Oknum BPD Desa Kertosono Sebut Wartawan Bodrex Saat Sesi Tanya Jawab Dengan Kejaksaan Negeri Kraksaan

- Publisher

Kamis, 29 Mei 2025 - 09:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA, Probolinggo – Tercetus kata Wartawan Bodrex saat sesi tanya jawab antara kepala desa, BPD dengan Kejaksaan Negeri Kraksaan. di acara penerangan hukum oleh kejaksaan Negeri Kraksaan. Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) pemerintahan desa se kecamatan gading pada hari rabu tanggal 28 Mei 2025. bertempat di kantor kecamatan Gading. 29/05/2025.

Kata Wartawan Bodrex di lontarkan Oleh Oknum BPD Desa Kertosono “WD” saat dirinya bertanya kepada Perwakilan kejaksaan Negeri Kraksaan. Pertanyaan tersebut Sontak mendapat Sorotan dari Wartawan yang pada saat itu menjalankan tugas jurnalistik nya. Pasal nya, Kata Wartawan Bodrex tidak di sertakan Dugaan atau Oknum, sehingga terkesan memukul rata wartawan.

“Mohon maaf, selanjutnya adalah wartawan Bodrex, karena kadang ke desa itu kalau ada suatu progam atau kegiatan pembangunan, langsung dia datang, kadang seperti itu, dan itu perlu bagi saya penertiban. kalau memang benar benar ingin membantu desa dan menjadi pengawas negara seharusnya tidak selesai di bawah meja. “cetus Oknum BPD Desa Kertosono.

Selanjutnya team Media mengkonfirmasi Oknum BPD Desa Kertosono “WD” melalui Sambungan Whatsap via telpon, terkait sebutan Wartawan Bodrex. yang tidak di sertakan dugaan atau Oknum. namun, Ia malah Curhat ke media dan mengaku pernah di datangi kekediaman nya.

“Saya pernah di datangi ke rumah, waktu itu sisa uang saya di dompet hanya tinggal lima puluh ribu pas untuk keluarga anak dan istri. saya bilang tidak punya uang, terus dia bilang sudah lah pak saya tidak dapat uang sama sekali, habis itu di minta uang itu. “Katanya.

lebih lanjut ia juga mengaku pernah di datangi ke lembaga pendidikan nya untuk di wawancarai proyek yang di pegang nya. “saya pernah tegur, waktu itu saya ngajar di kelas, waktu itu saya mau ambil buku terus saya di panggil, Ok lah saya pegang proyek, cuman kalau ke sekolah jangan lah, anak anak itu kan di kasih uang saku, orang tuanya nyiapin buat anak nya itu bangun subuh, bajunya dan sebagainya. “ucap nya.

BACA JUGA :  Sikap Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terbongkar, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Segera Akan Melakukan Koordinasi 

Masih kata oknum BPD desa Kertosono. “Dia bilang mau wawancara, kalau mau wawancara di luar tapi jangan di sekolah, ini bukan tempatnya gak etis kata saya. makanya saya tidak menyebut lembaga apapun, jadi intinya tadi saya bilang, itu perlu di rapikan, di tertibkan karena terlalu banyak dan terlalu sering, itu yang saya maksud. “Pungkas nya.

Seusai acara Penerangan hukum “Taufik” dari kejaksaan Negeri Kraksaan saat di wawancara media terkait sebutan wartawan Bodrex. Ia Menegaskan bahwa banyak laporan yang di duga tidak jelas asal usul nya bahkan mengatasnamakan instansi.

“Sekarang ada banyak trend terkait laporan aduan dari masyarakat maupun dari yang tidak dapat kami sebutkan, bahwa banyak sekali laporan yang tidak jelas asal usulnya, seperti tidak ada kop surat nya, sehingga identitas nya tidak dapat di cari, dan dari masyarakat yang mengatasnamakan suatu instansi. “Tegas nya.

BACA JUGA :  Bupati Dogiyai Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2026

Ia juga menegaskan bahwa kejaksaan Negeri Kraksaan sedang berkoordinasi terkait dugaan oknum yang mengatasnamakan instansi. “Kita sedang berkoordinasi dengan polres maupun instansi terkait, prihal langkah kita kedepan apabila ada oknum oknum yang mengatasnamakan instansi sehingga merugikan pihak desa, “Kata Taufik.

Taufik menambahkan bahwa laporan melalui surat ada dari oknum media dan LSM.  “Kop surat ada yang dari media, ada yang dari lembaga, tapi kami tidak bisa menjelaskan seperti apa, setelah kami konfirmasi ke media atau LSM tersebut. tidak pernah mengirimkan surat tersebut. sehingga kami identifikasikan bahwa surat tersebut tidak legal. “imbuh nya.

Penulis : Ali Misno

Berita Terkait

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 
Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia
Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?
Redaksi SUARA UTAMA Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis melalui Uji Kompetensi Wartawan
Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
Selain Dugaan Arogansi, Anti Kritik dan Intimidatif, Oknum Kepala SDN Brani Wetan 1 Terindikasi Melanggar Kode Etik dan Disiplin ASN
Puncak Acara Hari Tani: Pelantikan 7 Juta Relawan Tani Indonesia
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:35 WIB

Dugaan Praktek Jual Beli LKS Mencuat, SDN Meranggon Lawang ll Jadi Sorotan DPC Projamin Kabupaten Probolinggo 

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Naik, Inflasi Jakarta Justru Terendah se-Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Minggu, 1 November 2026 - 10:45 WIB

Ruri Jumar Saef Prihatin!, Kasus Dugaan Penganiayaan Suarni di Probolinggo Berujung Prapradilan dan SP3, Kemana Arah Ke Adilan Korban?. 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Berita Terbaru

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa? (sumber resmi Humas MA, dari portal berita resmi Mahkamah Agung MARINews)

Berita Utama

Konpers Putusan Ijazah Gibran Dibatalkan Mendadak, Ada Apa?

Senin, 2 Nov 2026 - 18:38 WIB

Polres Metro Bekasi Identifikasi Kecelakaan Truk Molen || Sumber gambar : https://tribratanews.metro.polri.go.id/

Berita Utama

Truk Molen Maut di Bekasi: 6 Tewas, Sopir Jadi Tersangka

Senin, 2 Nov 2026 - 18:31 WIB

Chat via WhatsApp