Pemeliharaan Drainase Rp 50 Juta di Kelurahan Mampun Disorot Warga, Dinilai Boros dan Minim Pengawasan

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUARA UTAMA, Merangin — Pekerjaan pemeliharaan drainase di Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, yang menghabiskan anggaran Rp 50 juta, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang dikerjakan pada 2024 lalu di lingkungan RT 03 dan RT 05 itu dinilai terlalu mahal untuk pekerjaan yang hanya menggunakan alat manual seperti cangkul.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, paket pekerjaan tersebut memang dianggarkan untuk pemeliharaan/pembersihan drainase. Lurah Mampun, Sapuan, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi via sambungan telepon pada Selasa (12/8).

“Ya benar pengerjaannya ada di RT 03 dan RT 05, yang mengerjakan POKMAS Sinilah,” ujar Sapuan singkat.

Namun, Ketua RT 05 justru mempertanyakan nilai proyek tersebut. Menurutnya, anggaran sebesar itu tidak sebanding dengan metode kerja yang digunakan.

BACA JUGA :  Presiden Kunjungi Pusat Pembuatan Pinisi di Tanah Beru Bonto Bahari Bulukumba Sulsel

“Kalau saya menilai itu pemborosan anggaran. Pengerjaan cuma menggunakan cangkul. Setahu saya yang memborong itu orang pegawai kelurahan, kalau ndak salah namanya Andi, dia Operator di kantor lurah. Selain itu ada juga Abu, dia yang mengangkut tanah kerukan dari drainase,” ujarnya.

Nada serupa juga datang dari Ketua RT 03, yang menilai pekerjaan tersebut tak menunjukkan kualitas sepadan dengan besarnya dana yang digelontorkan.

Minimnya pengawasan dari pihak terkait dituding sebagai akar masalah. Akibatnya, beberapa proyek serupa di wilayah Kabupaten Merangin rawan dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan efisiensi anggaran maupun kualitas hasil.

Dengan anggaran yang bersumber dari uang rakyat, warga berharap pihak berwenang turun tangan memastikan setiap rupiah digunakan secara tepat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban proyek tahunan.

Penulis : Ady Lubis

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu
Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf
AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026
Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya
Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial
P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  
Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah
Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:22

Baru Selesai Dibangun Sudah Banyak Keretakan Proyek Jalan Parit 13 Rt 07 Dusun Bahagia, Desa Tungkal 1 Pangkal Babu

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:40

Akui Kecorobohan Proses Pelatihan Pra Seleksi Magang IM Japan, Aris Wais Warisman Sampaikan Permohonan Maaf

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:15

AR Learning Center Resmi Tetapkan Struktur Manajemen Kelembagaan Masa Kerja 2026

Jumat, 6 Februari 2026 - 11:06

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan, Terasa hingga Malang dan Wilayah Sekitarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:41

Kesempatan Emas! AR Learning Center Buka 10 Program Pelatihan Profesional Sekaligus dengan Promo Spesial

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:41

P3N Desa Lubuk Birah M. Aidil Fitra Diduga Gelapkan Uang Adminitrasi Nikah  

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:20

Peringatan 1 Abad Hari Lahir :NU Tanggamus Adakan Istighosah

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:20

Satgas Jalan Lurus Kunjungi Ponpes Al Fatah, Untuk Klarifikasi Dugaan Bullying: Ponpes Al Fatah Akui Tidak Ada Bullying di Ponpes Al Fatah

Berita Terbaru