Menjadi Alumni Ramadhan yang Paripurna

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi Idul Fitri 2026 Serentak, Hilal Diperkirakan Capai 3 Derajat (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Potensi Idul Fitri 2026 Serentak, Hilal Diperkirakan Capai 3 Derajat (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Oleh: Dr. KH. Ustadz Imanuddin Kamil, Lc., M.Pd.I., C.IJ., C.PW, Kaperwil Jawa Barat Media Internasional Suara Utama

SUARA UTAMA Bulan Ramadhan sebagai madrasah telah meninggalkan kita. Namun semangat dan spirit pengajaran madrasah Ramadhan janganlah juga berlalu meninggalkan kita. Semangat itu harus selalu kita pupuk dan kita rawat. Janganlah kita menjadi ‘abdu Ramadhan’ hamba Ramadhan yang hanya ta’at beribadah dan berbuat amal soleh pada bulan Ramadhan saja. Kemudian setelah Ramadhan berlalu, semuanya pun ikut berlalu. Jadilah hamba pemilik Ramadhan, jadilah hamba Allah, tuhan yang menguasai hitungan bulan-bulan itu.

Oleh karena itu, nilai-nilai dan pelajaran yang terdapat pada madrasah Ramadhan janganlah berhenti begitu saja. Nilai-nilai itu harus terus terpatri dalam diri kita. Bahkan selepas bulan Ramadhan itulah sesungguhnya medan yang sebenarnya untuk mempraktekan nilai-nilai yang telah diserap selama Ramadhan.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada dua pelajaran Ramadhan yang harus terus melekat dalam diri kita, agar menjadi alumni Ramadhan yang paripurna.

Pertama, ibadah shaum merupakan ibadah bathiniyah yang sifatnya rahasia, antara Allah dan hamba-Nya. Tidak ada yang mengetahui kebenaran shaum tidaknya seseorang kecuali Allah semata. Manusia mungkin saja bisa dikelabui, tetapi Allah tidak.

Dari pelajaran pertama ini melahirkan rasa muraqabatullah (adanya pengawasan Allah) terhadap dirinya dan ma’iyyatullah (kebersamaan Allah). Sebuah perasan yang dapat menjadi kontrol terhadap segala perilaku yang dikerjakan.

Orang yang merasakan adanya pengawasan Allah pantang menjadi penipu, pembohong, culas, curang, khianat, atau membodohi orang lain. Jika menjadi ilmuwan, ilmunya tidak digunakan untuk membodohi dan menipu orang lain. Jika menjadi pemimpin atau pejabat dia tidak berbuat korup dan khianat sekalipun tidak diawasi KPK atau polisi. Bagi orang-orang yang merasakan muraqabatullah, cukuplah baginya Allah sebagai pengawas, yang melihat semua perbuatannya baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

Inilah sesungguhnya pelajaran Tauhid paling berharga yang tidak boleh diabaikan. Di zaman yang budaya permissivme semakin menjalar di masyarakatnya. Di tengah masa-masa transisi, himpitan ekonomi, krisis moral dan sebagainya. Nilai apa lagi yang masih bisa membentengi kita dari gempuran arus zaman selain nilai ketauhidan tersebut. Bagi para orang tua dan kaum pendidik, tidak ada nilai paling tangguh yang bisa menyelamatkan generasi dan anak didiknya dari arus budaya yang semakin mengikis nilai-nilai moral, selain pendidikan yang berbasis pada tauhid.

Kedua, ibadah shaum merupakan simbol perlawan terhadap setan musuh Allah. Karena dengan shaum kita dididik untuk menahan dan mengendalikan syahwat, hawa nafsu kita. Sedangkan setan menggoda dan menjerumuskan manusia melalui pintu syahwat. Maka dengan shaum kita menahan syahwat kita yang tiada lain menutup pintu masuk setan.

