SUARA UTAMA, Merangin – Bangunan box culvert yang belum genap sebulan di jalan poros dari Desa Rasau-Pinang Merah dalam kondisi memprihatinkan, bagaimana tidak dari visual yang ada pada lapisan atas jalan nampak telah berongga besar antara susunan box culvert, bahkan dinding cor beton bukan hanya retak terlihat mereng dan terancam roboh. Senin (23/9/24).
Sudah barang tentu ini menjadi keluhan warga setempat yang menduga bangunan tersebut dikerjakan tidak sesuai RAB dan Terkesan asal jadi. Hal ini di sampaikan langsung oleh salah satu warga desa Rasau Solikin kepada awak media ini.
“Bangunan box ini pak belum genap sebulan di bangun tapi lah berbentuk seperti ini, bisa jadi bangunan ini di kerjakan asal jadi pak,” Senin ( 23/09/2024 ).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu terkait dengan hal tersebut media ini mencoba mengkonfirmasi dengan pihak Dinas PUPR Kabupaten Merangin (23/9/24).
Dikatakannya melalui Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Merangin Dori Novi Posilama kepada media ini jika Dinas PUPR bertanggungjawab penuh atas pekerjaan Box Calvert tersebut dan akan segera turun kelapangan untuk croscek.
“Ya saya pada beberapa waktu lalu saya sudah berusaha menghubungi pihak pemerintah desa Rasau untuk menyampaikan perkembangan bangun tersebut, namun dari pihak pemerintahan desa bungkam tidak ada jawaban, nah kalau memang seperti ini ya hari ini juga saya akan langsung turun ke lapangan untuk croscek bangunan Box Calvert tersebut,” Demikian ucapnya (23/9/24).
Terpisah terkait dengan boboraknya bangunan tersebut juga mendapat tanggapan serius dari warga Desa Rasau Supriyadi.
Menurutnya bangunan box culvert tersebut seharusnya ada spesifikasi struktur bangunan yang kokoh, apalagi bangunan ini Swakelola langsung dari Dinas PUPR.
“Setahu saya bangunan tersebut swakelola langsung dari Dinas PUPR, kalo gak salah menggunakan dana tanggap Darurat, Namun dugaan saya ada main curang dari pihak pemborongnya. Karena terlihat jelas kualitas sangat buruk dan sangat memalukan sekali,” Demikian katanya
Dirinya kembali menyampaikan kepada pihak terkait agar pembangunan di desanya agar berkualitas dan tahan lama bukan malah sebaliknya pihak pemborong hanya mengejar keuntungan yang besar saja.
“Kami ingin pak, apapun bangunan di desa kami kuat dan tahan lama, jangan sampai baru seumur jagung sudah roboh seperti ini,” pungkasnya dengan nada lantang
Penulis : Ady Lubis