Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute Peringati HKSN 2025, Gelar Aksi Nyata di Pesisir Karawang

- Writer

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi antara GIS Peduli dan Emil Salim Institute melakukan aksi nyata dengan menanam 800 bibit pohon di 2 tempat (Wahyu Widodo/SUARA UTAMA)

Kolaborasi antara GIS Peduli dan Emil Salim Institute melakukan aksi nyata dengan menanam 800 bibit pohon di 2 tempat (Wahyu Widodo/SUARA UTAMA)

SUARA UTAMA, Karawang – Kolaborasi antara GIS Peduli dan Emil Salim Institute menghadirkan aksi nyata dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025 serta menyambut Milad ke-8 GIS Peduli pada Sabtu (27/12/2025).

Serangkaian kegiatan sosial, lingkungan, dan kemanusiaan digelar di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Aksi ini mengusung tema kepedulian terhadap lingkungan dan solidaritas sosial, khususnya untuk membangun ketahanan masyarakat pesisir dan warga di kampung relokasi yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute Peringati HKSN 2025, Gelar Aksi Nyata di Pesisir Karawang Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pelestarian alam dan mitigasi dampak perubahan iklim, dilakukan penanaman 800 bibit pohon.

Aksi ini terbagi menjadi dua tahapan. Pertama, melakukan rehabilitasi ekosistem pantai melalui penanaman bibit mangrove di Pantai Pisangan, Desa Cemara Jaya, guna mencegah abrasi.

Kedua, melakukan penghijauan dan penanaman pohon buah di Kampung Relokasi Sekong, Desa Cemara Jaya, untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup warga.

Harsono selaku CEO GIS Peduli, menekankan bahwa aksi penghijauan ini adalah perwujudan konkret semangat HKSN.

“Kesetiakawanan sosial harus diaktualisasikan. Menanam mangrove dan pohon buah merupakan langkah nyata solidaritas yang memadukan kepentingan manusia dan keberlanjutan alam,” ucapnya.

Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute Beri Dampak yang Lebih Luas

Sinergi antar lembaga dinilai sebagai faktor penentu kesuksesan program yang berkelanjutan.

BACA JUGA :  LAKAM: Pemangkasan Anggaran Pemko Padang 2026 Harus Pro Rakyat dan Transparan

“Dampak dari kesetiakawanan sosial akan optimal jika dijalankan melalui kerja sama. Kolaborasi GIS Peduli dan Emil Salim Institute membuktikan bahwa kerja kolektif dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem,” kata Amalia F. Salim, Ketua Yayasan Era Sharaddha Indonesia.

Pendampingan Sosial dan Kesehatan

Tak hanya fokus pada lingkungan, rangkaian kegiatan juga mencakup pendampingan sosial, berupa:

– Layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk 80 warga Kampung Relokasi.

– Pemberian santunan serta peralatan sekolah kepada 80 anak yatim di area Kampung Relokasi.

– Distribusi paket sembako dan beras bagi 80 keluarga dhuafa di lokasi yang sama.

Pendekatan terpadu antara isu sosial dan lingkungan ditegaskan oleh Presiden Emil Salim Institute, E. Kurniawan Padma.

“Kelompok rentan selalu terdampak langsung oleh krisis ekologi. Oleh karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus beriringan dengan pemberdayaan sosial dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” jelasnya.

Komitmen yang Terus Mengakar

Memasuki usia kedelapan, GIS Peduli memperkuat komitmennya untuk terus aktif dalam isu kemanusiaan, pemberdayaan komunitas, serta pelestarian alam.

Kegiatan di Karawang ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi semua.

Penulis : Wahyu Widodo

Editor : Nurana Prasari

Sumber Berita : Wartawan Suara Utama

Berita Terkait

Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet
Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos
Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias
Oknum Pemerintah Desa Liprak Wetan Diduga Pelesiran Berdalih Ziarah, Biaya Akomudasi di Pertanyakan Publik 
Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir
Boentuka Dilanda Banjir, ASN Pendis dan Bimas Islam Kemenag TTS Beri Bantuan
Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum
Camat Banyuanyar Keluarkan Surat Tertib Administrasi Rangkap Jabatan,Team Pakopak Mengapresiasi 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:08 WIB

Usulan Pengurus Masjid Nurul Huda Desa Kampung Baru Terealisasi, Meski Hanya Dapat Pembangunan Toilet

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:57 WIB

Trotoar Granit Jalur 2 DPRD Merangin Diduga Asal Jadi, Banyak Retak dan Keropos

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:09 WIB

Turun ke Lokasi Banjir, Wabup Iing Andri Supriadi Diserbu Masyarakat Pagelaran yang Antusias

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:44 WIB

Oknum Pemerintah Desa Liprak Wetan Diduga Pelesiran Berdalih Ziarah, Biaya Akomudasi di Pertanyakan Publik 

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:36 WIB

Diduga Kabur Saat Penangkapan Narkoba, Ayub Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Tabir

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:05 WIB

Cegah Luka Psikis Akibat Bullying, Mahasiswa UMAHA Lakukan Penyuluhan Hukum

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:45 WIB

Camat Banyuanyar Keluarkan Surat Tertib Administrasi Rangkap Jabatan,Team Pakopak Mengapresiasi 

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:39 WIB

Oknum Penjaga SDN Kedungcaluk 01 Ingin Menyicil Satu Tahun, Korban Menolak Biarkan Proses Hukum Berjalan 

Berita Terbaru