Dari pelajaran kedua ini lahirlah kemampuan mengendalikan hawa nafsu, atau dengan kata lain kemampuan bersabar. Kesabaran adalah merupakan modal utama dalam melakukan keta’atan kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebab jika seseorang telah berhasil menundukkan hawa nafsunya dan dia bisa bersabar, maka yang muncul adalah semangat untuk berbuat baik. Yang muncul kemudian adalah kekuatan untuk beramal, yang akan dominan adalah dorongan untuk berbuat keta’atan. Allah Swt. berfirman:

BACA JUGA :  Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Kita Dipertemukan Kembali

“Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.” (Q.S. 12:53).

Masyarakat yang Kehilangan Kemampuan Mengontrol Diri

Ada fenomena yang memprihatinkan yang tengah terjadi menimpa bangsa ini. Menahan diri dan bersikap sabar menjadi sesuatu yang langka ditemukan dalam tatanan masyarakat kita. Hampir setiap hari kita menyaksikan dan membaca di media-media informasi baik cetak maupun elektronik, rangkaian peristiwa yang membuat kita harus mengelus dada dan beristi’adzah. (na’udzubillahi min dzalik).

Mulai dari peristiwa kriminal kecil sampai yang besar yang sehari-hari menghiasi kehidupan sosial masyarakat kita di desa ataupun di kota. Sungguh, kondisi yang mencerminkan masyarakat yang hilang kendali, liar dan tidak mampu mengontrol diri. Kasus pembunuhan merajalela, dari penyebab yang sepele hingga yang dipicu pertengkaran dan amarah tak terarah. Nyawa manusia menjadi begitu murah. Harga diri manusia pun kehilangan marwahnya. Caci maki dan hujatan begitu mudah ditemukan di media sosial kita dan kehidupan sehari-hari.

Di kalangan para pejabat dan para pemimpin rakyat, ada juga kita temukan dari mereka yang tidak dapat bersabar dengan jabatannya, tidak bisa menahan diri dan hawa nafsunya pada kekayaan-kekayaan negara yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat, tetapi justru malah menjadi sumber untuk memperkaya diri.

Kemampuan mengendalikan diri, menahan hawa nafsu, sikap sabar menghadapi situasi dan kondisi, inilah sifat dan karakter yang telah hilang dari bangsa ini. Bangsa ini telah menjadi bangsa yang beringas, liar, tidak bisa diatur dan cenderung memperturutkan hawa nafsunya.

Sedangkan sabda Rasulullah, “kesabaran adalah setengah keimanan.” Maka jika disimpulkan dari perkataan Rasulullah tersebut, untuk mencari akar masalahnya, bahwa apa yang terjadi itu sesungguhnya merupakan cerminan sebuah masyarakat yang tengah mengalami krisis keimanan. Masyarakat yang jauh dari nilai-nilai religius. Sebab masyarakat yang kehilangan kesabaaran, kehilangan kemampuan mengendalikan dirinya berarti masyarakat yang kehilangan setengah keimanan.

Allah SWT. sebetulnya telah menciptakan manusia dengan dibekali kemampuan untuk bersabar. Berbeda dengan binatang yang tidak diberikan potensi sabar. Karena itu ketika ada manusia yang kehilangan kesabarannya, lepas kendali, pada saat itu sebetulnya sisi kemanusiaannya telah hilang berganti sifat kebinatangan. Sebab hanya binatang yang tidak bisa mengendalikan diri.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Minhaj al-Qashidin menyebutkan bahwa sabar itu adalah khashiyyah al-Insan (karakter khusus manusia). Sifat khas yang hanya dimiliki menusia. Sebab Allah Swt. memang memberikannya hanya kepada manusia saja, tidak kepada mahluknya yang lain. Dan karenanya manusia diciptakan dengan dibekali perangkat-perangat yang menjadikannya mampu bersabar.

BACA JUGA :  Ramadhan dan Estetika Kemanusiaan

Oleh karena itu pesan sabar dalam Al-Quran bisa ditemukan di banyak momen dan peristiwa. Allah Swt. mewasiatkan sabar di banyak tempat dan kondisi. Dalam situasi aman atau dalam kondisi perang. Dalam kehidupan yang normal atau terlebih di saat menghadapi kesulitan, problem dan persoalan hidup, kesabaran harus selalu hadir dalam hidup ini. Allah Swt. berpesan, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron : 200).

