :  Diduga Gudang Solar Skala Besar Milik Budi Beroperasi di Desa Birun, APH Diminta Turun Tangan

Menurut Coach Andre Hariyanto, Keutamaan informasi tulisan dapat merubah keadaan sosial masyarakat dan menjangkau lebih banyak orang dibandingkan informasi lisan. Informasi lisan hanya diterima terbatas kepada orang yang mendengar langsung di lokasi kejadian, sedangkan tulisan bisa dibaca oleh siapa saja dalam jumlah lebih besar dimana saja dan kapan saja dan bahkan berulangkali.

Penulis : Sundoro S. Si

Sumber Berita: Tim wartawan

Berita Terkait

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi
Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Polres Barsel Ziarah ke TMP Abdi Kencana: Komitmen Lanjutkan Pengabdian Pahlawan
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:40 WIB

Fajar Ahmad Wahyuddin Diberhentikan, Media Suara Utama Terbitkan Stop Press Resmi

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:51 WIB

Warga Desa Gading Kulon Jadi Korban Sertifikat PRONA 2010 dan PTSL 2018, Terindikasi Cacat Administrasi dan Yuridis, BPN Jadi Sorotan Publik 

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:23 WIB

Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:43 WIB

Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan

Berita Terbaru

(Ilustrasi)

Hukum

Ketika Hukum Kehilangan “RUH”

Jumat, 26 Jun 2026 - 14:23 WIB

Hukum

Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:48 WIB