Pada ayat yang lain Allah Swt. berpesan, “Wahai orang-orang yang beriman minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah : 153)

Di dalam ayat ini, Allah Swt. menyuruh kita menjadikan sabar dan shalat sebagai wasilah dalam hidup ini untuk membantu dan meneguhkan serta menguatkan pada saat menghadapi berbagai persoalan hidup. Dan sebagaimana shalat yang tidak pernah absen dalam keseharian kita, minimal lima kali sehari semalam Maka demikian pula sabar harus selalu hadir dalam keseharian seorang yang beriman.

Para ulama membagi kesabaran itu menjadi tiga macam. Pertama, sabar dalam menjalankan perintah dan ketaatan kepada Allah. Kedua, sabar dalam menjauhi perkara yang dilarang Allah. Dan ketiga, sabar dalam menghadapi ujian hidup. Bahwa putaran roda kehidupan memang tidak selalu harus sesuai dengan keinginan dan harapan. Begitulah hidup ini, ada perintah, ada larangan, ada ujian dan cobaan. Pendeknya, sabar memang harus ada di semua lini kehidupan.

Bahkan Imam al-Ghazali dalam kitabnya yang fenomenal Al-Ihya seperti juga dikutip Ibnu Qudamah, menyebut sabar sebagai muara dari sifat-sifat terpuji. Menurutnya semua akhlak utama, jika ditelusuri pada akhirnya akan ditemukan mengalir dari alur sungai yang sama yaitu sungai kesabaran. Sifat-sifat terpuji manusia itu ternyata semuanya bermuara dari induk yang sama yaitu lahir dari rahim kesabaran.

Dari sabar muncul karakter-karakter luhur yang dibutuhkan dalam hidup. Seperti; kehati-hatian, cermat, ulet, survive, tenang, tertib dan teratur. Sebagaimana dari sabar juga mengalir sifat-sifat terpuji semisal; rasa malu, menjaga kesucian diri, lapang dada, menahan diri dari memperturutkan hawa nafsu, ramah, dan tidak cepat marah. Maka dalam konteks modal hidup, sabar sesungguhnya merupakan potensi luar biasa yang dimiliki manusia sebagai bekal mengarungi kehidupan.

Allah SWT Membekali Manusia Agar Mampu Bersabar

Menurut Ibnu Qudamah ada dua bekal yang diberikan Allah Swt. kepada manusia supaya manusia bisa bersabar dan mengendalikan dirinya. Pertama adalah bekal akal. Dengan akalnya manusia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya. Berbekal akalnya manusia dapat memilih mana tindakan yang memberinya manfaat dan mana yang mencederainya. Karenanya jika ada sesuatu yang buruk, akalnya mampu mengontrol dan mengendalikan dirinya untuk bersabar sehingga selamat dari terjerumus pada perbuatan nista yang akan membinasakannya itu.

BACA JUGA :  Tips Menyambut Ramadhan 1447 H: Bulan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Keberkahan

Namun bekal akal saja tentulah belum cukup. Diberilah bekal yang kedua, yaitu iman, hidayah atau agama. Untuk sekedar selamat dari kerugian dunia, bekal akal saja mungkin sudah cukup untuk mengatasinya. Tetapi jika mengharapkan keselamatan dari kebinasaan di akhirat, tentu bekal akal saja tidaklah cukup. Dibutuhkan bekal hidayah, agama dan iman. Sebab ada hal-hal yang kita dituntut harus menahan diri, bersabar untuk tidak melanggarnya, namun yang menjadi motif utamanya bukanlah sekedar alasan logika atau akal semata, tetapi benar-benar karena didorong oleh motif keimanan.

Itulah sebabnya iman dan sabar itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya menyatu saling menguatkan. Ali bin Abi Thalib berkata, “Posisi sabar dengan iman itu adalah seperti kedudukan kepala bagi tubuh. Tidak ada tubuh bagi yang tidak mempunyai kepala. Dan tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki kesabaran.”

Untuk memaksimalkan bekal yang pertama maka kuncinya adalah ilmu dan pengalaman. Itulah yang dipesankan Nabi Khidir seperti diabadikan dalam surat Al-Kahfi dalam nasehatnya kepada Nabi Musa, “Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” (QS. al-Kahfi: 68)

Sedangkan untuk memaksimalkan bekal kedua, maka kuncinya adalah kepatuhan dan kepasrahan pada sang Khaliq dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dengan selalu berusaha menjadi hamba terbaik-Nya, hamba yang pandai bersyukur saat diberi ni’mat dan selalu bersabar dalam ujian-Nya. Dan Ramadhan adalah madrasah terbaik yang Allah berikan kepada umat ini untuk mengasah potensi sabarnya.

Allah SWT. menyebutkan di antara karakter orang bertakwa sebagai target dari shaum Ramadhan adalah yang mampu mengendalikan diri dan punya kesabaran tangguh. Sebagaimana terangkum dalam QS. Ali Imron: 134, “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. Dan surat Al-Baqarah 177, “… dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Semoga Ramadhan yang telah kita jalani menjadikan kita alumni Ramadhan yang terasah kemampuan mengendalikan dirinya. Jika pada bulan Ramadhan kita mampu menahan diri dari hal-hal yang halal sekalipun karena kita sedang melaksanakan shaum, mengapa kita tidak mampu menahan diri kita dari hal-hal yang haram. Inilah yang harus kita petik dari madrasah Ramadhan dan kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Wallahu a’lam bishawab.

Penulis : Imanuddin Kamil

Editor : Andre Hariyanto

Sumber Berita: Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Kabel IndiHome Melintang, Dijalan Simpang Tiga
Pulang Kampung,Pengusaha Muda Wahyu Saputra Gelar Bukber Sinergi di Desa Sumbusari mesuji raya oki bersama team nya
Manjakan Pemudik, RAPI Wilayah 10 Way Kanan Hadirkan Rest Area “Ramah Kopi” di Jalur Lintas Sumatera
Pemikiran dan Pengaruh Syekh Nawawi al-Bantani , Karyanya Dalam Khazanah Islam Nusantara
Posko Bankom RAPI Wilayah 10 Way Kanan Melayani Pemudik Lintas Tengah
Menghidupkan Ramadhan, Menanam Pahala yang Abadi
Selamat Jalan Ramadhan, Semoga Kita Dipertemukan Kembali
Puasa dan Muhasabah di Era Digital
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:54 WIB

Menjadi Alumni Ramadhan yang Paripurna

Rabu, 25 Maret 2026 - 00:48 WIB

Kabel IndiHome Melintang, Dijalan Simpang Tiga

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:27 WIB

Pulang Kampung,Pengusaha Muda Wahyu Saputra Gelar Bukber Sinergi di Desa Sumbusari mesuji raya oki bersama team nya

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:08 WIB

Manjakan Pemudik, RAPI Wilayah 10 Way Kanan Hadirkan Rest Area “Ramah Kopi” di Jalur Lintas Sumatera

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:54 WIB

Pemikiran dan Pengaruh Syekh Nawawi al-Bantani , Karyanya Dalam Khazanah Islam Nusantara

Berita Terbaru

Potensi Idul Fitri 2026 Serentak, Hilal Diperkirakan Capai 3 Derajat (Andre Hariyanto/SUARA UTAMA)

Artikel

Menjadi Alumni Ramadhan yang Paripurna

Rabu, 25 Mar 2026 - 12:54 WIB

Artikel

Kabel IndiHome Melintang, Dijalan Simpang Tiga

Rabu, 25 Mar 2026 - 00:48 WIB

FOTO: Cinta Wakaf Berbagi jelang Lebaran untuk Para Lansia di NTT (SUARA UTAMA/Muhazir Syukur)

Berita Utama

Cinta Wakaf Berbagi Lebaran untuk Para Lansia di NTT

Selasa, 24 Mar 2026 - 10:34 WIB

https://3.33.146.175/id/ https://117.18.0.23/ https://117.18.0.16/ https://117.18.0.24/ https://chinesemedicinenews.com/ https://revistaenigmas.com/ https://topweddinglists.com/ https://ayahqq.com https://ayahqq.it.com https://klik66.com https://klik66.it.com https://radiofarmacia.org https://atendamais.org https://thedramaparadise.com/ https://villamadridbrownsville.com/ https://gamesvega.com/ https://bhpi.org/ https://globelegislators.org https://controlesocial.cg.df.gov.br/ https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/ https://www.aux.com.sg/ https://global-edu.uz/ https://chessellpotterycafe.co.uk/menu http://ipcr.gov.ng/ https://id.pandamgadang.com/ https://cheersport.at/about-us/ https://www.sna.org.ar https://www.riifo.com/id/ https://tourism.perlis.gov.my/ https://www.riifo.com/ https://ppg.fkip.unisri.ac.id/ https://feednplay.dei.uc.pt/ https://fkip.unisri.ac.id/ https://fh.unisri.ac.id/ https://map.fisip.unisri.ac.id/ https://vokasi.unbrah.ac.id/ https://inspira.dei.uc.pt/ https://training.unmaha.ac.id/ https://uk.unmaha.ac.id/ https://an.fisip.unisri.ac.id/ https://fisip.unisri.ac.id/ https://hi.fisip.unisri.ac.id/ https://ebooks.uinsyahada.ac.id/ https://cultura.userena.cl/ https://middlepassage.dei.uc.pt/ https://discurso.userena.cl/ https://ictess.unisri.ac.id/ https://duniapenfi.kemendikdasmen.go.id/ https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.val-chris.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://www.automagic.com/wp-content/plugins/fix/mix-parlay.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://srlcusa.org/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://bisniskumkm.com/wp-content/content/bandarqq/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/dominoqq/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/pkv-games/ https://bisniskumkm.com/wp-content/content/poker-qq/ https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/pkv-games.html https://atlanticnationalgolfclub.com/wp-content/plugins/fix/poker-qq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/bandarqq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/dominoqq.html https://idiligo.com/wp-content/plugins/fix/slot-garansi-kekalahan.html https://pioneer.schooloftomorrow.ph/ mpo slot https://stem-md.swu.bg/ mpo https://cheersport.at/doc/pkv-games/ https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/ https://uniestate.com/pkv-games/ https://uniestate.com/bandarqq/ https://uniestate.com/qiuqiu/ https://pojoktim.com/public/pkv-games/ https://pojoktim.com/public/bandarqq/ https://pojoktim.com/public/dominoqq/ https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/ https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/ https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/ https://jppos.id/post/pkv-games/ https://jppos.id/post/bandarqq/ https://jppos.id/post/dominoqq/ https://jppos.id/post/pokerqq/ https://jppos.id/post/qiuqiu/ https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/ https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/ https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/ https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/ https://graceconference.com/public/pkv-games/ https://graceconference.com/public/bandarqq/ https://graceconference.com/public/dominoqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/ https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/ https://pksoganilir.com/pkv-games/ https://pksoganilir.com/bandarqq/ https://pksoganilir.com/dominoqq/ https://bhor.gov.pg/pkv-games/ https://bhor.gov.pg/bandarqq/ https://bhor.gov.pg/dominoqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/ https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/ https://hazeportal.asean.org/core/pkv-games/ https://hazeportal.asean.org/core/bandarqq/ https://hazeportal.asean.org/core/dominoqq/ https://legacy.wespa.org/pkv-games/ https://legacy.wespa.org/bandarqq/ https://legacy.wespa.org/dominoqq/ https://ac-group.hr/chip/pkv-games/ https://ac-group.hr/chip/bandarqq/ https://ac-group.hr/chip/dominoqq/ https://aenfis.com/cloud/pkvgames/ https://aenfis.com/cloud/bandarqq/ https://aenfis.com/cloud/dominoqq/